
"Bagaimana Keadaanya? "
Seorang Pria yang sedang terbaring lemah, wajah tampanya pucat seakan tidak ada darah yang mengalir
Disamping kasurnya, ada seorang dengan pakaian dan penutup wajah, penuh dengan warna hitam
Pria hitam itu membungkuk
"Kami tak bisa memasuki tempatnya, Penjagaan perbatasannya sangat ketat"lapornya
Pria yang terbaring itu, tersenyum pahit,lalu batuk batuk, saat ia batuk darah juga ia muntahkan
Pria itu, SanYe, sejak 'Tanpa ' sengaja melukai Gia, mengurung diri dalam kamar, makan tidak apalagi minum, Lalu Kondisi nya semakin memburuk saat Racun dalam tubuhnya bergejolak
Dia sekarang terbaring lemah, Tapi raut kerinduan bisa di lihat oleh siapapun di wajah San Ye
Pria hitam itu, Shu, Penjaga nya yang setia, menatap tuannya iba ,Kisah Romansa tuannya sangat rumit, Dengab kekuatannya sendiri melukai orang yang ia sukai
"Kau Bisa Pergi"
Shu membungkuk dan menghilang sekali lagi
San Ye memegan di tangannya sebuah Kalung dengan bandul berbentuk Bunga, Pemberian Gia padanya
Ia memegang erat-erat liontin itu, Wajahnya semakin pucat
.
.
Suasana Kediaman Jendral sangat sunyi, bahkan suara para Jomblo bisa didengar 😂😂
Maksudnya, Suara jangkrik di luar bisa di dengar
Di tengah-tengah Kediaman, Ada Sebuah pohon besar, Cukup besar hingga siluet seseorang dengan Gaun Ungu panjangnya duduk di sana memegang seruling putih gioknya (kayak hantu😂)
Rambut panjang melayang terbawa angin, Simbol Bunganya Terlihat jelas
Mata Coklatnya sangat tenang, Gadis itu mengayung-ngayungkan kakinya ,Dan mengambil Serulingnya
Mendekatkan di bibirnya,Nafas di alirkan ke Seruling, Jari-jari lentiknya menekan tiap lubang seruling(Ngak tau namanya)
Suara Alunan Musik lembut mulai terdengar di seluruh penjuru Kediaman, Pengawal Yang berjaga dengan sigap berdatangan ke arah suara, Bahkan Shu juga datang, Gelombang kejutan hadir di mata semua orang
Musik masih bersenandung, Gadis di pohon mengabaikan orang-orang yang hadir
Shu melihat pengawal ingin menganggu gadis itu, langsung memperingatinya, pengawal itu berhenti, jadi semua orang fokus pada Gadis yang memainkan seruling nya
Wajah Gadis itu tidak terlihat karna dahan yang menutupinya, Tapi Shu mengenal Seruling yang di mainkan oleh gadis itu, pemiliknya
Peri Gioyana, Wilayah Terlarang
Pemandangan itu membuat semua orang terkejut, mata mereka berbinar semangat, melihat pertunjukan
Kelopak Bunga melewati semua orang menuju Kamar SanYe, San Ye tak sadarkan diri di Kasurnya
Kelopak-kelopak bunga mengelilinginya di atas Pria itu, Aliran Hijau masuk ke tubuhnya, Dan Liontin di tangan Pria itu juga bersinar terang
Mata San Ye perlahan Terbuka, mata di balik topeng dingin dan haus darah, Biru dan Violet, San Ye melihat kelopak bunga berterbangan di atasnya terkejut dan dengan cepat berdiri
Rasa pusing ia rasakan, membuatnya meringis sakit, tapi memaksakan tubuhnya, San Ye berdiri dan berjalan ke arah sumber kelopak bunga, ia lalu mendengar alunan seruling
Matanya bersemangat, membawa tubuhnya ke arah tengah kediaman, banyak Dayang dan pengawal yang berdiri mengelilingi pohon
San Ye melihat sebuah Gaun Ungu di atas pohon, Ingin berjalan lebih dekat, tapi Alunan melodi dan bunga tiba-tiba berhenti.
Angin kencang membuat semua pakaian terbang bahkan daun di pohon berhamburan
San Ye melihat tatapan sedingin Es dari gadis di pohon, Seruling Gioknya Sudah ia simpan di pinggangnya
"G-gia... Maaf-maafkan a-ku"Suara San Ye serak dan Lirih
Tapi tidak ada suara maupun gerakan lain dari gadis disana, Gia, tidak menjawab hanya menatap
Mereka berdua hanya saling bertatapan, Suhu di sekitar menjadi canggung, sampai Gia berbalik akan pergi, Pola sihir di depannya sudah muncul
"TUNGGU! "teriak San Ye, ia merasakan perasaan takut saat melihat Gia ingin pergi, Gia berhenti dan berbalik
"Aku Ti-tidak sengaja..... Gia maafkan aku"San Ye bersujud, membuat semua irang terkejut
Gia bahkan membeku, tapi kembali acuh,
"Tidak Perlu, Jendral" suaranya acuh dan dingin, membuat getaran bagi semua orang
San ye mengangkat kepalanya, Barulah Gia melihat mata San Ye lebih jelas, ia terkejut melihat salah satu matanya berbeda dari yang lain
San ye ingin berdiri meraih Gia, tapi Gadis itu menghentikannya
"Tolong! Jangan Lagi Melukai saya ahh.... "mengatakan itu, senyum dingin muncul di wajah gadis itu, lalu tangan putih nya menyentuh tepat di bekas lukanya
San Ye melihat itu, Ia gemetar, Matanya kosong dan tubuhnya seakan kaku
Gia mengabaikannya, dan memasuki Portal Teleportasi
Gadis itu Pergi, Batin San Ye, Wajahnya tampannya sedih, air mata menetes membasahi pipinya
"Aku mengecewakannya".
San Ye mengangkat kepalanya melihat tempat Gia pergi, lalu semua gelap.