
Badai Salju telah Usai, Keduanya sepakat untuk keluar dari Gua
Sanye dengan erat mengenggam tangan Gia, Gia hanya terkekeh melihat hal itu
Gia berbalik menatap Pria gagah di sampingnya, "Kau Sangat Overprotektif Jendral, Seakan aku akan lari Ahhh"
SanYe menatapnya, Mata pria itu sangat intens menatap gadis di depannya, "Iya, Aku takut kau lari Dengan Pria lain bila aku tidak cukup erat mengenggam mu, Sayang~"
Wajah Gia memanas, lalu memukul lengan Sanye keras
"Gombalan Tua"
Gia menciptkan Pola Sihir Pemanggilan Roh, Lalu ia merapalkan sebuah mantra pemanggilan, (Bayangin aja mbah dukun, tapi mulutnya ngak komat kamit juga 😂😂😂)
Sanye hanya berdiri melihat Gia melakukan Pemanggilan, Lalu Portal Sihir yang dibuat Gia bercahaya, dan sesuatu keluar dari sana
Kepala Serigala Putih Keluar dari Portal sihir, lalu tangan dan kakinya, dan Melompat tepat di depan Keduanya
"Snowy! "
Gia berjalan mendekati Snowy, lalu mengelus Bulu-bulu halus Serigala itu
"Bagaimana keadaan Yang lainnya? "
Snowy mengatakan pada Gia bahwa mereka baik-baik saja, lalu Snowy mengangkat lehernya dan mengendus -ngendus bau di udara
"Mereka Mendekat"
Gia menyipitkan matanya, Lalu mengambil busurnya dan menarik Sanye melompat ke pohon yang tinggi
Snowy ikut di belakang mereka, Sanye, pria itu menatap gia kesal
Merasakan tatapan seseorang padanya Gia berbalik menatapnya bingung
"Apaan? "
Sanye, Merapikan kondisi Topengnya yang miring karna cara gadis itu menarik nya dengan sangat kasar dan cepat, tidak ada sikap feminimnya
"Sayang~,apa kau ingin membunuh Calon Suamimu? Caramu menarikku seakan kau tidak sabaran menarikku ke kasur malam pernikahan kita... "Sanye mengedipkan sebelah matanya
Gia dan Snowy menatap nya Aneh, Gia tidak memerah layaknya orang di goda, hanya rasa aneh dan penasaran yang ia rasakan
'Sejak kapan Papan cuci ini mulai Genit? '
"Apa aku kasar? "tanya Gia menunjuk dirinya
Sanye menganggukkan kepalanya cepat, lalu mengeluarkan mata memelasnya
Melihat itu, Gia dibangkitkan oleh rasa kenakalannya, lalu dengan lancang menarik dagu pria itu mendekat
"Kau Nakal~"
Gia lansung meninggalkan pria itu dengan melompat ke dahan pohon lainnya dan mengikuti Snowy kearah lain
Melihat bahwa dirinya di tinggalkan Sanye merasa bahwa ia sudah kehilangan harga dirinya
Ia hanya mengikuti Saran Shu, untuk mendekati seorang gadis, jangan lupa Memberikan kesan baik, dan cobalah nakal
'Tunggu kau Shu'
"Sepertinya ada yang ingin bermasalah dengan ku"
Sanye dengan cepat mengejar langkah Gia, Dan berdiri disampingnya
Gia berjongkok dan memegang tanah yang mereka pijak, lalu menutup kedua matanya
"Ada Ratusan langkah kaki yang melewati daerah ini, dan mereka bukan manusia,.... Sekumpulan... Goblin"
Gia membuka matanya, dan mulai merapalkan mantra pelindung, Cahaya putih menyinari ketiganya, Sanye bisa melihat kaca transparan yang melindungi mereka
Snowy maju kedepan sebagai penyerang pertama
Langkah kaki dari jauh semakin keras saat mendekat kearah mereka bertiga, Sanye memeluk erat pinggang Gia
Gia kaget dan spontan menampar tangan pria itu, Lalu Gia menatapnya tajam
"Dasar Tukang Modus, Orang lagi mau bertarung kau malah pegang sana sini, Bisa fokus ngak..... Dasar Papan Cuci! "
Snowy hanya melirik Sanye, sambil menggelengkan kepalanya kasihan, Sanye memegang tangannya yang sudah di tampar Gia sakit
Gadis itu tidak segan segan memukulnya, Bukannya ia mencari untung, tapi ia hanya ingin melindungi Gadis-nya, oke?
(Sanye:Bagaimana Readers? Saya cocok kan? ")
Gia mengambil panah miliknya, Lalu membidiknya tepat ke depan mereka, Matanya menyipit dan Ia menembakkan panah nya seperti ia melihat dalam gelap dan raungan marah bisa terdengar di penjuru hutan
"Aaaarrrgggggghhhhhhh"
Gia menurunkan busurnya, lalu menatap Snowy, "Snowy Serang!!! "
5 jam kemudian
Gia, Sanye maupun Snowy bermandikan darah saat ini, Gaun Gia Sudah bercampur darah, bukan miliknya, tapi milik Goblin
Di sekitar mereka, Ratusan Mayat Goblin dari Kecil sampai yang paling Besar, Goblin Campion.tergeletak mati hasil pertarungan mereka
Jangan tanya kenapa mereka bertarung sangat lama, karna Semua Goblin itu menghindari Snowy dan Sanye, fokus mereka pada Gia yang di tengah, jadilah Gia mengeluarkan ekstra tenaganya
Gia berjalan kearah Snowy dan menyandarkan tubuhnya lelah
"Nasib Orang Cantik Ahh~~~~Aku Lapar~ mau makan! "
Gia menjerit dan mengeluh membuat telinga Snowy sakit, lalu mengibaskan ekornya, mencambuk Gia
"Kau Bisa-bisa gemuk! Tunggu saja Airin menghabisi mu"
Gia langsung pucat, dan melompat ke arah Sanye
Pria itu dengan cepat menangkapnya, dan menatap Sanye memelas
"Sayang~ aku lapar"
Deg
Sanye hampir mimisan karna tingkah Gia, lalu ia mengangkat gadis itu ala putri dan membawanya keluar dari hutan, Snowy hanya mengutuk pria itu bodoh 'Kau Bisa juga di kelabuhi dengan gadis rakus itu'