How to Defeated The Kingdom?

How to Defeated The Kingdom?
28. Kembali dengan Dendam



Feng Shui menodongkan pedang ke leher Li Guo.


"Li Guo, serahkan anak ******** itu dan kau akan kubiarkan pergi."


"Tidak akan!" Mendengar itu, Feng Shui tampak tidak senang dia mengangkat pedang dan menebas kepala Li Guo.


Kasim Fang mengeluarkan tangisan putus asa, saat melihat adegan itu di kejauhan.


---------


Penglihatan Gu Yanhao mulai memudar.


Pedang panjang Feng Si datang seperti kilat ke arahnya.


Gu Yanhao mengangkat pedangnya dengan cepat dan memblokir pedang panjang Feng Si. Dia mundur beberapa langkah dari serangan kuat itu.


Gu Yanhao batuk dan memuntahkan seteguk darah. Dia terhuyung dan pedangnya yang tajam jatuh ke tanah.


Meskipun dia lemah, punggungnya masih tegak.


"Kerajaan Bulan tidak akan pernah hancur selama aku ada disini!"


Suara keras Gu Yanhao terdengar. Para prajurit Kerajaan Bulan mengangkat senjata mereka tinggi-tinggi dan mereka bersorak dengan keras untuk menyemangati yang lain.


"Kerajaan Bulan tidak akan pernah hancur!!"


"Serang!!!"


Penyerangan ini adalah serangan paling menyakitkan di hati para Rakyat Kerajaan Bulan. Banyak tokoh penting dan Rakyat tak bersalah tumbang dalam perang ini, mereka janji akan membalaskan dendam pada Kerajaan Bintang.


Para prajurit Kerajaan Bulan bergegas maju ke Medan perang setelah mendengar apa yang dikatakan Gu Yanhao.


Mereka tidak peduli dengan nyawa mereka, mereka adalah prajurit dan mereka harus melindungi kerajaan.


Mereka harus bergegas maju untuk kerajaan dan keluarga mereka juga. Ini adalah misi para prajurit.


Mata Gu Yanhao bengkak. Dia memandangi para prajurit yang tidak takut menghadapi kematian. Dia membungkuk kepada mereka dengan hormat.


Kemudian, dia bergegas menuju Feng Si.


Feng Si berdiri disana dengan senyum mengejek. Dia menikam bahu Gu Yanhao.


"Kau telah mengkhianati Kerajaan Bintang lalu bekerja sama dengan Kerajaan Bulan dengan tenang seolah kau tidak memiliki kesalahan apapun? Gu Yanhao kau adalah pria paling menjijikan yang pernah aku temui!"


Tubuh Gu Yanhao bergetar, dia menerima hinaan dari Feng Si dengan diam. Dia tidak melawan karna itu memang benar.


"Jenderal Gu..." Jenderal Chu menatapnya dengan tatapan tidak percaya.


"Ya, aku melakukan itu." Gu Yanhao menyeka noda darah di sudut mulutnya, dia tampak gigih dan tidak ada ketakutan di matanya, "Maka dari itu, bunuhlah aku dan bebaskan orang-orang Kerajaan Bulan."


Semua orang dari Kerajaan Bulan terkejut ketika mereka mendengar itu.


Gu Yanhao memang penghianat Kerajaan Bintang, tapi dia punya alasan tersendiri saat ia melakukan itu.


Feng Si memiliki kemarahan di matanya, dia punya keinginan untuk membunuh Gu Yanhao sekarang.


Sekali lagi dia menghunus pedangnya dan menusuk Jantung Gu Yanhao.


Ekspresi wajah semua orang berubah pucat.


Mata Jenderal Chu bengkak, dia berteriak dan menikam Prajurit Kerajaan Bintang yang berdiri di depannya, menghalangi jalanya. Dia hampir menangis karena cemas.


Gu Yanhao disisi lain sudah ambruk ke tanah.


"Jenderal Gu!" Jenderal Chu menangis.


Gu Yanhao tersenyum lembut pada Orang-orang Kerajaan Bulan sebelum menutup matanya.


Tertegun, Orang-orang Kerajaan Bulan segera menghentikan pertarungan dan berlari ke Gu Yanhao.


Mata mereka semua berkaca-kaca saat melihat mayat Gu Yanhao.


Feng Si disisi lain tertawa dengan keras, mentertawakan betapa lemahnya Kerajaan Bulan.


"Bunuh mereka semua! Jangan biarkan satu pun hidup!" Feng Si memerintahkan Prajuritnya.


Prajurit Kerajaan Bintang dengan cepat bergerak dan membantai Kerajaan Bulan sampai habis.


Kerajaan Bulan saat ini tertutup dengan genangan darah, langit mendung menambah kesan menakutkan.


Feng Si dan Feng Shui memerintahkan Prajuritnya untuk pergi setelah memastikan tidak ada orang lagi yang hidup.


Setelah mereka pergi, cahaya keemasan muncul di langit.


Disana ada seorang gadis dengan rambut Perak melayang turun ke tanah.


Dia menatap mayat-mayat yang berserakan dengan dingin. Segera udara di sana berubah menjadi sangat dingin.


Gadis itu berlari menuju Istana Bulan dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.


Li Wei khawatir dengan Adiknya dan Kakeknya, jadi dia dengan keras menendang pintu Paviliun Li Guo.


Li Wei menatap sekelilingnya dan tatapannya berhenti pada sebuah kepala yang menggelinding dengan mata terbuka lebar.


Dia menggertakan giginya, Orang biadab itu!!! Dia membunuh Kakeknya!


Li Wei mendengar sebuah ketukan dari bawah lantai. Apa itu? Ruang bawah tanah?


Dia berjalan ke sana dengan sebuah harapan di matanya, dia berharap ada Adiknya di sana.


Ruang Bawah tanah itu cukup tersembunyi jadi sedikit sulit saat menemukanya.


Ruang bawah tanah itu gelap dan pengap, membuat orang tak betah berlama-lama disana. Tapi Li Wei tidak memperdulikan itu, dia berjalan menyusuri Ruang bawah tanah.


Dia bisa melihat sesuatu walaupun itu gelap, dan dia melihat sebuah pintu. Dia tanpa ragu membukanya.


Saat ia membukanya, sebuah pelukan mendarat di tubuhnya.


-------------------


Jangan lupa Like dan Comment;)