How to Defeated The Kingdom?

How to Defeated The Kingdom?
42. Racun



Li Wei berdiri di depan stan Chu Nian, dia memakai cadar jadi Chu Nian tidak mengenalnya. Bahkan jika dia membuka cadar pun Chu Nian masih tidak mengenalinya karena perubahan besar pada wajahnya.


Chu Nian menatap seorang gadis bercadar yang berdiri di depan tokonya. Dia bertanya dengan sopan, "Nona Muda apakah kau ingin membeli Buah?" Chu Nian menjual buah Apel dan Anggur, dagangannya masih banyak.


"Apakah kau Putri Jenderal Chu?" Chu Nian tersentak ketika Li Wei menyebutkan nama Jenderal Chu, dia menatap Li Wei dengan waspada.


Dulu saat Kerajaan Bulan diserang, Jenderal Chu memerintahkan Chu Nian dan Nyonya Chu lari ke Kerajaan lain. Mereka sebenarnya tidak ingin meninggalkan Jenderal Chu, tapi Jenderal Chu memerintahkan dua pengawal setianya untuk membawa mereka. Mereka berkelana selama Setahun penuh ke Kerajaan lain, sampai akhirnya mereka berhenti dan memutuskan untuk membangun Rumah di Kerajaan Demonia. Hanya tersisa satu pengawal karena pengawal yang lain meninggal ketika mencoba melindungi mereka dari serangan binatang buas di perjalanan. Hidup mereka sedikit rumit akibat kurangnya uang, alhasil Pengawal mereka mengajukan diri untuk bekerja di Istana Demonia, dan dia diterima sebgai Prajurit dengan bakat pedangnya. Setelah itu hidup mereka tercukupi, Pengawal itu juga Menikah dengan Nyonya Chu. Pernikahan mereka berlangsung sederhana, hanya mereka bertiga yang tahu.


"K-kau siapa?" Chu Nian bertanya dengan suara bergetar. Di benua ini banyak yang sudah melupakan Kerajaan Bulan, Tapi bagaimana bisa gadis bercadar di depannya ini tahu nama Ayahnya?


"Bukan siapa-siapa, aku hanya ingin membeli semua buahmu." Jari putih dan ramping milik Li Wei terulur menunjuk buah yang ada di Stan Chu Nian.


Chu Nian masih sedikit terkejut, Namun dia tetap mengemasi buah-buahanya dengan sikap waspada.


"Berapa?"


"2 K-koin Emas." Li Wei memberi Chu Nian sekantong berisi Ratusan Koin Emas di dalamnya.


Chu Nian membukanya, dia begitu terkejut hingga tidak menyadari bahwa Li Wei sudah menghilang dari sana.


----


Li Wei berjalan ke Stan makanan yang ditempati Baili Dongfang tadi. Namun indera pendengarannya yang tajam mendengar benda melesat, itu bukan menuju padanya tapi Gadis berpakaian mahal di depannya.


Li Wei tidak suka terlibat dalam urusan orang lain, Tapi saat melihat panah yang diolesi cairan hitam itu membuatnya tertarik. Li Wei berlari menuju Gadis itu dan mendorongnya ke tepi, Mereka berdua selamat namun lengan Li Wei tergores oleh panah dan darah menetes dari lengannya.


"Yak! Kenapa kau mendorongku?!" Gadis yang tadi diselamatkan Li Wei berteriak marah.


Gadis itu ingin maju dan menyerang Li Wei, Namun lelaki disampingnya menahanya. Dia terpaksa menahan emosinya lalu dia menatap Li Wei dengan pandangan merendahkan.


"Jika bukan karena Kakakku, aku akan membunuhmu hari ini." Gadis itu menatap Baju yang dikenakan Li Wei sebentar lalu melanjutkan. "Baiklah aku akan memaafkannmu, tapi ada syaratnya."


Li Wei malas berbicara jadi dia hanya mengangkat alisnya dan bertanya dengan santai, "Apa itu?"


"Sepatu Putri ini kotor." Gadis itu mengangkat salah satu kakinya, dan sepatu putih di kakinya ternoda banyak debu. "Sepatu ini terbuat dari bahan yang mahal. Jika Anda bersedia berlutut dan menjilat kotoran dari sepatu Putri ini, dan Putri ini akan memafkan Anda hari ini."


