How to Defeated The Kingdom?

How to Defeated The Kingdom?
19. Pelayan Pribadi



Li Wei mengelus bulu halus Haocun, namun gerakannya terhenti ketika mendengar suara keributan di luar.


"Liu Li, apa yang kamu lakukan disini? Apakah kamar Yang Mulia tempat yang bisa kamu masuki sesuka hati? Pergi sskarang, sebelum Yang Mulia menghukumu!"


'Liu Li...'


Nama ini menyebabkan riak di hati Li Wei. Dia berdiri dan berjalan keluar meninggalkan Haocun.


...


Di luar kamar Li Wei ada sebuah taman yang penuh dengan bunga persik.


Di taman, seorang gadis kurus berdiri dengan keras kepala di bawah pohon bunga persik.


Dia mengenakan pakaian pelayan sederhana. Sosoknya yang kurus dan lemah memberi ilusi kepada orang-orang bahwa ia mungkin akan tertiup angin kapan saja.


"Aku akan meninggalkan tempat ini setelah aku melihat Yang Mulia."


"Kamu pikir kamu ini siapa? Kamu hanya pelayan yang lemah di istana. Apa yang membuatmu berpikir bahwa kamu bisa bertemu Yang Mulia?"


Di depan Liu Li adalah seorang wanita tua yang menjabat sebagai pelayan senior. Matanya dipenuhi dengan ketidaksabaran dan kejahatan."Pergi, pergi sekarang! Atau Yang Mulia tidak akan membiarkanmu Pergi dengan mudah!"


Dalam masyarakat ini di mana orang menganggap yang kuat adalah orang yang patut dihormati, bahkan Kasim dan pelayan istana diminta untuk memperoleh tingkat kultivasi tertentu, tetapi Liu Li adalah pengecualian. Tubuhnya terlalu lemah, jadi dia tidak cukup kuat. Untungnya almarhum Permaisuri telah mengasihani dia dan menjaga Liu Li di sisinya.


Segera setelah itu, almarhum Permaisuri meninggal karena bunuh diri. Jadi Liu Li secara otomatis dikirim untuk tinggal bersama LI Wei.


Tapi, dulu Selir Agung memecatnya dan menurunkanya menjadi pelayan yang mencuci pakaian, menderita, dan terus-menerus menjadi bahan intimidasi di istana.


"Tolong, aku mohon padamu. Biarkan aku melihat sekilas Yang Mulia. Aku akan melakukanya tanpa sepengetahuanya. Aku berjanji tidak akan menganggu Yang Mulia." Dia memohon sambil melihat ke bawah dengan cemas.


Dia khawatir tentang kesehatan Li Wei. Dia tinggal di bagian paling belakang di istana jadi dia tidak tahu informasi tentang Li Wei.


"Pelayan murah! Karena kamu menolak untuk pergi, kamu pantas menerima konsekuensinya!" Pelayan tua itu memikirkan sesuatu yang jahat. "Bawalah pelayan ini dan pukuli dia sampai mati. Bahkan Yang Mulia tidak peduli dengan hidupmu, jadi aku hanya akan membiarkanmu mati."


Liu Li mulai panik tetapi dia memaksa dirinya untuk tetap tenang. Dia memaksakan senyum. "Kamu tidak perlu marah... Aku akan pergi atas perintahmu."


Dia bisa saja menyelinap ke tempat ini di waktu berikutnya ketika orang-orang tidak menyadarinya. Tidak layak baginya untuk mati sekarang.


"Hehe, apakah kamu pikir kamu bisa datang dan pergi sesukamu?" Pelayan tua itu menyeringai sebagai balasan.


Karena pelayan ini tidak memiliki bakat kultivasi, kehadirannya hanya membuatnya kesal.


Liu Li menjadi lebih gugup dan merasa lebih tidak berdaya. Dia mencoba menggeliat keluar. "Apa yang kamu lakukan? Biarkan aku pergi sekarang! Yang Mulia tidak akan membiarkanmu memukuliku sampai mati!"


"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tiba-tiba, sebuah suara dingin terdengar di telinga semua orang. Tubuh Liu Li menegang, dia berbalik hanya untuk melihat sebuah wajah cantik yang tidak dikenalnya.


Li Wei berjalan menuju Liu Li. Tidak ada mahkota yang berkilau di kepalanya atau warna yang menyilaukan di wajahnya. Namun, kulitnya putih tanpa cacat seperti batu giok yang sangat indah.


"Yang Mulia, Liu Li terlalu bodoh dan telah meninggalkan area belakang tanpa izin. Biarkan saya membawanya pergi." Pelayan tua itu membungkuk dan memberi hormat pada Li Wei.


"Jangan buang waktumu untuk orang-orang yang tidak mendengarkanmu. Bunuh saja mereka." Li Wei menggosok pergelangan tangannya saat dia memandang Pelayan tua itu.


"Yang Mulia benar. Kita seharusnya..." Pelayan itu membungkuk lagi dengan hormat, tapi sebelum dia bisa menyelesaikan kata-katanya, Li Wei menamparnya.


Meskipun kultivasi Li Wei rendah, dia telah menampar pelayan tua itu dengan keras. Wajah pelayan tua itu memerah, bengkak dan darah menetes di sudut bibirnya.


"Yang Mulia, apakah saya melakukan sesuatu yang salah?" Pelayan tua itu mengepalkan tanganya. Matanya dipenuhi dengan kebencian, tetapi dia tidak berani menyinggung Li Wei.


"Nenek Qin, kamu tidak tahu kesalahanmu?" Li Wei mencibir dengan dingin.


"Ini kamarku. Tidak ada yang diizinkan melakukan sesuatu tanpa seizinku." Tatapan Li Wei beralih ke penjaga kekaisaran yang masih memegang bahu Liu Li.


Kedua penjaga bertukar pandang, lalu melonggarkan cengkeraman mereka di bahu Liu Li dan mundur beberapa langkah.


"Gufei, bawa Liu Li untuk mengganti bajunya. Dia tidak akan kembali kebelakang istana. Mulai sekarang, dia adalah pelayan pribadiku." Li Wei memandang Liu Li Ying melamun dan menghela nafas lega.


Bukan saja Yang Mulia tidak marah padanya, dia telah membiarkan ya tinggal di sisinya, apakah itu mimpi? Liu Li mencubit pipinya dengan keras saat air mata mengalir di pipinya. Itu adalah air mata sukacita, dia menahan rasa sakit di pipinya dan menghapus air mata, itu bukan mimpi.


Li Wei menatap Nenek Qin, sudut mulutnya sedikit terangkat, matanya sedingin es, membuat punggung Nenek Qin mengeluarkan keringat dingin.


Nenek Qin berlutut di depan Li Wei, tanganya mengepal.


"Yang Mulia, kasihanilah aku. Aku benar-benar tidak tahu apa yang telah kulakukan salah."


Li Wei mengambil beberapa langkah lebih dekat dengan Nenek Qin.


"Pertama, saya adalah Tuan dan Anda adalah pelayan saya. Ketika seseorang mencari saya, Anda tidak memberi tahu saya tetapi telah mengambil tindakan sendiri. Kedua, saya tidak peduli apa yang terjadi sebelumnya. Mulai sekarang, saya tidak membutuhkan orang-orang yang sombong dan tidak bisa mengatakan yang benar dan yang salah untuk tetap disisiku. Ketiga, kau bukan milik istana. Jadi, kau bisa keluar istana.


.......


Jangan lupa Like dan Comment;)