
Li Wei duduk di singgasananya, dengan Gaun putihnya dia Tampak Mulia dan Bersih. Tapi siapa yang tahu? Kalau itu semua hanyalah topeng belaka?
Itu bukan sifatnya yang sebenarnya. Dia adalah ketua gangster yang kejam di kehidupan sebelumnya, dan sikapnya yang kejam terus melekat di tubuhnya.
Di bawahnya ada seorang lelaki dengan tubuh berlumuran darah, dia bersujud di depan Li Wei sambil mengetukan kepalanya dengan keras ke lantai. Dahinya sudah mengeluarkan darah dari tadi.
"Maafkan pelayan rendahan ini Yang Mulia. Pelayan Rendahan ini mengaku salah." Tidak ada sedikitpun belas kasihan di mata Li Wei, begitupun para Prajurit iblis yang ada di aula. Mereka hanya memiliki pandangan dingin pada Pelayan yang sedang berlutut itu.
Kaisar Mereka sangat membenci seorang pengkhianat, dan pelayan itu sangat berani untuk mencuri 100 keping Emas di ruang harta.
"Bawa dia pergi dari sini, lalu bunuh dia!"
"Ya, Yang Mulia." Dua Prajurit maju dan membawa pelayan itu pergi, Pelayan itu memberontak namun usahanya sia-sia.
Tak lama setelah itu, Menteri Fang memasuki Aula. Dia membungkuk pada Li Wei lau menegakan tubuhnya.
"Yang Mulia, besok akan diadakan Pertemuan Kaisar antar Kerajaan. Apakah Yang Mulia ingin Pelayan ini mewakili Anda?" Menteri Fang sudah akrab dengan Li Wei, setiap pertemuan Kaisar antar Kerajaan, dia akan menyuruhnya untuk mewakilinya dengan alasan sibuk.
"Tidak. Aku akan kesana." Semua orang yang ada di Aula terkejut, Kaisar mereka ingin menunjukan jati dirinya? Itu adalah berita yang bagus!
"Apakah Li Shi sudah pulang?" Li Wei bertanya dengan sedikit kerinduan. Dia mendaftarkan Adiknya ke Academy terbesar di Kerajaan Demonia. Li Wei ingin Li Shi punya kehidupan normal yang tidak dikekang dan memiliki banyak teman seperti Remaja pada umumnya.
Academy Valley mengizinkan Muridnya untuk pulang setiap akhir bulan dan mereka memiliki waktu satu minggu untuk berada di rumah masing-masing.
"Sudah Yang Mulia, saat ini Putri Kedua sedang dalam perjalanan." Menteri Fang menjawab dengan sopan.
Sementara itu di Perbatasan Hutan Kabut...
"Kami Kelompok yang diutus Academy Xuanling dari Kerajaan Matahari datang untuk membeli Ramuan dan Tanaman herbal." Seorang pemuda tampan berkata dengan sopan kepada dua Kera Spiritual.
Kera Spiritual itu mengerti bahasa manusia. Mereka merasakan bahwa kelompok di depannya ini tidak memiliki niat jahat, jadi Kera Spiritual membuka jalan untuk mereka.
Kelompok dari Academy Xuanling berterima kasih sebelum berjalan masuk. Awalnya hanya terdapat kabut tebal, namun saat sudah berjalan lama, pemandangan yang indah terpampang di depan mereka.
Ada sebuah tempat peristirahatan untuk pengunjung baru, disana terdapat kios-kios penjual makanan dan perlengkapan senjata.
Banyak juga pendatang yang baru sampai, mereka beristirahat sambil menikmati makanan. Ada tempat duduk khusus untuk makan dan beristirahat, Itu terbuat dari sulur-sulur tanaman pepohonan di sekitarnya juga menghalau sedikit sinar matahari membuat kesan kesejukan saat pertama kali melihat.
Mereka beristirahat dan makan sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.
Di perjalanan berikutnya, Mereka dihadang oleh seekor Badak. Badak itu memiliki tanduk besar di kepalanya, penampilanya memang terlihat seperti Badak pada umumnya. Tapi, jika melihat lebih teliti pada tanduknya, Orang-orang akan segera menyadari bahwa Badak di depan itu adalah Badak petir.
Badak Petir memiliki Tanduk yang diselimuti oleh percikan percikan petir kecil. Serangan Badak Petir sama dengan serangan Badak biasa, dengan cara menyeruduk tubuh orang dengan tanduknya. Tapi bedanya, Orang yang terkena Tanduk Bada Petir akan berubah menjadi Abu dalam sekejap!
Kelima orang itu segera Waspada, ekspresi panik dan ketakutan ada di mata mereka. Tapi seorang Pemuda Tampan tadi menenangkan mereka.
"Tenang, Badak Petir umumnya memiliki mata yang buta. Jadi, tetap tenang dan berjalan melewatinya tanpa suara." Pemuda tampan yang biasa dipanggil Nangong Weimin berbicara lewat telepati.
Keempat orang mengangguk dengan kaku. Mereka mulai berjalan dalam diam, mengikuti Nangong Weimin.
Badak Petir itu juga tidak mendengar ada pergerakan jadi dia sedikit rileks dan menunduk memakan Rerumputan di bawahnya.
Mengetahui Badak Petir tidak menyadari mereka, kelima orang itu lega. Dan setelah sedikit menjauh dari lokasi Badak Petir, mereka menghela nafas.
Ternyata Rumor tentang banyaknya Hewan Spiritual yang menjaga Kerajaan Demonia benar. Kekaguman mereka tentang Kerajaan Demonia meningkat.
Mereka dengan waspada melanjutkan Perjalanan lagi. Disetiap Perjalanan, mereka akan menemukan banyak tanaman obat yang membuat sifat asli manusia keluar. tapi mereka tidak mengambilnya, mereka tidak boleh serakah juga di kertas dituliskan Tanaman obat yang dibutuhkan dan tidak ada satupun dari tanaman-tanaman obat itu tertulis di kertas.
Ada banyak juga Binatang Spiritual tingkat tinggi yang menghadang mereka, Namun dengan kekompakan mereka, mereka bisa mengalahkan Binatang Spiritual dengan mudah.
Setelah beberapa hari, mereka sampai di Kota Utama. Kota Qirei.
Kelompok itu menghela nafas lega, akhirnya mereka sampai di Kota yang mereka tuju.
Kota Qirei biasa menjual Tanaman obat, hampir semua kios menjual Tanaman obat. Populasi penduduknya juga terdiri dari dua ras, Iblis dan Manusia. Umumnya Manusia sangat membenci bangsa Iblis, Namun di Kerajaan Demonia Iblis dan Manusia hidup berdampingan. Bahkan ada yang sudah berkeluarga dan melahirkan anak.
Kelima orang itu menyewa kamar di Penginapan terdekat, mereka berencana membeli Ramuan dan Tanaman obat besok.
------------------
Jangan lupa Like dan Comment;)