How to Defeated The Kingdom?

How to Defeated The Kingdom?
17. Serigala Perak



Li Wei mengangguk puas dengan karyanya, bangunan sudah jadi, dan Li Wei perlu memberi perabotan dalam jumlah banyak. Tentu saja Sekte Iblis tidak hanya berisi 50 orang, jika sudah menyebar luas, banyak murid yang akan mendaftar ke Sekte ini di masa depan.


Dirasa sudah tidak ada yang diperlukan, Li Wei turun dari puncak dengan santai sembari menikmati pemandangan di sekelilingnya.


Langkah Li Wei tiba-tiba terhenti saat Indra tajamnya mendengar gemrisik dari semak. Li Wei mengawasi dengan waspada, bagaimanapun ia masih di tahap Ksatria tingkat puncak, kekuatan semacam itu belum bisa mengalahkan binatang spiritual.


Namun bukan binatang spiritual yang diharapkan Li Wei tidak muncul, melainkan cairan merah kental yang mengalir dari dalam semak-semak.


Li Wei menurunkan sedikit kewaspadaannya, lalu dengan mantap, ia berjalan menuju Semak-semak. Saat melihat sesuatu didalam semak-semak Li Wei terkejut.


Yang didapatinya adalah sebuah Serigala berbulu perak yang memiliki ukuran dua kali lebih besar, daripada ukuran serigala normal pada umumnya.


Di perutnya, terdapat sayatan pedang yang menyebabkan perutnya memiliki luka lebar, itu sedikit memperlihatkan isi perutnya.


Li Wei buru-buru memeriksa nafasnya, setelah itu ia mendesak kagum. Memiliki luka sebesar itu seharusnya Serigala perak ini sudah mati, namun itu masih bernafas walaupun samar.


"Tuan, Serigala itu adalah serigala Spiritual! Jika kau menyembuhkannya dan mengkontraknya, Serigala itu akan patuh padamu!" Entah dari mana Kaibo sudah duduk di bahu Li Wei, dia sungguh iri dengan keberuntungan yang dimiliki Tuanya ini.


"Lalu? Jika aku mengkontraknya, Kau tidak akan cemburu?" Li Wei merobek sedikit pakaiannya, lalu dengan hati-hati ia membalut luka Serigala Perak, setidaknya itu dapat mencegah Luka itu mengeluarkan banyak darah.


"Aku memang cemburu! Tapi jika Tuan mengkontrak banyak binatang spiritual, itu akan menambah kekuatan milik Tuan." Kaibo memang takut Tuanya tidak akan sayang padanya lagi, namun kekuatan Tuanya juga perlu ditingkatkan maka biarlah dia tidak menyayanginya, yang terpenting ia tidak memutus kontrak.


Setelah Luka selesai dibalut, Li Wei menggendong Serigala Perak itu dengan sedikit kesusahan.


"Tuan biarkan Aku melakukanya!" Kaibo kasihan dengan Tuanya, mukanya sudah mengeluarkan banyak keringat!


Li Wei menatap Kaibo dengan tatapan humor. Bagaimana bisa Rubah yang hanya sebesar Lengan itu membawa Serigala yang dia sendiri kesusahan membawanya?


Kaibo yang menyadari tatapan Tuanya entah bagaimana menjadi kesal. Sebuah cahaya keemasan tiba-tiba menyinari tubuh Kaibo, Li Wei menutup matanya karena silau.


Saat membuka matanya, Seekor Rubah besar dengan sembilan ekor dibelakangnya mengayun dengan semangat.


"Tuan sekarang naiklah!" Kaibo membusungkan dadanya dengan bangga, setelah ini Tuanya pasti akan memujinya karna dia sebenarnya adalah Rubah ekor sembilan yang legendaris!


Namun, harapanya harus pupus setelah melihat Li Wei dengan santainya meletakan Serigala Perak disisinya lalu naik ke punggung Kaibo.


"Tuan setidaknya puji aku sedikiiiit saja."


------------


"Bagaimana?" Li Wei bertanya dengan dingin ke dokter yang mengobati Serigala Perak. Ia sangat malas mengobati sekarang, jadi ia memanggil dokter.


"Menjawab Yang Mulia, Serigala Perak itu sudah sedikit membaik, dan mungkin akan sadar dalam beberapa hari lagi."


Li Wei memberikan sekantong Koin emas padanya, setelah itu Li Wei menyuruhnya pergi.


Li Wei masuk ke kamarnya, dimana disana ada Serigala Perak yang tidur dengan nyaman di Tempat tidurnya.


"Tuan aku lapar..."


←-------------------------------→


                      Pendek yah? Maaf:<


Hari ini banyak kerjaan, jadi


Ga sempet nulis cerita.


Jangan lupa Like dan Comment;)


←---------------------------------→