
Li Wei membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah sepasang mata hijau gelap sedang menatapnya dengan semangat.
Li Wei terkejut, bukanya dokter itu mengatakan kalau Serigala Perak akan sadar dalam beberapa hari lagi? Merasakan tatapan Serigala itu, tangan Li Wei tanpa sadar mengelus kepalanya.
Serigala Perak menutup matanya dan menggeram rendah, menikmati elusan Li Wei.
"Apa kau lapar?" Serigala itu memiliki mata yang tajam yang menakutkan, namun terlihat menggemaskan di mata Li Wei. Serigala Perak denganĀ semangat mengangguk.
Li Wei memanggil pelayan, dan memerintahkan untuk membawa daging mentah. Setelah mendengar perintah Li Wei, pelayan itu pamit undur diri.
"Kau punya nama?" Li Wei mengalihkan tatapannya ke Serigala Perak, Seolah mengerti Serigala Perak menggeleng.
"Haocun?" Mata Serigala Perak bersinar mendengar itu, Haocun terdengar gagah dan pemberani seperti dia.
"Apa kau sudah dikontrak?" Haocun menggelengkan kepalanya, Li Wei bingung sendiri dengan tingkah Haocun, Bagaimana bisa dia mengerti bahasa manusia?
Haocun menjilati pipi Li Wei, membuat Li Wei mengerutkan keningnya. Ia tak mengerti bahasa binatang, oke?!
"Tuan... Serigala itu ingin Anda menjadi Tuanya..." Mendengar ucapan Kaibo ,Li Wei buru-buru menggigit jarinya dan membuat kontrak dengan Haocun, ia tidak ingin terus dijilat, rasanya sangat menggelikan!
Pintu Kamar diketuk, lalu masuk Pelayan tadi dengan nampan besar berisi daging Mentah. Haocun menjulurkan lidah melihat daging itu. Sebenarnya makanan yang ia makan sehari-hari adalah tanaman Obat, bukan daging seperti serigala lainya. Tapi ia tidak ingin membuat Tuanya kecewa, lagipula ia juga merindukan rasa daging setelah sekian lama tidak memakanya.
Li Wei mengambil alih nampan dan meletakkannya di depan Haocun . Dengan semangat, Haocun memakan makanannya.
"Salam Yang Mulia, Tuan tua memanggil anda untuk pergi ke ruang makan." Seorang Kasim masuk dan berlutut di hadapan Li Wei.
"Aku akan segera datang." Li Wei melambaikan tangannya, menyuruh Kasim pergi.
Li Wei segera bersiap-siap, dia memakai jubah warna merah dengan sulaman Emas. penampilannya sangat sempurna, auranya juga sangat mirip dengan almarhum Ayahnya.
Sebelum pergi, ia mengelus kepala Haocun, yang dibalas jilatan di tanganya.
--------------
"Wei'er turut senang dengan berita ini."
---------------
Li Wei menatap bangunan besar di depannya. Itu adalah Restoran tempat makan Li Wei dan Li Shi kemarin.
Bangunan yang dulunya usang dan berdebu, kini menjadi bangunan sederhana, namun terkesan sedikit mewah.
Kayu yang dipasang sebagai dinding menjadi sangat mengkilap, ada juga kolam ikan di halaman depan, dan furniture lain yang dubah sedemikian rupa. Yah terserah imajinasi kalian...
Seorang Pria paruh baya keluar dari Restoran, dan menghampiri Li Wei.
"Salam kepada Yang Mulia. "
Li Wei mengambil kantong berisi koin emas, dan memberikannya pada Pria paruh baya.
"Uang pembelian"
Saat Pria paruh baya membuka Kantong, ia terkejut. Kantong itu berisi 5 Koin Emas Hitam.
"Carilah beberapa orang untuk dijadikan pelayan, dan belilah bahan-bahan yang dibutuhkan. Sisanya untukmu"
"Terima kasih Yang Mulia, Terima kasih..." Pria paruh baya itu ber-Kowtow di depan Li Wei.
"Ah, ya ganti papan nama menjadi Paviliun Qin Luo!" Setelah mengatakan itu, Li Wei berbalik dan berjalan pergi.
Jangan lupa Like dan Comment;)