
Sanye terbangun saat mendengar suara teriakan Shu,ia membuka matanya dan menatap kesal pria didepannya
"Tuan.... Wuwhuhuhu. Selamat Racun anda sudah hilang.... Ini Keajaibaan.... "
Sanye langsung berdiri dan menyalurkan Energi dalamnya dan memerikasa tubuhnya, dan terkejut melihat bahwa Racun itu sudah menghilang
Namun ia tak merasa senang, ia hanya memiliki perasaan bahwa sesuatu dalam dirinya ada yang menghilang
Sanye berdiri dan berjalan keluar
Tubuhnya membeku saat melihat bahwa ada Perang dari jauh dibawah gemuruh petir, awan gelap
Namun Sanye bisa melihat siapa yang bertarung, Ia menatap Shu menuntup penjelasan
"Tuan.... Ini...kita diserang oleh Monster dan Peri Gia sudah pergi berperang"
Tubuh Shu mengigil, dan ia merasakan dingin di lehernya
"Gia.... "
Sanye mengalihkan pandanganya saat melihat seorang bertarung dengan Raksasa yang sangat besar, Matanya melebar saat melihat bahwa Itu Gia seorang diri
Racun yang hilang, membuatnya memiliki kemampuan nya meningkat, Ia dengan cepat memerintahkan Shu membantu mengerahkan pasukan
Sanye melompat dan menaiki Kuda miliknya, dan melaju dengan cepat kearah medan tempur
Saat ia sudah mendekat, ia melihat Yumo di tahan dengan panah menusuknya, ia langsung memiliki firasat buruk
Lalu ia melihat Airin sedang membaca mantra dan Ia menatap Gia yang terbang dan menebas raksasa itu
Tubuh Sangye membeku saat melihat darah menetes seperti Hujan ,Ia lalu melihat luka tusukan di punggung Gia
Ia merasa tertekan dan marah saat mengetahui bahwa Gadis itu memaksakan dirinya bertarung
Lalu ia akan melangkah saat Ia melihat Wajah Gia pucat pasi, dengan Kening berdarah
Ia langsung merasa bahwa tubuhnya kaku, Mengetahui kebenaran yang menusuk dirinya
Melihat bahwa Energi Ilahi Gia Menipis, Dan Melemah
Airin langsung berbalik dan berjalan meninggalkan tempatnya dan pergi kearah Sanye
Sanye masih linglung, dan Airin menatapnya lebih marah, tanganya terangkat dan meninju wajahnya keras
Bbuuuukkkhhhh
Membuat Sanye jatuh, dan menatap Airin
Airin menunjukknya dengan marah
"Karna kau.... Gia harus mengorbankan hidupnya! Apa kau belum cukup menikamnya, sekarang ia harus mengorbankan mutiara kehidupannya..... Kalian Pria adalah ********!!! "
Sanye tetap diam, ia tak tau harus menjawab apa
Dirinya sendiri tak tau harus menjawab apa, Karna ia tak tau bahwa Gia telah memberikan mutiara kehidupan perinya pada nya.
Lalu Sangye ingat bahwa Ia merasakan sakit saat racunya aktif, lalu merasakan Ada Rasa hangat masuk ketubuhnya
Masih linglung, Keduanya langsung mendengar suara Jatuh dengan dentungan keras
Sangye dan Airin mengalihkan pandangan mereka, dan melihat Gia terkapar dengan batuk darah, tubuh penuh luka
SAngye dengan cepat, berlari dan merengkuh tubuh Gia, Gia tidak sadarkan diri
Sangye melihat Pakaian nya sudah penuh darah, Namun gadis itu masih memasang senyum nya
Bukan malah menengkan, senyum itu seakan membawa harapan terakhir Gia
"Sayang~...bangun. Hei"lirih Sangye
Kelopak mata Gia bergetar dan membuka matanya melihat Sangye kasih
"Papan Cuci... Kau harus bertanggung Jawab ahh~~,Sekarang KehidupN ku sudah berada dalam dirimu"
Sangye menggerakkan tangannya dan mengelus kulit wajahh pucat Gia
Gia tersenyum lemah, "Mana mungkin, Aku terlalu mencintaimu Papan Cuci, Tolong Jaga Harapan Terakhir ku.......... "
Suara Gia sudah mulai melemah, Sangye membeku
"Men..cin..taimu~"
Setelah mengucapkan kalimat terakhirnya, Gia menutup matanya, Rambut hitamnya berubah menjadi Kuning Keemasan
Airin menahan air matanya
"Gia.... Gia... Bangun... Hei. Sayang~..!!!!"
