
Li Wei berada di kamarnya sekarang. Ia menatap bahan-bahanya, setelah dipastikan sudah lengkap, ia segera memanaskan tungku.
Saat ia menyentuh Obat Herbal, sesuatu yang aneh terjadi. Semua Obat Herbalnya hilang, terserap masuk kedalam tanda Kuali tua yang ada di tangannya.
Li Wei terkejut dan menatap Kuali tua itu. Tanda di tanganya bergetar, Tiba-tiba sekitar 100 Pil berwarna bening keluar dari Tanda Kuali tua.
Li Wei menangkup kedua tangannya agar Pil-pil itu tidak terjatuh. Ini adalah Pil pengumpul Qi yang akan dia buat, ia tak menyangka tanda Kuali tua yang ia anggap sepele kini membuatnya dapat membuat Pil hanya menyentuh Bahan Herbal.
Kaibo menyemburkan darah segar, Ia sedari tadi duduk di kasur, menatap apa yang dilakukan Li Wei. Meskipun ia tak tahu apa itu Pil, ia merasakan Qi spiritual yang padat di dalam Benda bulat yang ada di tangan Tuanya.
Bagaimana Tuanya membuat benda bulat itu? Ia pun tak tahu.
Sementara Kaibo terkejut, Li Wei saat ini senang, walaupun tidak banyak perubahan ekspresi di wajahnya.
Sekarang ia dapat membuat Pil dengan mudah, tanpa kesulitan untuk mengendalikan Api yang harus tetap ke suhu normal.
Li Wei mencari sesuatu untuk menyimpan Pil pengumpul Qi yang sekarang sudah memenuhi tangan kecilnya. Matanya menangkap sebuah Kantong yang ada di meja, di samping Kaibo. Segera ia memerintah Kaibo untuk mengambil kantong itu.
Kaibo menurut, Ia tak mau mendapat tatapan dingin dan mematikan milik Tuanya itu, jadi lebih baik ia berbuat seperti Rubah kecil yang penurut.
Kaibo Memberikan Kantong pada Li Wei, susah payah Li Wei membuka Kantong dengan setumpuk Pil ditangannya.
Setelah terbuka, Ia memasukan Pil pengumpul Qi.
Li Wei memeriksa tanda Kuali tua di tanganya, dan ia lega kalau itu masih ada. Ia pikir itu akan hilang sekali Pakai.
Merasa tidak ada lagi yang diperlukan, ia menyambar Kantong lalu berjalan ke Halaman belakang Istana.
Kaibo berlari secepat kilat dan kini ia sudah berada di bahu Li Wei, Ia dengan malas tidur di sana, bahkan ia dengan beraninya mendengkur keras. Li Wei dalam suasana hati yang baik sekarang, Jadi ia tak terlalu memikirkan tingkah berani Kaibo.
Sampai di Halaman belakang Istana, Ia melihat Kangjian, Yichen, dan yang lain kini duduk di rerumputan sambil berbincang-bincang hangat.
Saat Mereka melihat Li Wei datang dengan membawa kantong dan Rubah cantik yang kini tidur di bahunya, mereka segera berdiri.
"Itu adalah Pil pengumpul Qi, Pil itu dapat membantu meningkatkan Kultivasi. Makanlah!" Setelah Li Wei memerintahkan.
Mereka tidak tahu apa itu Pil, tapi setelah mendengar kalau benda bulat itu dapat membantu Kultivasi ,Mereka ragu ragu sebentar sebelum menelannya.
Saat masuk ke mulut, Pil itu meleleh dan langsung mengalir ke tenggorokan. Mereka merasakan gelombang Qi yang kuat menyapu tubuh mereka.
Tak mau menyia-nyiakan, mereka segera duduk dan Berkultivasi. Li Wei menatap mereka dengan pandangan rumit. Ini akan memakan banyak waktu.
Li Wei mengalihkan pandangannya ke Kantong yang kini tinggal berisi 50 Pil. Ia memutuskan untuk pergi ke Paviliun tempat Kakeknya tinggal.
Paviliun Guo. itu sangat besar, mungkin setengah dari Istana Bulan yang besar itu dapat dibandingkan dengan Paviliun Guo.
Ia mengetuk pintu...
Pintu terbuka, menampilkan Kasim tua. Kasim itu sadar di depannya adalah Ratu Kerajaan Bulan , segera membungkuk dan mengucapkan salam. Li Wei mengangguk.
"Dimana Kakek?"
"Menjawab Yang Mulia, Tuan tua sedang bermain dengan Putri kedua." Kasim itu mempersilahkan Li Wei untuk masuk.
Paviliun Guo tidak berbeda dari Paviliun milik mendiang Ayahnya, bahkan Semua barang di Paviliun Guo ini terdiri dari barang kuno.
"Shi'er jangan lari lagi, Kakek sudah lelah. Mari kita istirahat dulu" Suara Li Guo terdengar dari Halaman.
"Yahh... Aku masih belum lelah Kakek! Ayo lari lagi, Para Kasim itu pasti berbohong padaku, dan mengatakan Kakek sangat gagah di Medan perang... Tapi sekarang, Hmph!" Ucapan Li Shi seperti jarum perak yang menusuk tepat di hati Li Guo.
Bagaimana bisa cucunya mengatakan itu? Ia memang sudah tua, namun ia masih memiliki tubuh tegap berotot yang berbeda dengan orang tua lainya yang keriput dan penuh lemak!
"Wei'er menyapa Kakek"
Jangan Lupa Like, dan Comment;)