"Ji Fengyan idemu sangat bagus!" Laki-laki di sampingnya berkata, dia juga memandang rendah Li Wei.


Putri? Apakah mereka berasal dari Kerajaan lain?


"Maaf tapi saya tidak tertarik." Mendengar itu Ji Fengyan marah, dia bergegas maju menyerang Li Wei. Kali ini lelaki disampingnya tidak menahanya, dia juga marah dengan ucapan Li Wei tadi.


"Begini saja, jika kau menang melawan Putri ini maka Putri ini akan menjilat sepatu Anda." Ji Fengyan sudah memeriksa tingkat kekuatan Li Wei, namun tidak menemukan apapun. Dia berpikir bahwa Li Wei adalah seorang Limbah!


Li Wei tidak menghindarinya, dia langsung menuju ke depan.


Li Wei mengerutkan keningnya, tendangannya tidak selemah ini walaupun dia hanya memakai 3% Kekuatanya. Dia mencoba memeriksa tubuhnya dan menemukan bahwa Qi Spiritual di meridianya terus menerus berkurang dengan cepat. Tiba-tiba suara panik Kaibo terdengar di benaknya.


"Tuan ini gawat! Panah tadi mengandung racun, dan Racun itu menyerap Qi Spiritual anda. Tapi jangan khawatir, Racun itu hanya menyerap beberapa Qi Spiritual sampai batas tertentu."


"Beraninya Anda menendang Putri ini!" Ji Fengyan marah, dia mengambil cambuk panjangnya dari cincin spasial.


Li Wei mencibir di dalam hatinya, gadis ini sangat tidak tahu berterimakasih!


Dia hanya tertarik pada panah beracun itu dan tidak tertarik pada Putri dari Kerajaan kecil yang sombong.


Banyak yang menghadiri Festival dan mereka berkumpul untuk menyaksikan pertarungan antara Li Wei dan Ji Fengyan.


Tidak menunggu Ji Fengyan berbicara, Li Wei melesat ke arahnya!


Dia sangat cepat, dan orang-orang yang menonton tidak bisa melihat bagaimana dia melesat. Ketika melihat sosoknya lagi, dia telah berada di belakang Ji Fengyan. Ji Fengyan dibingungkan oleh kecepatan Li Wei, dan saat ia menoleh ke belakang, Dia segera merasakan pukulan di tubuhnya.


"Ah!" Ji Fengyan tidak punya waktu untuk menghindar, pukulan Li Wei sangat kuat menyebabkan dia dihempaskan ke tanah dengan kuat, tanganya menutupi dadanya dan mengeluarkan seteguk darah.


Li Wei memandang Ji Fengyan, dan tersenyum dingin. Dengan tangan terlipat di dadanya, dia berjalan menuju Ji Fengyan, diam di depanya, lalu mengangkat dagunya dengan kakinya. Dia bertanya dengan dingin."Yang Mulia Putri, mengapa kau tidak bergerak begitu cepat? Tidakkah anda mengatakan , jika Anda menang dari saya, Anda ingin saya berlutut dan menjilat sepatu Anda?"


"Anda... Anda berani memperlakukan Putri ini seperti ini!" Ji Fengyan berbicara dengan tidak percaya, dia mengulurkan tangannya untuk menyingkirkan kaki Li Wei.


Tapi kaki Li Wei menekan mulutnya terlalu kuat.


"Saya memenangkan pertarungan ini, bukankah Anda sekarang harus menjilat sepatu saya?"


"Kau bercanda? Tidak, aku tidak akan melakukan..."


Sebelum dia selesai berbicara, tiba tiba sepatu Li Wei memasuki mulutnya.


"Ahh!!" Ji Fengyan memukul kaki Li Wei, tapi Kekuatanya melemah karena pertempuran itu.


Li Wei mendengus, dia tidak ingin menjadi orang yang baik jika berurusan dengan orang yang jahat dan tidak tahu berterimakasih seperti Ji Fengyan, jadi dia menggunakan kekuatan Spiritual untuk lebih menekan Mulut Ji Fengyan.


"Krak!"


Ketika semua orang mendengar suara Rahang Ji Fengyan yang patah, mereka merasakan kulit kepala mereka mati rasa!


-------------


Jangan Lupa Like dan Comment;)