
Gia di hadapkan dengan pilihan paling rumit dalam hidupnya kali ini, ia berbalik menatap Airin, tapi perempuan itu mengacuhkannya
Gia, " Huwaaaaaaa aku tidak mau porsi menjadi Umpan"
Airin, "Kau harus, Goblin jelek itu hanya menyukai perempuan, terutama yang lebih cantik, mereka pasti akan langsung menyerbu"
Gia memeluk erat paha Airin, memelas
"Kau Tega ahhh~ mereka sangat menjijikkan, kenapa tidak kau saja"
Airin memberikan tatapan tajamnya, "Aku mana mau, Kami Klan Elf sangat benci hal yang menjijikkan"
Gia langsung berdiri, "Lalu kenapa tidak menggunakan si kembar song saja"
Airin, "Mereka Pria, dan Goblin ini bisa mencium bau seorang gadis yang betul mana"
"DASAR GOBLIN MENJIJIKKAN KU BAKAR KAU SEMUA!!! "teriak Gia
Airin dan si kembar hanya menutup telinga mereka bersamaan
Baru saja histeris, Gia langsung ceria
"Kenapa aku bisa lupa kalau aku itu penyihir, kenapa tidak menggunakan klon saja? Seperti di makam kuno"
Mendengar usulan Gia, Mereka semua saling berpandangan lalu mengangguk
"Itu bisa digunakan"
Mereka akhirnya berdiskusi tentang rencana mereka, sampai suara ketukan pintu terden ga r, song lan maju untuk membukanya, disana berdiri seorang wanita dengan gaun merah menyalanya menatap mereka sombong, Dia adalah Rong Yan
"Putri Rong Yan? "ucap Gia dan berdiri maju
Melihat Gia datang, Rong Yan memaksakan dirinya menunduk hormat
"Salam Yang Mulia, Hamba Putri Rong Yan dari Kerajaan Utara"
Gia mengangguk mengerti
"Yang Mulia, hamba kemari karna melihat anda datang, Hamba ingin bergabung dengan kelompok Yang mulia"
Gia, "Bergabung dengan ku? Kenapa? "
Ron Yan, "Hamba masih naif dalam bertempur, Hamba ingin belajar dari anda"
Airin langsung menepuk bahu Gia
"Putri, perjalanan kami akan berhubungan dengan darah, Apa anda kuat, kami akan melawan Goblin "
Rong Yan cepat-cepat tersenyum "Anda adalah? "
Airin mengangguk, "Saya Penjaga Hutan terlarang dan Wali Peri Alam, Klan Elf, Airin"
Rong Yan, "Oh Yang Mulia Airin, maaf bila tadi saya lancang, Tapi hamba dengan sukarela ingin ikut, hamba janji tidak akan merepotkan kalian semua"
Airin menatap Gia, gia menatap Aiirin
Airin maju, "Baikhlah, anda bisa ikut dengan kelompok kalian dengan kami, Kita bertemu di sini Jam 6 malam, Saya sarankan anda menyiapkan senjata anda dengan baik"
Rong Yan akhirnya berbalik pergi, lalu Airin menutup pintu
Gia, "aku merasa gadis ini ingin melakukan hal konyol pada ku ahhh"
Airin, "kita awasi saja"
Bibir Gia menyeringai, Song Kembar merasa dingin di belakang mereka dan meneguk air liur mereka gugup
*****************
Salah satu pria muda disana bertanya lebih dulu, "Bagaimana? Apa kelompok itu benar-benar mengenali identitasmu? Apa mereka akan bergabung? "
Rongyan tersenyum bangga, "tentu saja, siapa aku, Putri Kerajaan Utara Ring Yan, Hmpt mereka hanya sekumpulan petualang sampah"
"Tapi Kembar Song ada disana, yang artinya bakat kedua orang itu hebat ahhh, Jika kita bergabung, kemungkinan berhasil besar"
"Tapi Aku merasa cukup familiar dengan kedua orang bertudung itu, entah kenapa aku merasa pernah menemui nya di suatu tempat"ucap salah satu gadis
Rong yan membeku, lalu memaksakan senyumnya, "mana mungkin hahahah, besok kita bersiap, Melawan makhluk cabul itu membutuhkan ekstra kekuatan"
Rongyan dan kelompoknya berjumlah 10 orang dengan masing-masing 5 pria dan wanita, Lalu masing-masing adalah pembudidaya tingkat kuning dan tidak ada penyihir
Mereka sepakat mencari pengalaman bersama, karna banyak kejadian perempuan yang diculik oleh makhluk hijau, Goblin, mereka ingin berpetualaang, dan juga ini karna Dekan memilih mereka
Seharusnya Gia datang membantu, Tapi siapa yang berani memintanya, Gia kembali kehutan, jadi Para Siswa hanya bisa mengandalkan diri mereka
Kebetulan Rongyan mengenali Gia di depan Gerbang kota, dan mengikutinya.
