How to Defeated The Kingdom?

How to Defeated The Kingdom?
1. Li Wei



Li Wei mengerjabkan matanya, ia pikir semuanya telah berakhir ketika beberapa pembunuh bayaran menembaknya secara bersamaan ketika sedang mencoba bersantai di ruang tamu.


Dia mencoba menggerakan badanya, Namun yang ia rasakan justru sakit yang terjadi di sekujur tubuhnya. Entah apa yang terjadi pada tubuhnya hingga menggerakan satu jari pun tak bisa.


Li Wei melihat sekeliling, ruangan ini sangat berbeda dengan rumahnya yang megah dan modern. Ruangan yang sekarang ia tempati adalah gubuk dengan dinding kayu dan atap yang terbuat dari rumput jerami, bau kayu yang membusuk bisa dicium jelas diruangan itu membuat siapa saja yang masuk akan menutup hidung!


Kenapa dia ada disini? apakah dia dihidupkan kembali seperti cerita fantasi yang pernah sekali ia baca?


lamunanya terhenti ketika sebuah memori kenangan yang menyedihkan muncul di kepalanya membuat kepalanya sakit namun Li Wei tidak bergerak, bergerak hanya akan menambah rasa sakit di tubuhnya. Jadi ia hanya tergeletak di ruangan itu dengan wajah yg mengerut penuh keringat, ia mencoba menahan rasa sakit di kepalanya juga di sekujur tubuhnya dengan menggigit bibirnya kuat-kuat tak peduli dengan darah yang mulai merembes masuk ke tenggorokannya.


Tubuh yang ia tempati adalah tubuh milik Putri Mahkota yang dibenci orang-orang. Putri Mahkota ini memiliki nama yang sama dengannya. Tubuh Putri Mahkota sering diracuni berkali-kali oleh Selir-selir yang ada di istana, namun beruntung tubuh ini memiliki fisik yang kuat dan sehat sehingga Putri Mahkota dapat bertahan hingga saat ini.


Li Wei bangkit mengabaikan rasa sakit yang terus-menerus menyerangnya ketika ia bergerak, Li Wei tidak tahan jika harus diam dan menunggu ajal menjemputnya lagi jadi ia berjalan tertatih keluar mencoba mencari cara untuk menyembuhkan tubuh ini.


Tap... Tap... Tap!


Suara langkah kaki menuju kesini terdengar di indra pendengaran Li Wei, ia berhenti sejenak lalu menatap pintu kayu yang perlahan terbuka menampilkan 4 wanita dengan baju sutra mahal yang jauh berbeda dengan Li Wei yang saat ini hanya memakai baju usang yang kasar.


"Eh?... ternyata ****** kecil ini belum mati?" Salah satu dari 4 wanita itu masuk kedalam ruangan usang itu dan berhenti tepat di depan Li Wei, wanita itu menatap Li Wei dengan pandangan mengejek.


"oh dewa, disini benar benar bau!" Ucap seorang wanita sembari menutup hidungnya dengan sapu tangannya. Menurut ingatan yang Li Wei dapat, wanita itu adalah selir pertama, Jia Li. Jia Li adalah orang yang sering memanipulasi pelayan-pelayan istana untuk membenci Putri Mahkota dulu, dan Jia Li lah yang setiap hari menyuruh pelayan untuk mencampur racun kedalam makanan sehari-hari Li Wei.


"Tempat ini memang bau, dan siapapun yang betah tinggal disini hanyalah serangga!" Sarkas Selir kedua, Mei Hua. Walaupun tiap detik wajahnya dihiasi dengan senyuman, senyuman itu tidak dapat menutupi matanya yang berkilat tajam dengan banyak rencana jahat.


"Selir kedua lihatlah, bahkan satupun serangga tidak dapat kutemukan disini. Lalu disebut apa Putri Mahkota ini yang bahkan tidak bisa disamakan dengan serangga? Sampah, mungkin..." Selir ketiga menyaut dengan tawanya yang terdengar lembut namun mengejek, An Peiyan itulah nama selir ketiga.


