
Tok.. Tok...
"masuk." seorang lelaki tua berpakaian mewah masuk dan berlutut di depan Li Wei.
"Salam Yang Mulia."
tak ada jawaban. Menteri Fang menghembuskan nafas, dia sudah terbiasa dengan sikap dingin Li Wei.
"Yang Mulia, akhir-akhir ini sering terjadi Pembunuhan di Junk City. dari hasil penyelidikan saya, Kebanyakan yang terbunuh adalah Pengusaha Emas dan Penambang Emas. dan Toko-toko yang menjual Emas juga banyak yang tercuri."
Li Wei mengangkat sudut bibirnya sedikit. Pengusaha dan Penambang Emas? apakah Pembunuh ini gila Emas? sampai-sampai tidak memikirkan konsekuensi dari perbuatanya.
"Siapkan kereta, kita pergi ke Junk City besok."
"Ya, Yang Mulia."
\-\-\-\-\-\-
Li Wei dan para menteri sampai di Junk City. Disana cukup sepi, dan dipanjang jalan ada percikan darah yang menimbulkan bau amis.
Ketika mereka melangkah masuk, seorang lelaki tua dan seorang pemuda tampan mendekati mereka dengan cepat. Mereka berdua memiliki tubuh merah darah dan juga dia tanduk di kepala mereka, iris mata mereka merah.
"Rakyat rendah ini menyambut Yang Mulia." Orang tua itu berlutut di depan Li Wei.
Pria tampan di sebelahnya juga segera berlutut dengan kepala tertunduk.
Rakyat di sekitarnya juga ikut berlutut.
Ada sedikit orang yang berada di luar rumah, kebanyakan dari mereka memiliki kultivasi tingkat Raja.
"Berdiri. Kami disini akan menyelidiki dan menyelesaikan tragedi di Junk city secepat mungkin. Siapakah di antara kalian yang memimpin saat ini?" Menteri Fang melirik sekumpulan orang di depannya.
Pria tua itu perlahan bangkit dan melangkah maju. "Aku, aku adalah Walikota disini dan dianggap sebagai penanggung jawab Kota ini sekarang. Ini... " Dia mengangkat tangannya dan menunjuk pemuda di sampingnya.
"Ini adalah Putraku, Liu Feng. Kami mohon untuk Yang Mulia menyelesaikan masalah yang terjadi di Kota kami."
"Tentu."
"Menteri Fang, sebarkan berita bahwa ada seorang pengusaha Emas datang ke kota ini dengan banyak Emas!"
setelah mengucapkan itu Li Wei melangkah pergi ke Keretanya tanpa sepatah katapun. Dia memerintahkan untuk bergegas ke Paviliun miliknya yang sengaja ia bangun disini.
Menteri Fang yang melihat sikap Li Wei menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Yah... Mohon maklumi sikap Yang Mulia."
----
Li Wei menyesap tehnya dengan tenang dan angggun.
Matanya yang semula hitam pekat kini berubah menjadi merah darah. Dia merasakan seseorang datang kesini dengan niat buruk.
Namun, bukan satu saja yang datang, melainkan tiga orang.
Hening...
"Mengawasiku begitu lama. Apakah kalian tidak akan keluar?" Li Wei berdiri dan berbalik melihat lorong-lorong gelap.
Ketika dia selesai bicara, tiga pria berpakaian hitam keluar dari kegelapan.
"Apakah kalian ingin mengambil hidupku? Baiklah, majulah biarkan aku tahu berapa kuatnya para pembunuh gila emas." Li Wei memandang mereka dengan menggoda.
Tanpa kata-kata Li Wei maju dan bergegas ke orang-orang itu.
Menyadari bahaya, mereka memisahkan diri dan mengepung Li Wei.
Li Wei berpikir ini semakin menarik, dia lagi-lagi melesat dengan cepat.
Di sisi berlawanan, ketiga orang itu dikejutkan oleh kekuatan Li Wei. Dan rasa takut akan kematian yang belum pernah mereka rasakan mengalir dalam hati mereka saat itu juga.
Ditutupi oleh jubah merah cerah, kaki ramping dan mulus Li Wei menendang seseorang yang paling dekat denganya dengan kekuatan yang ganas.
Bang!
Tubuh orang yang ditendang itu terbang menabrak pohon. Dia memuntahkan seteguk darah.
"Berani sekali kamu!" Seorang Pria yang sepertinya pemimpin dari dua orang itu berteriak.
Entah kenapa Li Wei tiba-tiba merasa bosan. Dia tidak ingin repot berurusan dengan ketiga Pembunuh gila emas ini.
Jadi, dia memanggil Kaibo untuk menuntaskan mereka.
Kaibo yang sedang tidur di ruang Penyimpanan Langit langsung terbangun mendengar panggilan Tuanya.
Dia langsung keluar dengan semangat.
"Apakah ada perintah Tuan?"
"Hm... Bunuh mereka."
"Siap!" Li Wei memanggil Haucun dan Tao. Tao adalah serigala salju. mereka berdua menatap lapar pada ketiga mayat pembunuh, mereka memakan mereka tanpa penundaan.
jika ada orang lain disini, mereka akan terkejut dengan kecepatan Li Wei menyelesaikan masalah di Kerajaannya.
jika itu Kisar lain, mereka akan menghabiskan sekitar minimal dua-tiga hari.
di mata Li Wei kasus seperti ini bukan apa-apa baginya. sudah banyak kasus yang lebih menyusahkan dari ini di Kota lain di Kerajaannya. Namun, Li Wei menyelesaikannya dengan cepat, biasanya dia memerintahkan seorang kasim untuk menyelesaikan masalah.
jika ada orang mendengar ini mereka akan memuntahkan seteguk darah. mengirim seorang kasim untuk menuntaskan masalah Kerajaan? apakah dia bercanda?
itu sangat biasa di Kerajaan Demonia, karena pelayan dan penjaga istana dipilih dengan kemampuan mereka.
----------------
Jangan lupa Like dan Comment;)