*****************
SanYe bersama pasukannya menungangi kuda mereka dengan cepat ke arah Kota Lanyara, karna baru-baru ini, San Ye mendaoat informasi bahwa, Goblin, Raja Goblin ada disana, dan bersembunyi, Entah jalur apa yang mereka pakai sampai bisa masuk di kota yang terkenal ketat
Wajah San Ye mengeras saat ia mendapat informasi dari Shu, bahwa Gia dan Kelompoknya pergi kesana untuk melawan Goblin
Memikirkan Gadis Nakal itu melawan ribuan Gobli dan, juga mengingat bahwa Goblin sangat suka gadis cantik, apalagi kecantikan asli Gia tidak bisa di lukiskan
Jujur saja Pria ini merindukan Gia, dan kekonyolan nya, tapi sejak Gia memberikan bahu dingin padanya, dan sekuat dan sekeras apapun ia memberikannya perlakuan istimewa, gadis itu tetap acuh
Mereka sudah tidak bertemu 5 bulan, sampai Bencana Goblin datang, Ia sangat bersemangat disisilain karna kemungkinan mereka bertemu cukup besar
Tapi San Ye tidak sendiri, Ada beberapa orang dari Kerajaan lain yang juga datang, Seperti Pangeran Yu mo yang baru -baru ini menghilang karna hal tertentu, ada Beberapa dari pasukan kerajaan lain
Yu Mo, pria itu mengenakan pakaian bewarna Biru langit dengan giok berukiran kepala harimau dipinggangnya, Senyum Sarkasme pria itu masih setia sambil menatap punggung SanYe
Yumo juga mendengae bahwa Kebangkitan Peri alam baru-baru ini, Tapi Kerajaan Selatan-Nya sudah menyinggung gadis itu, Dan Kaisar Yu mengharapkan ia mampu menarik perhatiaan sang peri yang misterius
Kedua Pria ini memiliki Penampilan yang mampu membuat semua wanita terpesona
Jendral SanYe terkenal kejam, dingin, dan tak berperasaan, Memiliki fitur seperti dewa dengan mata biru lautan dinginya
Lalu ada Pangeran Yumo yang terkenal tampan dan mampu menjerat hati semua gadis, tapi ia terkenal baik di luar, kejam di dalam, mengupas kulit lawannya membuatnya bahagia
Kedua Pria ini terkenal kejam di medan tempur,Tapi Yumo selalu kalah dalam berbagai Aspek denganSanye, membuat Pria itu menahan kebenciannya
Yu mo juga tau bahwa baru-baru ini, SanYe cukup dekat dengan Peri, tapi hubungan mereka langsung memburuk saat pulang nya dari Ekpedisi Makam Kuno,ini semua karna Pertengkaran yang terjadi antara Wei ni dengan Gia, Dan saat meluncurkan senjatanya dan di serang balik oleh Gia
Wei Ni memanghgil Sanye, dan Bingo, pria itu muncul dan langsung menyerang Gia dengan belati milik Wei Ni
Membuat Peri Alam terluka berat, dan sampai memanggil Wali Penjaga Hutan Terlarang, Dan sejak saat itu, keduanya membuat garis pemisah, atau bisa dibilang Gia lah yang membuatnya
Yumo mendekat kan kuda mereka, lalu tersenyum ramah pada Sanye
"Ahhhh~ Jendral bagaimana hubungan anda dengan Peri Gia ahh"
San ye langsung meliriknya tajam, "Bukan Urusanmu"
Semakin SanYe acuh dan kejam, semakin Yumo ingin menganggunya
Untungnya Yumo tidak terkenal Homo seksual, Karna sering memanasmanasi Sang jendral bila mereka bertemu