
Li Wei menekan titik akupuntur Wanita pengemis, untuk memberhentikan batuknya. Ia menuntun Wanita itu untuk duduk dan menunggunya, ia masih harus menyembuhkan wanita yang berteriak minta tolong tadi.
Li Wei meminta sebuah jarum kepada Elder Yu. Dia sedikit ragu sebentar namun tetap memberi Jarum pada Li Wei.
Li Wei berjalan ke wanita yang sekarang tengah meringkuk seperti bola. Ia meluruskan tubuhnya, lalu menusukkan Tepat di jantungnya tanpa ragu-ragu.
Elder Yu berteriak, "Apa yang kamu lakukan?"
Jika gadis ini tidak tahu kedokteran, ia tak perlu menjadi senekat ini kan?!
Semua orang menatapnya dengan mata terbuka lebar.
Alih alih sekarat, segera setelah jarum ditusukkan, wanita itu tiba-tiba membuka matanya. Kulitnya yang pucat kini berangsur-angsur pulih.
Li Wei tenang. Pada saat ini, tidak ada yang berani memandang rendah dirinya.
Kerumunan orang berteriak, "Gadis kecil itu luar biasa!"
"Bahkan dokter istana tidak sebaik gadis kecil ini!"
Wajah para dokter istana menjadi pucat, mulutnya bergetar, benar-benar tidak bisa berkata-kata.
Seorang dokter melangkah maju dan meraung marah,"kamu curang!!!"
Li Wei mencibir.
Dia dengan dingin tersenyum di balik cadarnya, "Idiot!"
Dokter itu semakin marah mendengar ucapan Li Wei,"Katakan, metode setan apa yang anda gunakan?"
Kerumunan orang yang selalu memiliki tatapan kagum pada dokter istana kini menjadi penuh penghinaan.
Mereka pernah bertemu dengan orang yang tak tahu malu sebelumnya, tapi mereka tidak pernah bertemu orang yang sangat sangat tidak tahu malu seperti dokter ini.
"Kau tidak memiliki hak untuk bertanya."
Kerumunan segera mengejek dokter itu, dia memiliki wajah hijau dan dengan malu menyusut kembali ke kerumunan.
Wanita yang sedang berbaring kini mencoba berdiri tegak, lalu segera membungkuk di depan Li Wei.
"Nona muda.... Kebaikan dan rahmatnya untuk menyelamatkan hidupku, aku dengan rendah hati berterimakasih padamu!"
Dengan mata yang sangat dingin dan ekspresi iblis, dia menoleh ke arah Elder Yu, "Bagaimana? Aku menang, bukan?"
Tubuh Elder Yu kaku, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Gadis kecil ini adalah seorang yang jenius! Sepertinya dia cocok menjadi murid Gransmaster.
Dia dengan canggung tertawa, "Tentu saja! Keterampilan medis nona muda benar-benar bagus, saya sangat mengaguminya!"
Li Wei dengan dingin berkata, "Ya, tentang taruhan yang baru saja kita sepakati, Anda tidak lupa kan?"
"Ya, Ya, tentu saya tidak lupa. Tapi bisakah nona meluangkan waktu untuk bertemu dengan Gransmaster saya?"
Kerumunan menahan nafas, Itu Gransmaster Li, dia adalah orang yang mendirikan Paviliun Harta Karun. Semua orang sangat menghormatinya, namun, tak ada yang pernah melihat wajahnya. Dan sekarang gadis kecil diizinkan untuk bertemu? Betapa beruntungnya.
"Aku tidak punya waktu luang untuk saat ini, mungkin besok." Elder Yu dengan cepat mengangguk, ia tak mau terlalu memaksanya. Elder Yu memerintah salah satu pelayan untuk mengambil Teratai Emas.
Li Wei sendiri masih harus menyembuhkan Wanita pengemis itu. Kultivasinya bagus, mungkin dia bisa menjadi salah satu anggota Sekte Iblis.
Juga Gadis kecil itu, dia bisa mengasahnya menjadi seorang iblis yang tak berperasaan.
Li Wei memutuskan telapatinya ketika melihat seorang pelayan membawa sebuah kotak hitam kecil.
Pelayan itu memberikan kotak itu kepada Li Wei. Li Wei menerimanya, lalu membuka kotak itu .
Sebuah sinar keemasan muncul ketika kotak itu terbuka, menampilkan bunga teratai putih keemasan.
"Ini adalah Teratai Emas yang nona inginkan." Elder Yu terlihat sedikit enggan, namun menyadari Li Wei yang memenangkan taruhan ia menghela nafas.
Li Wei tidak mengatakan apapun, sebaliknya ia pergi menuju Wanita pengemis itu.
"Ikuti aku!"
---------------
"Ini akan menjadi tempat tinggalmu mulai sekarang. Gufei akan memberitahumu apa yang harus kaulalukan disini, panggil dia jika kau butuh sesuatu." Li Wei bukan orang suci, dia tidak perlu menjadi orang munafik. Dia tidak pernah sopan pada siapapun jadi jangan tanyakan tentang ucapannya.
Sebuah bayangan hitam melesat menuju Li Wei, dan berlutut.
"Menerima perintah Guru." Li Wei melambaikan tangannya, menatap Gufei dan Wanita pengemis bergantian, lalu tanpa berkata-kata dia pergi.
-----------
Li Wei menuruni gunung dengan tenang sambil menikmati kicauan burung. Dia bisa saja menggunakan jurus Qing-gong untuk cepat sampai ke Istana Bulan, namun ia ingin menikmati kicauan dan suara hewan-hewan disini.
Suara lembut seruling tiba-tiba memotong pikiran Li Wei.
Dia mendongak untuk menemukan bahwa dia tanpa sadar memasuki hutan bambu.
Suara seruling datang dari dalam hutan bambu, sejuk dan halus memenuhi hutan dengan ketenangan.
Li Wei mengambil langkah kecil ke depan. Suara Seruling itu menjadi lebih jelas.
Seorang lelaki berbaju putih seperti dewa dari sebuah lukisan, memainkan seruling. Dibandingkan dengan pilar bambu yang anggun, siluetnya yang dingin dan kesepian meninggalkan bayangan yang tak terlupakan di benak orang-orang yang melihatnya.
Adapun Li Wei, pikiran pertama yang terlintas dalam pikiran ketika dia pertama kali melihatnya adalah 'Tampan!'
Tidak ada yang bisa dibandingkan dengan pria cantik di depannya ini.
Meskipun Li Wei hanya melihat profil sampingnya, itu sudah cukup untuk membuatnya takjub.
Jika Kaibo dan Haocun melihat ini mereka akan terkejut sampai mati. Tuan mereka ini tidak pernah mengeluarkan banyak Ekspresi, namun bertemu dengan pria ini Ekspresinya dalam sekejap berubah.
"Istri.... kecil?"
Suara pria itu terdengar menyenangkan dan keperakan seperti aliran sungai.
Tatapannya dingin namun terdapat banyak kerinduan dan kelembutan di matanya ketika dia melihat Li Wei.
Ditatap seperti itu, Jantung Li Wei berdegup kencang. Dia tak pernah diatatap seperti itu sebelumnya.
"Istri... Kenapa kau diam saja? Apakah kau tidak merindukan Zhen?"
----------------
Jangan lupa Like dan Comment;)