
Gia, Kembar Song, danAirin , mereka semua sepakat berangkay bersama ke Kota lanyara, Kota yang terkenal dengan ramuan dan juga banyak Gadis dan Pria berbakat bahkan tampan disana
Kota Lanyara berada di pinggir Laut Kematian
Gia Mengenakan Tudung bewarna hijau daun dengan Pakaian Khas Elf, Dia harus menyamar tidak mengungkapkan identitasnya, karna Airin tidak ingin perjalanan mereka akan di amati oleh banyak orang
Apalagi Tujuan perjalanan kali ini, Untuk membunuh Para Goblin di Kota itu yang sudah menculik banyak gadis
Gia bisa saja memerintahkan yang lainnya pergi, tapi Airin sudah menyeretnya, karna di Hutan ia dengan bahagia nya makan dan tidur terus.
Airin dan Gia mengenakan Pakaian yang mirip, siapapun yang melihatnya akan menyangka mereka kembar, tapi Wajah mereka di tutupi tudung jubah
Airin dan Gia sama-sama membawa Panah sihir mereka, sedangkan Song Lan membawa pedang es nya, Song Yu membawa Tombak Apinya, Song Yu mengubah bakatnya menjadi Tombak saat melihat Gia menggunakan Kayu runcing untuk menembak buah saat Pelatihan beberapa hari di Hutan terlarang
Kedua Song juga menjaga Jarak dari kedua gadis itu, Karna Mereka sudah di siksa oleh Airin dan Gia
Airin memaksa dan melatih mereka dengan sikap tepat waktu dan harus kuat fisik dan mental, sedangkan Gia, mereka di haruskan Melawannya sampai babak belur
Mengingat beberapa hari yang lalu, Kedua pria ini sepakat bahwa 'Perempuan adalah Monster paling berbahaya bila batas mereka di langgar '
"Song Lan, Apa kau Lihat Benteng perbatasan disana"Ujar Gia
Song Lan menyipitkan matanya dan di depan sana mereka melihat benteng putih yang di jaga ketat oleh para penjaga
Song Lan, "Ia aku melihat, Sepertinya penjagaan Kota sudah di perketat"
Song Yu, "Apa kita bisa masuk? "
Airin, Gia, dan Song Lan menatap Song Yu Aneh
Gia, "Apaa kau bodoh atau bagaimana, Mereka secara pribadi mengirimkan aku undangan kan? Tentu saja kita masuk dengan aman"
Langkah mereka semakin dengan dengan gerbang, dan seorang penjaga menghentikan mereka
Gia membuka tudungnya, dan mengungkapkan rambut Brown nya yang berkilau, dan mata nya yang cerah, kulit seputih salju
Penjaga itu berdehem saat ia hampir terpesona
"Apakah kalian ke sini untuk Quest atau Tujuan lain"
Gia, "Kami di undang secara langsung oleh pemimpin kota, ini... "
Gia menyerahkan sepucuk surat, (Bukan surat cinta yah)
Penjaga itu membuka surat dan melihat stempel kota disana, lalu memberi hormat kepada Gia
"Maaf atas kelancangan kami, Yang Mulia Giaoyana"
Gia,"hahah tidak apa"lanjutnya"Tapi tolong jangan sebarkan berita ini,kami harus mengecek secara langsung lokasi makhluk itu"
Beberapa penjaga yang berada di atas Benteng melihat komanda mereka heran,lalu saat rombongan Gia masuk dan pergi,barulah mereka menanyai komandan mereka
"Dia adalah Tamu Terhormat ,Yang Mulia Peri ,Dia dengan sukarela datang ke Kota ini,itu artinya kita di berkahi"
"APA!!"
Mereka semua terkejut,baru pertama kali mereka melihat Peri yang asli,apalagi umurnya hanya berkisar 15-16 tahun
Gia tidak tau bahwa ia sudah menciptkan kehebohan saat kepergiaanya,Karna gadis ini sudah duduk dengan semangat nya yang mengebu-gebu di sebuah Restoran
Airin hanya bisa menepuk jidaTnya,entah harus bersyukur atas menangis,karna sifat Foodie Gia
Airin,"Bila kau makan terus,bisa-bisa kau tidak akan di lamar oleh pria"
Gia,"apa yang kau tau,Ckckck Dengan muka imutku ini,Aku yakin semua pria akan langsung melamarku"
Airin"Kau terlalu percaya diri,lalu kenapa Jendral Papan cuci itu tidak melamarmu"
Gia, "🔪"
'Dasar Papan Cuci sialan!kau hanya menyerahkan penjaga mu untuk mengawasiku,tapi kau tidak lamar-lamar juga,kau kira aku apa Hah Shittt,Tunggu saja kalau aku bertemu dia ,akan ku kebiri pria sialan itu,hanya memberi harapan,****'
Gia mengabaikan Airin dan memakan Mienya dengan rakus,Song Lan menyiapkan Serbet,sedangkan Song Yu menyiapkan Air untuknya
Airin merasa bahwa Gia sudah menjabat sebagaI Seorang Ibu sekarang,Umur Kedua Song Itu rata 13 dan 14 tahun,sangat muda dan berbakat
Di meja lainnya,beberapa Pembudidaya dan Ksatria dengan bergosip
"Apa Kalian tau Makhluk itu sudah semakin ganas,mereka sudah menculik lebih ratusan perempuan"
"ckck,mereka itu mahkluk apa sih,hanya menculik Perempuan dan memperkosa mereka"
"Mereka tidak pintar,tapi tidak bodoh juga,mereka sangat agresif saat menyerang"
"Sepertinya keadaaan kota ini semakin berbahaya"
"Yang kudengar,Peri Alam akan datang kesini"
"Dia?ku dengar hanya seorang gadis kecil,bagaimana ia menjadi peri"
Gia hampir mengebrak mejanya,memang kenapa kalau ia gadis kecil,orang ini pasti iri dengan keimutannya
Mengabaikan gosip orang-orang itu,Gia mengambil telur gulungnya dan menambhkan ke mangkuknya
Makan akan membuat mu tenang
Itulah motto Gia
Gia memakan semua hidangan dengan cepat ,sampai perutnya mengembung,Airin hanya bisa menjitak kepalanya karna sifat gadis itu yang tidak ada anggun-anggunya