Gia tetap menutup matanya, Sangye meneteskan airmata pertama kali dalam hidupnya dan merengkuh tubuh dingin Gia erat.
Sangye memberikan tubuh gia pada Airin, Pria itu lalu berjalan dengan Aura penuh tekanan dan kearah Raksasa
Sangye mengangkat matanya dan Mata Ungu gelap membawa hawa membunuh
Sangye menggerakkan tangannya ke depan, dan lubang merah muncul dari bawah, lalu ganggang pedang merah darah membawa hawa dingin muncul kebawah
Airin terkejut saat melihat pedang itu, Rambut Sangye Berkibar terbawa angin
"Ra... Ja... Raja... Iblis!!! "
Sangye memegang ganggang pedang dan menariknya keluar dan melesat pergi dengan cepat menebas Raksasa itu
Tebasan Sangye membuat tubuh raksasa membeku, lalu cahaya merah darah menyinari raksasa, dan membuat raksasa besar itu terpotong-potong menjadi kecil dan hujan darah.
Sangye berdiri dengan hawa membunuh disana, lalu matanya menatap tubuh Gia dalam pelukan Airin, Senyum gadis itu masih ada
"Aakkkkkkhhhhhhhh"Sangye berteriak Keras penuh kesedihan
Sangye langsung mengeluarkan Hawa membunuh pekat membuat semua Monster mundur dan menjauh.namun terlambat, Sangye mengayungkan lengan baju hitamnya dan cahaya seperti tali merah menyebar dan menebas semua monster
Membuat semuanya kaku, lalu berubah menjadi daging cincang dan darah menyembur seperti hujan
Sangye tetap berdiri diam ditumpukan mayat
"Aarrrggghhhhhh......... "raungan penuh kesedihan dari Pria tampan itu membuat semua pasukan merasakan iba.
Airin menunduk dan menatap Gadis dalam pelukannya, lalu bersiul, dan Pola Teleportasi muncul
Sangye berbalik menatapnya tajam, namun diabaikan oleh Airin
Tubuh kedua gadis itu bersinar diikuti semua Hewan Spritual, dan lenyap dari sana
Sangye mengepalkan tangannya, dan berbalik menghilang terbawa angin
*********************
Airin muncul di depan Pohon kehidupan, membawa Gia di pelukannya, Airin membaringkan tubuh gadis itu di dalam lubang Pohon
Tubuh Gia langsung bercahaya menjadi Ungu dan semakin bersinar, dan tubuhnya berubah menjadi Kristal Ungu berada di tengah batang pohong dan langsung di tutupi
Snowy berjalan dan menatap Airin"Dengan begini, Ia akan menentukan hidupnya, apa tetap disini atau pergi"
Setelah mengatakan itu, Snowy berseru, "Tapi kenapa bewarna Ungu? Bukankah hijau? "
Airin merapikan rambutnya dan berkata, "Ia sudah mengorbankan Mutiara miliknya, berarti Ia sudah memilih Raja Iblis sebagai Pasangan hidupnya, Dan Itulah sebabnya Kristal Gia bewarna Ungu"
Snowy menatap Pohon kehidupan, lalu berbalik pergi
Alasan Airin memasukkan Gia di pohon kehidupan, agar gadis itu bisa diselamatkan
Penyembuhannya akan berhasil bila ia rawat di pohon kehidupan, Namun berapa lama itu tidak ada yang tau
!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Sangye disisi lain kembali ke alam iblis dan memusnahkan seluruh makhluk alam iblis yang telah berkhianat
Semua iblis terkejut saat melihat bahwa Raja mereka kembali dengan selamat, dan membunuh dengan kejam dan sadis
Namun mereka bisa merasakan kesedihan pekat dari tubuh pria itu, ditutupi dengan hawa membunuh miliknya.