
Semua Putri dan Putra dan tamu lainnya para Bangsawan memutar kepala mereka ke arah Pintu Aula.
Disana Berdiri seorang gadis dengan cadarnya menutupi wajahnya, Namun kulit seputih susu dan mata Sehijau kristal menatap semua orang tidak dingin maupun panas
Mereka terkejut dan membeku, Desas -desus tentang kehadiran Peri sudah Muncul membuat semua orang penasaran, Namun Sang Peri Jarang Sekali muncul
Mata Para wanita menatap Gia kagum, Iri dan cemburu
Sedangkan para Pria menatapnya Terpesona dan jatuh hati padanya
Gaunnya tidak menutupi pundaknya, namun desainya membuat Gia terlihat istimewa dan indah, Kulit Giok itu hampir membuat semua orang mimisan.
Melihat Pola Bunga di kening Gadis itu, Semua orang langsung membungkuk hormat
"KAMI MENYAMBUT PERI ALAM!!! "
Banyak yang Iri karna di usia sangat muda, Gadis ini sudah memiliki pijakan yang sangat kuat.
Gia menganggukkan kepalanya, lalu berjalan kearah singgasana, Disana Kaisar langit dengan Jubah Emasnya dan mata nya yang terus menatapnya, di sampingnya duduk seorang Ratu dengan gaun emasnya meremas tangannya dan memaksakan senyum senang, tapi matanya tersirat rasa iri
Lalu di samping kanan Duduk seorang pemuda dengan Jubah Putihnya dengan sulaman emas menatap gia terus, Pemuda yang sama Ia temui di bawah jendela, lalu seorang Perempuan yang duduk disampingnya menatap Gia cemburu
Kaisar langit berdiri dan anggota lainnya juga berdiri, dan memberi Hormat sopan pada Gia
"Kekaisaran Langit Menyambut Yang Mulia Peri Alam"
Gia menganggukkan kepalanya tanda menerima, Lalu memberi Kode pada Snowy
Pemuda itu, Pangeran Mahkota Long Suan mengenali Snowy karna rambut Putihnya, lalu berbalik menatap Gia dengan Gaun Birunya terkejut
'Jadi dia seorang gadis? Dan juga Peri? 'batin Suan
"Pangeran Mahkota, ini Kado Dari Wilayah Terlarang, Semoga anda panjang umur dan selalu adil nantinya"
Snowy melangkah ke depan dan menyerahkannya secara langsung pada Suan
Suan mengambil kotak itu gugup, Matanya penuh rasa tertarik pada Gia, Chen Ying yang melihatnya meremas Gaunnya
Kaisar lalu membantunya duduk dan menyiapkan semuanya dengan mewah, Gia menikmati makanannya dalam tenang, kalau dulu ia akan menggoda Snowy, tapi sikapnya menjadi Diam sekarang
"Tidak tau mengapa Yang Mulia Peri menggunakan Cadar di pesta? Apakah anda sakit? "suara gadis dengan nada sombong, membuat Snowy mendengus
'Kalau ia membuka cadarnya, kau semua akan kalah'bantin Snowy
Senyum sinis menghiasi wajah Chen Ying, Kaisar dan Suan gemetar dan mengutuk wanita itu bodoh, bahkan
"Emm Yang Mulia Apa anda ingin saya memanggil tabib"sahut Permaisuri sama sinisnya
Melihat bahwa wanita mereka ingin melawan Peri, mereka hanya bisa mengutuk di dalam hati
Gia diam, Lalu meminum tehnya anggun, bahkan raut kemarahan tidak ada, hanya dingin dan acuh
Lalu Gia berbalik menatap keduanya tenang, Mata Hijau nya membuat semua orang gemetar
'SANGAT DINGIN', batin mereka semua
"Maaf bila anda semua kurang nyaman saya memakai Cadar.tapi saya hanya tidak ingin anda semua di rugikan bila saya membukanya" ujar Gia dengan nada penuh ejekan
Geram, Chen Ying dan Permaisuri mengepalkan tangan mereka
"Yang Mulia, apa maksud anda kami di rugikan, apa anda jangan-jangan ohh... "
Mendengar nada Ejekan dan sinis itu, Gia tersenyum
Lalu berdiri,Dan mengarahkan tanganya tepat di cadarnya, Snowy yang melihatnya Tersenyum kemenangan, dan mengejek semua wanita disini
"Kalau saya membukanya... Kalian semua jangan menyesal ahh"
Perlahan Gia menarik cadarnya, Dan semua orang, termasuk semua wanita membeku dan mata mereka melebar
Sangat Cantik
Sempurna
Murni dan Halus
Kecantikan abadi
Wajah Seputih Susu, bibir pink tipis, pola sulur di samping alisnya sampai kening sangat indah, senyum Di wajah gadis itu bagaikan musim semi menyejukkan
"Sudah Kubilangkan"ujarnya malas
Gia menyerahkan cadarnya pada Snowy, Dengan Kecantikan seperti Dewi, Gia menjadi objek mata semua orang, bahkan para penari akan linglung saat mereka melihat Gia
Bukan apanya, semenjak Darah Peri bangkit, perubahan besar terjadi padanya.
