I AM A FAIRY

I AM A FAIRY
7



Di luar Perbatasan, Sanye Mengenakan Pakaian bewarna Putih ,ikat pinggang hitam, rambutnya di tata rapi,


Pedang miliknya di simpang di samping pinggangnya, Topeng perak masih setia ia kenakan.


SanYe mengamati Hutan sedaritadi, Tak lama kemudian sesosok gadis muncul dari kabut.


Gia mengenakan Gaun biru langit pendek, di kepalanya mengenakan mahkota bunga buatan tangan Airin, Rambutnya di biarkan tergerai.


Sanye turun dari kuda miliknya, Mendekati Gia


"Dimana serigala milikmu? "tanya SanYe saat mereka semakin dekat.


Gia berhenti, Menatap pria ini jengkel


'Hello! Dia sudah dandan cantik begini, namun bukan malah muji kek, malah nyariin Snowy, apa snowy lebih cantik dari pada Dia"


"Tidak Tau"jawabnya Acuh


Suasana menjadi Hening.


"Uhuk lalu apa kau ingin menungangi kuda dengan ku? "ajak Sanye, Rona merah di pipinya di sembunyikan dengan tampang datar miliknya


"Tidak Perlu. "


Gia bersiul, dan seekor Rusa pelangi muncul di belakangnya, Gia langsung menaikinya


Alasan Snowy tidak ada, Karna dia harus menjaga Wilayah selama Gia tidak ada.


Jadi Rusa inilah yang menemaninya.


"Ruru Ayo"


Sanye juga ikut menaiki Kuda miliknya, Mereka berdua akhirnya berjalan bersamaan kearah Istana.


Pemandangan mereka, menciptakan kehebohan, karna SanYe berjalan bersama seorang gadis yang Sangat cantik.


Apalagi tungangan gadis itu adalah Rusa pelangi yang mampu menghidupkan tanaman dengan darahnya. Langka.


SanYe mengarahkan mereka untuk makan siang di sebuah restoran besar


"SanYe apa kita akan makan? Ck kukira kau akan mengajak ku ke Rumah mu"Suara genit gadis itu membuat SanYe memerah.


SanYe turun dari kudanya, dan akan membantu Gia, tapi gadis itu sudah duluan melompat.


Semua Pria menatap gaun pendek Gia yang memperlihatkan Kaki langsingnya, karna disini semua wanita harus menutupi kaki mereka, karna akan membuat malu, tapi Gia yah masa bodoh.


Semua perempuan menatap gia cemburu apalagi Gia datang dengan Jendral yang terkenal dingin nan kejam.


SanYe mengarahkan Gia ke kamar yang sudah di sediakan, Disana berbagai hidangan mewah sudah tersaji.


"Wahhhhhh Kau romantis juga yah Tampan"goda Gia dan duduk.


"Emmm Silahkan"


Gia dengan semangat mengambil daging dan menyantapnya bahagia


"Uhuhu akhirnya aku makan daging juga, Airin selalu menyediakan buah"keluh Gia daj mengambil daging panggang lagi.


Cara makan Gia seperti didunianya, santai dan tanpa tata krama, ia menyantap semua hidangan dengan bahagia.


SanYe melihat kebahagian gadis itu, ikut merasa senang dan bangga.


"Uhuk.... Ku dengar kau menolak memberi rahmat di kerajaan selatan? "tanya Sanye dan menyerahkan segelas air pada Gia


(Bego😅)


Gia menghabiskan semua hidangan untuk dirinya, Tersenyum genit pada Sanye


"Hei Tampan apa kau jatuh hati padaku? Meneraktirku makan yah....


Tapi kalau kau melamarku itu juga bisa di pertimbangkan, apalagi kau tampan"


SanYe kesal. Apa karna ia tampan jadi gadis ini akan menerimanya, jadi bila ada yang lebih tampan darinya gadis ini juga akan menerimanya


"Ak... "


"Tapi itu belum tentu ahhh,,,, Terima kasih atas makanannya, apa ada lagi? "


SanYe hanya menganggukkan kepalanya, dan mereka keluar dari kamar itu, namun di luar terjadi keributan


"Cepat tarik Rusa ini untuk Putri ini"


Mendengar bahwa ada yang ingin mengambil Ruru, Gia langsung berlari cepat dan menendang pengawal yang menarik tanduk rusa pelangi


"Beraninya kau kurang ajar pada Putri ini"Keluh seorang Wanita dengan gaun merahnya


Gia menatapnya dingin, Tubuh Gia bergetar menahan marah.


"seorang putri? Ku pikir kau seorang wanita tak malu ingin mengambil milik orang lain"ejek Gia


Banyak yang menonton pertengkaran mereka, Namun tidak ada yang maj menengahi, SanYe dengan Tenangnya menonton juga.


"Kau....... "wanita itu menunjuk Gia.


"Kau tau, Belum ada yang berani menggunakan tanganya menunjukku, Kalau ada mereka akan menanggung musibah"


Tubuh wanita itu mengigil. Ia merasa apa yang dikatakan gadis didepannya akan terjadi sungguhan


"PERGI"Gia berteriak dan mengusir wanita didepannya.


Wanita itu kaget dan dengan cepat berbalik pergi.


Gia melihat Ruru "Ahhh kau terlalu cantik Ruru makanya ia cemburu"ujar Gia


Ruru berteriak bahagia dan bangga


Gia melihat bekas luka di kulit Ruru, dan mengarahkan Energi Ilahinya, Cahaya Hijau muncul dari tanganya dan dengan sekejap menghilangkan lukanya.


Semua mata melebar saat melihat gadis itu menyembuhkan Rusa dengan santainya, Bahkan di negara ini sihir penyembuhan sangat langka.


Mereka semua ingin menarik gadis itu bekerja sama, Namun aura dingin dari belakang Gia membuat semua orang takut


"Apa Senang Menonton"suara Gia membuat SanYe batuk


"Kau Hebat"


"Tentu saja"ujar Gia bangga


"Kalau begitu, Sampai jumpa ahh, Kau bisa mengirimkan surat ke perbatasan bila ingin bertemu lagi, Snowy akan menerimanya"setelah mengatakan itu, Gia menaiki Ruru, dan langsung menghilang dari hadapan SanYe


Teleportasi.


Sihir tingkat tinggi, namun gadis itu dengan mudahnya menggunakannya.


SanYe merasa lebih tertarik dengan Peri kecil itu.