How to Defeated The Kingdom?

How to Defeated The Kingdom?
27. Serangan Kerajaan Bintang (3)



"Kamu ********, aku ingin kau mati!!!!"


Wajah Feng Si tiba-tiba menjadi gelap, "Gu Yanhao, beraninya kau melanggar perintahku, jangan lupa bahwa aku masih memiliki banyak sandera di tanganku, apakah kamu ingin semua sampah ini mati?"


Semua orang yang disebut sampah oleh Feng Si tiba-tiba memiliki keteguhan yang kuat di hati mereka.


Jendral Gu bagaimanapun telah bersedia berlutut demi mereka, dan dia mendapat julukan 'Pahlawan' di hati para Rakyat Kerajaan Bulan.


Feng Si berbalik dan melirik. Dia terkejut melihat semua orang biasa bergegas menuju pasukan Kerajaan Bintang.


Mereka semua adalah orang biasa tanpa senjata di tangan mereka!


Mereka bahkan tidak bisa menahan serangan pasukan Feng Si, namun mereka berani bertarung tanpa senjata?


Kenapa... Bagaimana mereka bisa begitu berani? Apakah mereka tidak ingin hidup?


Feng Si tidak bisa memahami ini!


Sifat manusia semua egois di matanya, Manusia adalah makhluk yang suka menggertak yang lemah tapi takut pada yang lebih kuat, Manusia takut mati dan akan melakukan apa saja untuk bertahan hidup! Seharusnya tidak ada manusia yang masih akan bergegas maju tanpa ragu-ragu ketika mereka tahu betul bahwa jalan di depan adalah jalan buntu!


Mata Gu Yanhao berkaca-kaca dan penuh amarah. Angin kencang bertiup di sekelilingnya, Pedangnya bergegas maju dengan keras.


Ketika Feng Si sadar, dia bertemu dengan mata Gu Yanhao dan dengan cepat menggunakan pedangnya untuk memblokir serangan Gu Yanhao.


Tang!


Kekuatan brutal itu bergetar dan membuat lenganya mati rasa.


Dia mengambil beberapa langkah ke belakang dan melihat Raja bela diri di sebelahnya dan berkata, "Jenderal Han, bantu aku!"


Ling Yue mengangguk, dia tiba-tiba berada di depan Gu Yanhao.


"Jenderal Gu, kau baik-baik saja?" Ling Yue memberi tatapan provokasi pada Gu Yanhao.


Ling Yue, jenderal Kerajaan Bintang, telah bertemu dan bertarung dengan Gu Yanhao beberapa kali sebelumnya.


-----


Di Paviliun Li Guo.


Setelah duduk di tempat tidur, Li Guo batuk pelan, wajahnya pucat pasi. Dia bergerak mundur dan membiarkan kepalanya bersandar di dinding.


"Kasim Fang, apakah kau sudah mengamankan Shi'er di ruang bawah tanah?"


Li Guo tersenyum kecut dan mengeluarkan cincin giok di bawah bantal, Cincin giok itu sangat indah, itu tembusan cahaya dan berkilau seperti kristal.


"Kasim Fang, tolong segera tinggalkan istana, Bawa Shi'er dan temukan Wei'er. Berikan cincin ini padanya..."


"T-tuan tua?"


"Kasim Fang, almarhum ayah Wei'er meninggalkan ini untuknya. Jika kau menemukan Wei'er, pergilah ke Kerajaan Langit dan tunjukan cincin ini pada Kaisar Kerajaan Langit."


"Tuan tua, apakah..." Kasim Fang tidak melanjutkan kata-katanya, ia sangat terkejut saat ia menyadari arti dibalik ucapan Li Guo.


Li Guo tersenyum kecut dan berkata,"Ya, bawalah Wei'er kesana, kau juga harus membawa Shi'er." Li Guo batuk dan mengeluarkan darah.


Pada saat itu pintu kamar dibuka dengan keras, menampakan sosok yang mengkilap dengan zirah emasnya.


Kasim Fang pucat, dia sangat ketakutan dan cemas pada saat bersamaan.


"Cepat pergi!" Li Guo mendorong Kasim Fang melewati pintu belakang.


Kasim Fang menggelengkan kepalanya dengan keras. tidak, dia tidak bisa meninggalkan Li Guo sendiri disini, dia harus melarikan diri bersamanya!


"Tuan tua...."


"Kasim Fang, cepat pergi dan rawat kedua cucuku. Katakan pada mereka untuk tidak kembali ke Kerajaan Bulan lagi. Mereka berdua adalah keturunan keluarga Li yang tersisa, mereka tidak boleh mati, katakan pada mereka untuk tidak membalaskan dendamku, dan hiduplah dengan baik."


"Tuan tua! Aku tidak ingin meninggalkanmu. Tolong buatkan pelayan ini tinggal bersamamu." Kasim Fang berkata dengan suara bergetar, dia hampir menangis.


"Kasim Fang, ini adalah perintah! Perintah dari Panglima Kerajaan Bulan!" Li Guo sangat terharu dengan kesetiaan Kasim Fang.


"Tuan tua, jangan khawatir, saya akan merawat Yang Mulia dan Putri Kedua dengan baik." Mata Kasim Fang dipenuhi air mata, dia enggan pergi.


Sejak Kasim Fang masih kecil, dia telah memasuki Paviliun Li Guo dan melayani Li Guo sepanjang hidupnya. Bagaimana dia bisa meninggalkan Li Guo sekarang? Namun, dia juga tidak bisa melawan perintah Li Guo dan membiarkan Li Wei dan Li Shi sendirian di luar sana.


Kasim Fang berdiri lalu membungkuk pada Li Guo sebelum pergi dengan air mata yang memenuhi wajahnya.


"Li Guo, sudah kukatakan kalau kau tidak bisa pergi dariku. Kenapa kau begitu keras kepala?"


---------------------


Jangan lupa Like dan Comment;)