
"ahhh aku lelah"
"Istirahat hahhh"
"Kumohon beri aku sedikit istirahat"
Hy
"aahhhhhhhkkkkkkk"
Keluhan dan teriakan Gia bergema di Hutan Terlarang(biasanya thor juga pakai Wilayah)
Gia ngos-ngosan, keringat membasahi wajahnya, Rambutnya acak-acakan, Ia juga menghirup udara sebanyak-banyaknya
"Tidak. LARI Lagi! "teriak Airin
Gia menggelengkan kepalanya tanda menyerah, Ia Kelelahan, Airin Menatapnya tajam dan mengancam
"Gia kau sebagai perempuan bisa gemuk kalau makan manisan terus, lihat pahamu mulai besar, Sekarang Lari"
Gia terlentang tidur di rerumputan, tubuhnya kelelahn, apalagi Jiwanya
Ini semua karna Airin, menemukan bahwa Gia selalu makan dan makan, dan semuanya mengandung kalori, Tapi menurut Ia gemuk itu tidak jadi masalah, Asal kan Ia bahagia, Ia terlalu malas melayani pendapat orang lain soal berat badan, Tapi Airin mengancam akan menyiksanya sampai beratnya turun
Ini Neraka.
Gia:Thor ,Gia capek 😫
Thor:Sabar,kita sama-sama menjalani olahraga menurunkan berat paha
Gia meraung sedih, Banyak hewan Spritual yang hanya melihat Gadis keras kepala dan nakal itu, Mereka hanya merasa terhibur, karna jarang sekali Gia tersiksa biasanya ia yang akan menyiksa orang lain.
Gia menatap Snowy yang duduk di batu besar marah
"Ini semua salahmu! Kau tidak bilang Rin datang! "
Gia memberikan tatapan tajam Pada Snowy, Snowy mendengus dan melanjutkan tidurnya
"Itu urusanmu, Makan terus"pikir Snowy
Airin menarik Gia berdiri, Gia hampir saja jatuh, ia tak bisa merasakan kaki dan pahanya, semua sakit
"Sekarang Lari"
Gia dengan kepala menuduk kembali berlari lagi, Ia tak benci olahraga, hanya malas saja.
Apa bedanya coba 😅
Kulit Gia yang sudah putih, memerah karna panas, bibirnya kering, tenggorokannya menjadi tandus.
Airin akhirnya menyuruhnya istirahat, Dan mengurangi makan Manisannya.
Gia dengan langkah tertahtih berjalan ke batu besar tempat Snowy, membaringkan dirinya disana
Memejamkan matanya tidur, Gia sangat Lelah sekarang, Snowy Melihat hal itu hanya meliriknya malas
Untung Saja Ia tak terlalu banyak makan, Jadi ia tak senasib Gia,
Airin sangat menegaskan keindahan ,dan Berat badan lebih harus di turunkan.
Airin sebagai Elf memang sifatnya yang harus tenang dan damai, serta menyukai keindahan.
Sambil memejamkan matanya, Gia menyalurkan Energi Ilahinya ke Arah Utara, kediaman Jendral, Ia rindu Pria papan cuci itu
Energi Ilahi, bisa di jadikan Indra bagi Gia, Dan ia sekarang menggunakannya sebagai Indra Penglihatan
Semakin masuk ke Kediaman SanYe, gia memfokuskan energi nya pada Pria itu, dan mengarahkannya pandangannya ke arah kamar mandi
Melihat itu, Gia memerah,tapi senyum nakal tersungging di wajahnya.
Kabut panas kamar mandi, tidak menghalagi Gia untuk melihat tubuh Pria tampan itu, Disana SanYe tanpa sehelai benang pun berdiri, Hanya memperlihatkan tubuh bagian atasnya sedangkan yang dibawah..... Di tutupi kabut.
