
Jauh di dalam Kerajaan Bulan, dari timur ke barat ada istana kuno, keharuman anggrek masih menyala di dalam istana, kabut putih mengayunkan, menidurkan orang untuk tidur.
Para pelayan menutup gorden sutra Perak dengan bordir mewah, membuka pembakar dupa dengan ringan, menambahkan lebih banyak dupa dengan menggunakan sendok emas, lalu dengan lincah meninggalkan ruangan tanpa bekas.
Baili Dongfang sedang berbaring di atas sofa Cendana yang dihiasi oleh emas, lengannya menopang kepalanya , rambut hitamnya yang tengah malam tergeletak dan di tangan kirinya terdapat sebuah gulungan tua
Dua wanita berlutut di sampingnya, memegang pembakar dupa, pakaian yang mereka kenakan sangat tipis!
Baili Dongfang dengan dingin tersenyum, Pang! Dia menendang pembakar dupa!
"Keluar!" Suara yang dalam dan terasa dingin, bergoyang-goyang di istana yang luas. Istana Bintang!
Kedua pelayan saling pandang, gemetar di samping kaki Baili Dongfang , satu tangan memegang jubahnya "Yang Mulia, apa yang hamba ini lakukan salah, pelayan ini bisa berubah... ..."
Wanita itu mengangkat wajahnya, matanya berkilau karena air mata, bulu matanya yang panjang berkibar seperti kipas angin.
Setiap pria tidak akan bisa menahan godaan semacam ini.
Tapi Baili Dongfang tidak seperti pria lain!
Saat itu ketika seorang pelayan ingin jatuh ke pelukan Baili Dongfang, sebuah Lampu perak terbang kearah Pelayan itu
Dahi pelayan istana itu miring ke samping, lalu gumpalan darah yang mengerikan tiba-tiba keluar dari sudut mulutnya.
Baili Dongfang tertawa terbahak-bahak, dan tanpa buru-buru melepaskan lengan bajunya dan melemparkan jubahnya, "Bakar itu."
Segera setelah mengucapkan itu, tubuh pelayan yang menyentuhnya kini terbakar oleh Api yang tidak tahu darimana asalnya.
Suara ketukan pintu membuat Baili Dongfang mengerutkan keningnya.
"Yang Mulia saya mendapat informasi dari Kerajaan Bulan."
"Masuklah!" Seorang Pria berpakaian hitam masuk dan membungkuk pada Baili Dongfang.
"Bicara!"
"Yang Mulia Kaisar Kerajaan Bulan kini berganti menjadi Putri Mahkota Li Wei"
"Hm...sangat bagus! Besok Zhen akan datang dan mengucapkan selamat pada Tunangan kecil Zhen"
Istana Bulan...
"Kangjian Carilah setidaknya 100 Remaja Yatim piatu dan bawa mereka ke belakang halaman Istana Bulan!" Li Wei ingin membuat pasukan yang setia padanya.
Li Wei tidak percaya kalau seluruh Pelayan atau Penjaga di Istana Bulan dapat diandalkan, siapa tahu mereka mata-mata dari Kerajaan lain.
"Melaksanakan tugas Yang Mulia!" Jawab Kanjian dingin. Entah kenapa sikapnya menjadi sama seperti Nonanya, mungkin karna selalu bersamanya.
Setelah itu Kangjian melesat keluar. Saat ini Kangjian berada di Peringkat Raja .
"Kak!" Li Wei menoleh mendapati adiknya yang menatapnya dengan binar penuh harap.
Li Wei menepuk kursi disampingnya menyuruh Li Shi untuk duduk. Li Shi dengan cepat duduk.
"Ada Apa?"
"Kak Malam ini ada Lelang di rumah Pelelangan Hanzou! Aku mendengar disana akan melelang Barang yang bagus!"
Li Shi menceritakan dengan semangat. Disana ada Pedang Es yang dulu sangat dia impikan!
"Ada sesuatu yang kau inginkan?" Li Shi mengangguk dengan cepat.
"Baiklah, Ayo pergi!" Li Shi berteriak senang, Li Wei tersenyum kecil lalu menggandeng Adiknya keluar menuju tempat penyimpanan Kereta.
Salah seorang Kasim melihat Li Wei dan Li Shi langsung membungkuk dan memberi salam.
"Salam pada Yang Mulia dan Putri kedua." Li Wei melambaikan tangannya menyuruh Kasim itu bangun.
"Antarkan Saya dan Adik saya ke Rumah Lelang Hanzou!"
"Menuruti Perintah Yang Mulia." Kasim itu segera menuntun Li Wei dan Li Shi memasuki kereta, dia juga memanggil beberapa Penjaga tingkat tinggi untuk mengawal mereka, takut akan terjadi hal tak terduga di perjalanan.
--------------------
Pendek ya? Maafkan saya:(
Jangan lupa Like dan Comment;)