
Ah ya, Li Wei baru ingat kalau dia mempunyai adik. Li Wei bangkit dari tidurnya dan berjalan dengan cepat menuju istana dingin.
"TUAN JANGAN TINGGALKAN SAYA!!!" Kaibo berteriak dan berlari menyusul Tuanya.
Saat Li Wei masuk ia dihadang oleh penjaga, Alhasil tubuh penjaga itu hangus dibakar Kaibo.
Li Wei tiba di depan pintu ruangan dimana Adiknya dikurung. Dari pintu saja ia sudah merasakan dingin yang menggelitik bulu kuduknya. Kaibo yang melihat Tuanya kedinginan langsung memanjat tubuh Li Wei dan duduk di bahunya lalu menyalurkan Elemen api ke bulunya, Li Wei tampak membaik dan membuka pintu.
Di dalam ruangan itu terdapat satu meja kecil dan Kasur tipis yang terdapat sosok tubuh kecil yang meringkuk bergetar karna kedinginan.
Pandangan Li Wei penuh rasa bersalah, Jika saja dia datang lebih cepat!
Tubuh kecil itu menyadari seseorang tengah memeluknya , itu membuat tubuhnya menghangat.
Li Shi mendongak dan melihat wajah Kakaknya yang sangat ia rindukan.
Li Wei merasakan bahunya basah, Apakah adiknya menangis? Li Wei melepas pelukannya lalu mengusap air mata Li Shi dengan lengan Bajunya.
Kaibo? Jangan ditanya ia tengah meringkuk di sudut dengan tubuh bergetar. Ia berusaha menahan tangis saat melihat momen menyedihkan itu, dia harus terlihat gagah di depan Tuanya
"Kakak Kenapa kau kemari?" Li Shi bertanya dengan suara serak dan bergetar. Bibirnya sangat pucat!
"Kaibo datang dan Hangatkan tubuh Li Shi!" Bukanya menjawab Li Wei memerintahkan Kaibo setelah melihat bibir Pucat Adiknya. Kaibo yang mendengar perintah Tuanya langsung berlari menuju Li Shi dan menghangatkanya.
Binir pucat Li Shi perlahan membaik dan menjadi bibir pink yang imut!
"Kakak apakah ini hewan kontrak mu?" Li Shi bertanya dengan semangat saat melihat Kaibo yang imut melupakan kesedihannya. Li Wei yang melihat Adiknya senang pun turut senang namun wajahnya tetap sedatar tembok.
"Ya."
"Apakah aku boleh menyentuhnya?"
"Ya." Setelah mendengar jawaban Li Wei, Li Shi memeluk Kaibo dengan erat. Kaibo tak tau harus tertawa atau menangis, ia adalah binatang Ilahi yang dihormati namun kakak beradik ini memperlakukannya seperti Binatang biasa!
"Tuan Tolong aku...Wuu...wuuu" Kaibo menangis keras namun diabaikan oleh Li Wei. Apapun akan ia lakukan untuk melihat senyum Adiknya, ia sudah cukup tersiksa di istana dingin.
Li Wei melihat tubuh Adiknya, itu sangat kurus dan terlihat seperti Tulang yang tertutup kulit!
"Kakak kau mau membawaku kemana? Masa hukumanku belum selesai!" Li Shi takut jika para Selir jahat itu juga akan memasukan Kakaknya ke istana dingin. Tidak...Ia tak mau itu! Cukup dirinya saja yang dihukum!
"Diam!" Li Shi bungkam setelah mendengar bentakan Kakaknya. Kakaknya yang dulu berbicara padanya saja harus terus menunduk tapi kenapa sekarang Kakaknya sangat berbeda?
Li Wei membawa Li Shi ke kediaman Permaisuri, Paviliun Embun.
Li Wei mendudukkan Li Shi di tempat tidur dan menyuruh Pelayan membawakan makanan dan baju untuk Adiknya.
Pelayan itu Kebingungan namun tetap melaksanakan Perintah Li Wei.
"Kak dimana Ayah dan Ibu?" Li Shi tidak tau berita kematian Ayah dan Ibunya karna tidak ada seorangpun yang datang ke istana dingin.
Li Wei mengelus kepala Li Shi dengan lembut. Ia tak ingin mengatakan hal seperti itu pada Li Shi tapi jika Li Shi mendengarnya dari mulut orang lain Mungkin ia akan membencinya.
"Mereka sudah pergi"
"Pergi kemana?"
"Mereka pergi atas undangan tuhan" Suara Li Wei sangat Lirih namun Li Shi dapat mendengarnya. Mimik wajahnya yang tadinya semangat kini Redup.
"K-kak kau pasti bercanda kan?" Li Shi melihat wajah serius Li Wei langsung memeluknya dan menangis lagi.
"Sttt, Jangan menangis! Apakah kau Lupa kalau punya Kakak disini?" Li Shi menghentikan tangisannya namun tak melepas pelukan.
Li Wei tersenyum tipis, Tangannya mengelus kepala Li Shi.
Jika Ibunya sudah tiada ia akan melakukan peran Ibu didepan Li Shi agar Adiknya tidak bersedih lagi.
Mendengar nafas teratur Adiknya ia melepas pelukan dengan pelan agar tak membangunkan Adiknya, lalu menidurkan Adiknya di Tempat tidur.
"Kaibo kau mendapat informasi?" Li Wei melihat Kaibo yang datang melalui jendela. Sebelumnya Li Wei menyuruh Kaibo untuk mencari informasi di luar.
"Tuan besok adalah Acara penobatan Anda, Pemimpin kerajaan Bulan selanjutnya!"