How to Defeated The Kingdom?

How to Defeated The Kingdom?
4. Bertemu Dewa



Li Wei menatap kerumunan di depannya dengan binar kecil. Di pundaknya ada Kaibo yang sesekali menjilat pipi Tuanya.


"Tuan pasar ini sangat ramai, Saya takut Anda tertular penyakit dari orang yang tak sengaja menyenggol anda. Lebih baik Kita pulang!" Li Wei tetap berjalan melihat-lihat tanpa memperdulikan ocehan Kaibo.


Li Wei pergi ke pasar dengan santai, Beruntung penjaga di kediamannya tertidur. Memudahkanya untuk kabur.


Li Wei menghentikan jalanya ketika melihat seorang pria paruh baya yang sedang mengangkat karung yang terlihat berat. Ia tampak kesusahan karena tubuh kurusnya itu. Li Wei mendekati Pria paruh baya itu dan merebut karung berasnya.


"Rumah Anda dimana?" Pria paruh baya itu terkejut melihat Li Wei yang mengangkat karung yang besar itu Seperti mengangkat angin.


"Nak, berikan Karung itu. Kakek tidak apa-apa mengangkat karung itu!"


"Rumah Anda dimana?" Mendengar Pria paruh baya itu tak menjawab pertanyaannya Li Wei bertanya sekali lagi membuat Pria paruh baya itu menghembuskan nafas pasrah.


"Tidak jauh dari sini, Mari ikuti aku!" Pria paruh baya itu menuntun Li Wei menuju gang yang gelap. Li Wei mengikuti tanpa ragu sedikitpun.


Tiba-tiba Pria paruh baya itu berhenti dan berbalik melihat Li Wei.


"Nak...Kau adalah orang yang baik, dan sepertinya Kau Adalah orang yang terpilih itu."


"Nak, Aku tak punya banyak waktu jadi akan kuwariskan kekuatanku padamu!" Segera Tubuh pria paruh baya itu bersinar dan masuk ke tubuh Li Wei.


"Jika kau mencariku kau hanya perlu konsentrasi dan membayangkan aku ada di depanmu" Ucap Pria paruh baya itu sebelum sepenuhnya masuk ke tubuh Li Wei.


Li Wei merasakan Tubuhnya Sangat Ringan dan Qi yang kaya mengalir di dantianya. Bahkan Peringkatnya maju ke Peringkat Raja tahap 2!


"Kaibo Kau tahu sesuatu?" Li Wei terlalu bingung jadi dia bertanya pada Kaibo yang bermuka serius saat menyaksikan adegan tadi.


"Tuan seperti yang Orang tua tadi katakan, anda adalah orang yang terpilih... Karena itu juga Saya diutus Dewa untuk menjaga Anda." Melihat Li Wei yang mengerutkan dahinya, Kaibo dengan sabar menjelaskan.


Li Wei terkejut namun tak ada sedikitpun perubahan pada wajahnya. Dia... Orang yang terpilih? Dan Orang tua tadi adalah Dewa?


"Ah ya, Tuan Anda mendapat misi untuk menemukan Para Dewa yang turun ke bumi untuk mendapatkan warisanya!"


Kaibo ingat kalau ia disuruh oleh Para dewa untuk menyampaikan hal penting ini, dan ia baru ingat sekarang.


"Apa mereka ada disekitar sini?"


"Saya tidak tahu tapi Mereka diturunkan di benua yang berbeda-beda." Ah, Li Wei pikir mereka ada di sekitarnya seperti Pria paruh baya tadi.


Li Wei menatap karung yang dipegangnya. Apa ini? Tiba-tiba rasa penasaran membuncah di hati Li Wei. Ia lalu menggerakan tangannya untuk membuka Karung itu.


Isinya sangat aneh bagi Li Wei, Karung itu berisikan banyak koin yang memiliki warna campuran Emas dan Hitam.


Kaibo yang melihat itu terkejut. Itu adalah Koin tertinggi setelah Koin emas, Koin Emas hitam ini sangat jarang dijumpai di benua ini Bahkan di benua lain juga. Karena yang memilikinya hanya para dewa.


Ah...Tuanya adalah orang terpilih jadi bukan hal mustahil kalau Dewa memberi Koin Emas Hitam padanya.


"Benda Apa ini?" Li Wei benar-benar bingung dengan Dunia baru yang sekarang ditempatinya. Ada hewan yang bisa bicara? Kultivasi? Dewa bisa turun ke bumi? Ada Emas Hitam? Oh ia ingin pergi ke surga saja!


"Tuan... Itu adalah Koin Emas Hitam, Koin tertinggi yang hanya dimiliki para dewa!"


"Apakah ini berguna? Bentuknya sangat jelek!"


Kaibo menyemburkan seteguk darah ketika mendengar ucapan Tuanya.