"Ahhhh"gia terkikik bahagia
Snowy di dekatnya melihat kelakuan Gia mulai merasakan firasat buruk soal itu, Gia pasti membuat Ulah
SanYe memejamkan matanya, berendam di air kolam, Gia menutupi Mulutnya menahan iler
"Waahhh ototnya itu lohh.... "
"uhhhh siapa bilang cowok tampan itu yang gayanya bagus? Lah ini mandi aja masih tampan"
"Shit! Kulitnya itu loh, pengen di sentuh ahh"
Gia asik berbicara sambil memanndang SanYe, disisi lain SanYe merasakan ada orang lain langsung berbalik dan Gia membeku, menarik energi ilahinya kembali.
Jantung Gia berdetak tak karuan, antara malu dan semangat, tontonan pria mandi adalah yang PALINGHEBAT.
Gia kembali memejamkan matanya, dan kali ini ia benar-benar tidur, tidak mengintip lagi.
.
.
Gia kembali Ke akademi Xuan lagi, dan dengan Sihir Bunga juga
Wajahnya kusut, tanda lingkaran hitam di bawah matanya, membuatnya terlihat kasihan
Gia sudah di siksa oleh Airin selama seminggu lebih, Dan ia harus kembali ke Akademi karna akan ada Makam Kuno yang akan terbuka, dan Beberapa murid terpilih akan kesana mewakili masing-masing sekolah.
Gia menggunakan Gaun selutut bewarna merah muda, rambutnya di ikat agar tidak bertebaran.
Saat berjalan kearah lapangan depan Akademi, beberapa guru dan Siswa lainnya menyambutnya, Dekan secara pribadi menyambutnya.
Setelah Gia duduk di tempatnya, Dekan kembali berbicara
"Kalian yang terpilih akan mewakili Sekolah ini, Selalu berikan penampilan Terbaik kalian, dan jangan mencoreng nama Akademi, serta Kembali lah dengan selamat"
Akhirnya Dekan menemati 10 Siswa, dengan masing-masing 5 perempuan dan 5 laki-laki.
Ada Rong Yan,Kembar Song juga.
Gia mintaki menemani dan menjaga mereka selama di wilayah Kuno, Mau tak mau harus.
Seperti berkemah, batin Gia.
Gia mengambil Buah apel miliknya, dan memakannya dengan santai, Snowy menjadi tungangan hanya bisa mendengus pasrah, Gadis ini belum kapok.
Perjalanan ini memakan waktu sampai beberapa minggu, Dan akhirnya mereka sampai di Makam Kuno
Ada Lubang dimensi didepan mereka, dan juga beberapa murid dari Akademi lain juga ikut serta, Gia bukan saja mengawasi ke sepuluh orang ini, namun semua murid yang ikut, bisa dibayangkan stresnya ia.
Kedatangan Gia menjadi objek mata semua orang, Hanya Gia yang memiliki Simbol Bunga Teratai di keningnya sebagai tanda identitasnya.
Mata Gia menyipit, membaca mantra, Ribuan kelopak Bunga Datang mengelilingi Gia.
Gia mengayungkan lengannya, dan Semua kelopak bunga menuju masing-masing orang, dan menyelip ke kening mereka.
"Saat kalian dalam bahaya, Tekan Saja kening kalian, aku akan datang"seru Gia dan mengibaskan tangannya malas
Semua orang menatap gadis itu kagum, apalagi Gia yang menciptakan gelombang kelopak bunga itu.
Rong Yan menatap Gia penuh Kebencian, Dia iri kenapa identitas semulia itu harus Perempuan aneh itu, Gia, yang mendapatnya, Kenapa bukan dia? Apa yang kurang darinya? Ia berbakat dan cantik?
Memikirkan hal itu Rong Yan mengepalkan tanganya.
Gia tidak bodoh, Oke Dia peka, apalagi tatapan itu, ia merasakannya, tapi terlalu malas melayani orang itu.
Ia sudah membaca banyak novel tentang Penjahat wanitanya.
Jangan salahkan Gia, Ia terlalu cantik hohohoho