I AM A FAIRY

I AM A FAIRY
10



Sampai di lapangan luas, Disana beberapa murid lebih banyak dari tadi pagi, saling mengobrol, Mereka juga sudah membawa Senjata mereka.


Kedatangan Gia, membuat suasana yang tadinya berisik menjadi hening, Gia hanya bisa tertawa dalam hatinya.


Langkah kakinya pelan namun tegas, membuat semua orang kagum, padahal kalau dilihat mereka semua lebih tua dari gadis itu, Namun Identitas Gadis itu sangat kuat diusianya yang muda.


"Halo Semua. Hari ini kelas pertama kita dalam latihan pertarungan, dan Oh aku sangat tegas loh"Gia mengedipkan matanya,


Walau mereka mendengar, Nada Biasa, namun hati mereka menekankann bahwa Ucapan gadis itu serius.


Mereka menganggukkan kepalanya tanda mengerti


"Ahh disini berbagai keahlian senjata orang berbeda-beda, dan Juga tekniknya punberbeda"


Gia melangkah kearay seorang Pria dengan tinggi sekitae 180 cm, dan perawakan tegas, tersenyum ramah


"Bisa pinjamkan Pedang mu? "


Wajah pria itu memerah, Dan ia dengan cepat memberikan pedangnya


Bilah pedang sangat tajam, Gia tersenyum ceroboh


Mengayungkan pedanngya dengan terampil, Gia mengabaikan semua tatapan murid yang melihatnya.


Ayunan Pedang Gia, sangat cepat dan tebasannya membuat semua orang meneguk ludah mereka, Bila gadis itu turun di medan perang sungguhan, berapa banyak Nyawa yang ia ambil.


Memikirkan hal itu juga, Pria yang memberikan Gia pedang, Menatap gia seperti seorang idola


"Kalian pengguna pedang adalah Tipe jarak dekat, Kalian harus bisa menguasai berat, Dan ayunan pedang kalian, Keluar Kekuatan Internal kalian, dan pusatkan pada tiap tebasan, Lalu Tebas dengan cepat."Gia menjelaskannya dengan wajah tegas, Dan ia juga memberikan beberapa gerakan.


Setelah Gia bertanya apa semua paham, mereka menganggukkan kepala kompak, Gia tersenyum dan berjalan mengembalikan pedang itu


"Siapa Namamu?"tanya Gia


Pri itu memerah


"Perkenalkan Yang Mulia, Namaku Song Lan, Dari Kediaman Song"


Mendengar itu, Gia menganggukkan kepalanya, SongLan bisa dibilang Cukup tampan, dengan kulit Sawo matang, dan mata gelapnya


Gia kembali ke tempatnya, dan mulai berjalan lagi kearah siswa lain dengan senjata berbeda, sampai di Tipe Panah.


Hanya Seorang Pria dengan wajah Bayi, kulit putih dan matanya bersikap malu-malu saat gia datang


"Halo Siapa Namamu? "


"Song Yu"


"SongYu, apa kau saudara song lan? "


Song Yu menganggukkan kepalanya, Lalu Song Lan datang kearah mereka berdua


"Peri ini saudara laki-lakiku, ia sangat mahir dalan Jarak jauh"puji Song Lan


Melihat bahwa hubungan antara keduanya sangat baik, Gia tersenyum ramah.


Snowy melihat itu dari jauh hanya bisa menggelengkan kepalanya, Setiap Gia lebih Ramah tersenyum, maka ia akan tertarik pada orang itu.


Gia dan Sikap genitnya yang langka.


Latihan Sore selesai, Semua orang kembali ke asrama mereka, Lalu Gia juga kembali, Ingin tidur.


Snowy membiarkannya Tidur di punggungnya


"GIA!!! "teriakan Nyaring seorang gadis membuat, Gia yang terlelap. Langsung melompat dari kasur


Disana di depan Pintu, Airin berdiri dengan wajah tersenyum, namun aura dinginnya membuat Gia mengigil


"hahaha.... Kakak Rin Halo"


"HALO -HALO, SEKARANG BANGUN KAU PEMALAS! "


Gia di tarik dari kasur, ia hanya bisa pasrah, Padahal di luar masih Gelap, yang artinya masih subuh.


"Kakak Rin ini sebenarnya ada apa? Aku masih mengantuk"keluh Gia


Airin mentapnya dingin, melipat kedua tanganya, Airni menjitak keras Kepala Gia, membuat gadis itu meringis sakit


Selatan?


