
Kaibo membusungkan dada dengan bangga dengan hasil kinerjanya. Kaibo kembali menuju Paviliun Tuanya untuk melapor.
Di Paviliun Hujan.
Li Wei dengan tenang berjalan menuju kamarnya tanpa memperdulikan teriakan minta tolong para Selir dan Pelayan yang berada di Harem.
Kaibo mendarat di jendela Kamar Li Wei dan segera memberitahukan apa yang ia lakukan.
Li Wei yang mendengar itu hanya menampilkan wajah tak peduli namun ia mengangguk pertanda menerima Kaibo. Kaibo yang melihat itu merasa senang.
Berbeda dengan Li Wei yang tenang, Para pangeran dan putri kini menangis histeris memandang Paviliun milik Selir yang sekarang hanya tinggal setumpuk Abu dan Mayat-mayat yang hangus terbakar.
"Ibuuu.....Jangan tinggalkan aku...WuuWuuu..."
"Ibu..bangunlah jangan membuat aku takut!"
Dayang dan pengawal istana yang melihat itu hanya tertunduk sedih ikut berduka cita atas meninggalnya para Selir.
-------------
Esok paginya Pemakaman penuh sesak karena Rakyat yang ikut datang di upacara pemakaman Selir. Hanya Li Wei yang tak datang karena sibuk berkultivasi.
Ah ya, tingkat kultivasi dibagi menjadi 5 tingkat.
Peringkat Prajurit(dibagi 3 Tahap)
Peringkat Ksatria(dibagi 3 Tahap)
Peringkat Raja(dibagi 4 Tahap)
Peringkat Kaisar(dibagi 5 tahap)
Di benua ini yang mencapai Peringkat Kaisar bisa dihitung dengan jari karena biasanya kultivasi orang-orang yang berada di Peringkat Raja mengalami penyumbatan di meridianya membuat mereka Stagnan di Peringkat Raja.
Jika Peringkat Alchemy/ Alkemist sama seperti Tingkat Kultivasi namun masing masing memiliki 3 tahap.
Karena sering disiksa oleh para Selir, Pangeran,dan Putri Li Wei tak mempunyai waktu untuk Berkultivasi membuat ia menetap di Prajurit tahap pertama.
Setelah hampir 2 jam Berkultivasi Li Wei kini peringkatnya naik menjadi Ksatria tahap akhir. Awalnya Li Wei terkejut namun setelah itu bangga karena kecepatan kultivasinya yang bisa menggemparkan dunia.
Setiap naik ke peringkat berikutnya membutuhkan waktu setidaknya 1 tahun, namun Li Wei hanya membutuhkan waktu 2 jam! Benar - benar jenius!
Kaibo sendiri bahkan hampir pingsan mengetahui seberapa cepat kultivasi Tuanya. Sekarang jika ada yang bicara Tuanya adalah 'Sampah' maka tidak ada jenius di dunia ini!
Tiba-tiba Pintu kamar Li Wei di dobrak dengan paksa, menimbulkan suara yang cukup keras. Setelah itu terdengar suara langkah kaki yang Ramai.
"Dasar Gadis pembawa sial! Gara-gara kau Niang meninggal!" Bentak seseorang yang ternyata Putri kedelapan bersama Saudara-saudaranya.
"Ya! Kenapa kau tidak mati saja waktu itu?!" Pangeran Ketiga dengan marah menunjuk tepat di hidung Li Wei.
Li Wei yang tadinya mengelus bulu Kaibo tiba² berhenti. Kaibo yang mengerti apa yang dimaksud Tuanya langsung mencakar jari Pangeran Ketiga tapi bukanya tergores jari Pangeran Ketiga terputus di Sertai jeritan kesakitan Pangeran Ketiga.
Li Wei tampak puas dan mengelus bulu halus milik Kaibo lagi.
"K-kau..."para Pangeran dan Putri terkejut namun segera tersadar karena teriakan Pangeran ketiga.
Putri kelima ingin mengatakan sesuatu namun tersangkut di tenggorokannya. "T-tunggu saja kau ******!"dengan cepat mereka membopong tubuh Pangeran ketiga dan berlari memanggil tabib.
Hening...
Hanya terdengar dengkuran halus dari Kaibo yang tertidur.
Li Wei tersenyum malas. Ia malas membunuh mereka dengan tangan sucinya, mungkin nanti ia akan menyuruh Kaibo membunuh mereka satu persatu.