Mata para Pria menatap Gia ingin memiliki gadis itu
"Uhuk... Yang Mulia bila hamba tidak sopan, Hamba ingin bertanya apa anda sudah menikah?"tanya Kaisar tiba-tiba
"Tidak"
Semua mata langsung menatap Gia berbinar, sekali lagi kaisar berbicara
"Lalu apakah anda ingin memilih calon suami di dunia atas, semua aspek mereka sangat baik, Apalagi Pangeran Mahkota kami"
Suan membusungkan dadanya bangga, senyum angkuh di wajahnya membuat Gia tertawa mengejek
"Pangeran Mahkota Suan? Kenapa? "
Suasana menjadi hening, Kaisar berusaha mendapatkan dukungan dari peri dwngan jalan pernikahan
Gia menyanggah wajahnya dan menatap semua orang acuh
"tidak ada jawaban? Maka akan saya jawab... "semua orang menajamkan telinga mereka
"Aku Menolak seorang Laki-Laki seperti burung merak dan juga laki-laki yang sudah memiliki wanita. Menjijikkan"
Suara dan wajah Gia penuh hinaan, wajah semua tamu memucat, anggota kekaisaranmemerah menahan malu
"Ia bisa meninggalkan istrinya, kalau anda setuju"
"Menolak. Aku sudah bilang aku paling benci Burung Merak yang suka tebar pesona dan menyikat semua gadis di luar sana"
"Apalagi Statusku sangatlah Mulia, apa dia bisa berdiri disamping ku. Mimpi"
Snowy mengacungknan jempolnya
Dulu Gia akan menggoda tiap pria tampan, sekarang ia malah memberikan jawabn pedisnya membuat semua orang kehilangan wajah
Ini semua karna Gia sedang tidak Mood sekarang
Akhirnya pesta tetap berlanjut,
"Yang Mulia, Salam Saya Pangeran Suan"
Gia berbalik menatapnya, Suan terkejut, Ini pertama kalinya ada seorang gadis menatapnya acuh dan santai, beda dengan yang lainnya
"Mm.salam"
"Yang Mulia apa anda ingi saya menemani anda berkeliling? "Tawarnya
Gia menggelengkan kepalanya
"Maaf, Pria dan Wanita harus menjaga jarak"
Meninggalkan Pria itu yang memerah
Gia berdiri dan pergi dari pesta, Snowy mengikutinya, Rombongan hewan gaib meninggalkan istana, dan menciptakan pola teleportasi membawa mereka langsung pulang ke wilayah terlarang
"Gia, Kemari"panggil Airin
Gia berjalan perlahan dan duduk di sampingnya
"Bagaimana? Apa kau menemukan pria tampan ahh" Goda Airin
Gia tersenyum biasa, Lalu menjawab "Tidak ada yang menarik"
Airin melihat sosok Gia yang berdiri berjalan pergi, Gia menjadi diam dan sifat Nakalnya mulai menghilang
Gia berjalan kearah sungai, dan duduk di pinggiran, mengambil Buah Apel -Nya, Gia duduk sambil makan dengan tenang
Ikan -ikan di sungai berenang mendekat ke kaki Gia, Gia menurunkan kepalanya dan tersenyum ramah
Ikan -ikan dengan warna emas menari -nari dalam air, mencoba menghibur Gia, tapi gadis itu hanya melihat dan diam
"Aku Merindukannya"gumam Gia
Tbc