
Hari ini Para pelayan sangat sibuk mengatur persiapan Penobatan Penerus kerajaan Bulan selanjutnya.
Sementara mereka sibuk, Li Wei sendiri kini tengah berendam di pemandian dengan santai.
Air dari pemandian ini telah Li Wei campur dengan Ramuan Kecantikan yang diberikan Kaibo.
Kata Kaibo Ramuan ini dapat memperbaiki Wajahnya yang dekil dan kulitnya yang hitam, Dia ingin wajahnya sama seperti dulu waktu ia Di Bumi.
Saat Kulit Li Wei menyentuh permukaan air Ia merasakan seperti ditusuk oleh seribu jarum! Namun dia menahanya dan terus berendam dan menutup matanya.
Waktu berlalu dengan cepat Li Wei membuka matanya.
Li Wei melihat Kulitnya yang dulu Hitam kini seputih telur rebus! Li Wei menunduk dan melihat wajahnya di pantulan air.
Itu adalah sebuah kecantikan yang bisa menghancurkan sebuah Kerajaan! Wajah Oval, sedikit lemak di pipi , dan Mata bulat berairnya itu terlihat seperti gadis polos yang menyembunyikan kedinginanya.
Li Wei keluar dari pemandian lalu mengambil Jubah putih dengan sulaman Emas. Jubah yang digunakan untuk Acara penobatan penerus Kerajaan Bulan.
Beberapa Pelayan masuk dengan membawa kotak Perhiasan lalu membungkuk di depannya.
"Yang Mulia, Kami adalah orang yang akan merias Anda." Li Wei hanya mengangguk, dia malas bicara sekarang.
Para pelayan itu segera merias Li Wei dan menempatkan Perhiasan berat di kepalanya. Li Wei tidak keberatan
Mereka selesai merias Li Wei dan langsung pergi ketika mendengar perintah Li Wei.
Tak lama setelah Pelayan pergi Seorang Kasim datang dan membungkuk pada Li Wei
"Yang Mulia Upacara Penobatan sudah dimulai." Li Wei mengangguk dan mulai berjalan menuju Aula yang kini ramai para Penduduk.
Dbawah Ada Rakyat Biasa yang duduk menikmati Jamuan dan Dilantai atas ada Para Bangsawan yang menerima perlakuan Khusus.
"YANG MULIA PUTRI MAHKOTA MEMASUKI RUANGAN!" Sontak semua mata menuju kearah Pintu besar di aula yang perlahan terbuka dan menampilkan Sosok yang berjalan dengan Anggun.
Setelah mereka melihat Li Wei mereka serempak berdiri dan tercengang. Darimana Kecantikan ini berasal? Apakah dia Putri mahkota yang dirumorkan jelek?
Di Singgasana ada sebuah panggung kecil yang disediakan untuk Panatua yang memimpin Upacara Penobatan.
Li Wei berhenti tepat di depan Panatua. Panatua itu mulai menjalankan Upacara dari Meneteskan darah Li Wei ke batu yang memiliki Formasi aneh sampai Pemberian mahkota.
Dari Awal sampai akhir para penduduk dan Bangsawan itu tak bersuara, Masih terhipnotis oleh kecantikan Li Wei.
"SAMBUTLAH YANG MULIA KERAJAAN BULAN!" Teriakan Kasim itu membuyarkan lamunan mereka, mereka langsung bersorak dengan semangat!
"Hidup yang Mulia Kerajaan Bulan!"
"Hidup yang Mulia Kerajaan Bulan!"
...
Panatua Itu menuntun Li Wei menuju Singgasana Lalu menyuruhnya duduk.
"Yang Mulia, apakah ada yang ingin disampaikan?" Panatua itu bertanya dengan hormat.
"Hm... Terimakasih untuk Kunjungan kalian dalam Upacara Penobatan ini. Untuk Saya yang menjabat sebagai Raja baru disini apakah ada yang keberatan?" Li Wei bertanya dengan suara tegas dan Dingin, itu membuat bulu kuduk mereka berdiri.
Hening...
"Tidak ada? Kalau begitu Terimakasih lagi. Ah, berapa harga pajak sekarang?" Tanya Li Wei pada Panatua disampingnya.
Panatua itu ragu-ragu sebentar namun tetap menjawab.
"Menjawab yang Mulia, Harga pajak saat ini seharga 10 keping koin Perak." Li Wei sudah belajar tentang mata uang disini jadi pandanganya mendingin. 10 koin Perak? Itu memiliki harga yang tinggi jika Dimata Rakyat jelata.
Setelah kematian Raja Li Chu, Kerajaan ini mengalami gelombang kemiskinan membuat Para penjual yang dulunya mendapat banyak penghasilan kini hanya mendapat setengah!
"Turunkan Harga Pajak menjadi 1 koin Perak!" Perdana Menteri dan para Panatua terkejut. Jika diturunkan ke harga seperti itu yang ada Kerajaan mereka yang miskin menjadi lebih miskin!
"Tapi Yang mu-"
"Apakah kau pikir keuangan Kerajaan sangat sedikit Perdana Menteri Han?" Dia sudah melihat Ruang keuangan sebelumnya dan terdapat Banyak Koin Emas dan Perak disana.
Sementara Perdana Menteri mengutuk dalam hatinya, Para penduduk justru senang dengan penurunan Pajak ini.
Mereka bersujud di depan Li Wei untuk mengungkapkan rasa terimakasih.
"Berdirilah!" Sontak mereka Berdiri dan menatap Li Wei penuh terimakasih.
"Saya Pamit pergi, Say harap kalian menikmati jamuan yang Istana ini sudah siapkan" Setelah Itu Li Wei pergi menuju kediaman Permaisuri untuk mengunjungi Adiknya.
Li Wei mengetuk pintu namun tak ada jawaban jadi dia langsung masuk . Di Tempat tidur terdapat Adiknya yang kini masih terlelap.
Li Wei mendekat lalu duduk di tepi kasur. Tangan Li Wei terulur membelai rambut yang menutupi Wajah adiknya. Li Shi berada di Peringkat pemula dan tubuhnya sangat lemah!
Li Wei ingin menjadi kuat agar bisa melindungi Adiknya dan Kerajaan yang sekarang ada di tangannya.