Gia langsung tersenyum dan ia dengan malas membaringkan dirinya di kasur.


"Aku menolak"


"Tidak Bisa. Diluar Kaisar itu sendiri yang datang, kita tak bisa memberikannya wajah, Sekarang bangun dan bersiap"


Gia dengan pasrah mengikuti Airin ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudia, Gia keluar dari kamarnya, Gaun merah mudanya


panjang,


Selendang Hijau mudanya melayang, menciptakan bayangan Seorang Dewi, Tanda Bunga di keningnya ,rambutnya dibiarkan tergerai, Aksesoris rambutnya adalah Jepit Rambut bunga. Keras gaun putih serta Sulaman merah di sekitar Kerahnya,rok panjang putih membuatnya selaras dengan gaun merah muda nya.


Gia tersenyum percaya diri melihat Penampilannya, tidak sia-sia ia berdandan, Ia akan membuat Kaisar Laknat itu menyesal.


Airin sudah kembali Ke wilayah Terlarang, Snowy yang di belakangnya mengikuti Gia ke ruangan Dekan.


Di dalam Ruangan Dekan


"Kaisar Yu, Uhuk... Uhuk kedatangan anda sangat tiba-tiba"dekan berusaha mencari peluang pergi


"hempt ini semua karna Peri sombong itu, terlalu meninggikan dirinya, Dia pikir Dia siapa"Kaisar Yu mendengus marah.


"Karna Aku Utusan Dewa, Peri Alam"


Suara gadis itu terdengar lembut, namun dingin disaat bersamaan.


Kaisar Yu beserta Dekan, bersamaan melihat kearah pintu.


Disana Gia berdiri dengan anggunya, menatap lansung kearah Kaisar, Kaisar Yu mengigil takut. Mata gadis itu sangat dalam.


"ah.. Ini... Kedatangan saya disini ingin... "


"Siapa yang menyuruh mu bicara"Gia melangkah kedepan.


Kaisar melihat bahwa Penampilan Gadis ini, bukan lah berlebihan bila ia menjadi Kecantikan langka.


"Pertama. Kau menganggap dirimu berkuasa dan memandang identitas Peri ini. Kedua, Kau tidak memberikan rasa hormat mu dan sopan santun saat kami berkunjunt, Ketiga, kau meremehkan ku di belakang ku, Apa kau pikir kau itu kaisar yang mampu menguasai semuanya"mata dingin gadis itu membuat Pria itu, kaisar hampir bersujud.


"KAISAR YU, DENGAN INI PERI ALAM DAN WILAYAH TERLARANG AKAN MEMUTUSKAN HUBUNGAN, SAYA TIDAK AKAN MEMBANTU KALIAN APAPUN YANG TERJADI"


Mendengar suaranya, Kaisar Yu terbelalak kaget, ia ingin berbicara, Namun dihentikan oleh Snowy


Serigala Salju itu menggeram marah, memperingati pria itu agar diam, Berbalik, Snowy mengikuti Gia


Saat berjalan menikmati suasana damai, Gia melihat siluet pria yang ia anggap familiar


"SanYe"teriak Gia


Pria itu, SanYe berbalik dan melihat Gia, Ia terpukau dengan penampilan Gia yang mencerminkan seorang yang kuat dan anggun.


Gia berjalan mendekat, lalu senyum ceria nya muncul di bibir tipisnya


"Ahh Si Tampak apa kau disini menungguku? Kau merindukan ku? "


Snowy hampir terpeleset mendengar kalimat Narsis gadis itu, ia lupa Gia memang tak tau malu.tapi bisa di percaya


SanYe memerah, ia hanya memasang wajah dinginya, menyembunyikan rasa malunya.


Gia dengan berani lebih mendekat, jarak mereka cukup dekat, hingga Gia bisa mencium bau Mint dan Cendana, membuatnya hampir menerkam Pria itu.


Sedangkan SanYe, ia bisa mencium Bau bunga dari gadis itu, menyegarkan.



Akhirnya Gia dan sanye berpisah, karna Airin sudah ada di kamarnya, mengangkat Gaunnya tinggi, Gia berlari kencang ke kamarnya


Disana Airin berdiri menyilangkan kedua tangannya menatap nya tajam, Lalu Kelopak-kelopak bunga membentuk pusaran menutupi keduanya.


Dan menghilang dari kamar itu.