Li Wei hanya diam menatap mereka, pikirannya dipenuhi dengan berbagai cara untuk membunuh semua orang yang menghinanya di masa depan nanti. Sistem kasta memang ditetapkan disini, namun kenapa ia sebagai Putri Mahkota diperlakukan bagai sampah? ahh... biar ia jelaskan dulu kasta tertinggi sampai terendah yang ada di kerajaan ini.




Raja: Li Chu, Ayah Li Wei yang sudah meninggal karna peperangan yang terjadi beberapa minggu lalu. Peperangan yang menewaskan 1 juta prajurit dalam satu malam, namun beruntung beberapa Pangeran berhasil menyelinap ke dalam persembunyian musuh dan dengan cepat mengepung musuh lalu memenangkan peperangan itu dengan perasaan senang bercampur sedih.




Ratu: Li Jiancheng, Ibu Li Wei. Ia seharusnya masih hidup hingga saat ini dan menjaga Li Wei, namun ia merasa tidak mampu menahan tekanan dari kehilangan suaminya dan selir-selir yang setiap hari selalu mencari kesalahannya yang membuatnya mendapat caci makian dari orang-orang.




Putri Mahkota: Li Wei, Putri yang selalu mendapatkan perilaku kejam dan Putri yang dijuluki Putri sampah hanya karna ia tidak menguasai seni bela diri dan banyak rumor yang mengatakan bahwa wajahnya yang buruk rupa.




Selir Agung/ Selir pertama: Jia Li, Selir yang sekarang mengusai Harem istana dan keuangan istana setelah kematian Permaisuri.




Selir Kedua: Mei Hua, Selir kejam yang dengan berani membunuh pelayannya ketika ia dalam suasana hati yang buruk.




Selir Ketiga: An Peiyan, banyak orang bilang bahwa selir ketiga adalah selir yang murah senyum dan baik hati kepada rakyat jelata tanpa tahu bagaimana wajah asli selir ketiga.






Pangeran ketiga: Li Zhen, Anak dari Selir pertama. Li Zhen adalah lelaki berumur 25 tahun dengan paras yang tampan dan tubuh yang gagah. Untuk sementara, kerajaan ini ada dalam naungannya.




Pangeran keempat: Li Jun, Anak dari Selir kedua. Li Jun berumur tidak jauh dari Li Zhen. Ia tidak tertarik pada politik dan lebih memilih turun kedalam medan perang.




Putri kelima: Li Mei, Anak dari Selir kedua. Li Mei adalah putri yang sering sekali menerima lamaran dari banyak pewaris-pewaris menteri negara lain karna ia terkenal dengan parasnya yang cantik dengan beribu bakat yang ia miliki.




Putri Keenam: Li Yueyin, Anak dari selir ketiga. Tahun ini ia berumur 17 tahun, umur yang matang untuk menikah. Namun ia memilih lajang sampai menemukan orang yang tepat.




Putri ketujuh: Li Jingmi, Anak dari Selir ketiga. Li Jingmi adalah anak kecil berumur 12 tahun yang sedang dalam masa pengajaran etika saat ini, membuat anak itu jarang sekali terlihat di lingkungan istana.




Pangeran Kedelapan: Li Haocung, Anak Dari Selir pertama. Anak yang dirumorkan akan menjadi pewaris tahta selanjutnya, dalam umur 10 tahun Li Haocung sudah menguasai bakat berpedang dan politik secara bersamaan membuat orang-orang menyebutnya sebagai anak emas.




...---------------...


Li Wei menatap gerak gerik Jia Li yang mencurigakan, Jia Li mengambil sesuatu dari seorang pelayan yang sedari tadi mengikutinya. Sebuah gelas berisi cairan kental berhasil mencuri perhatian Li Wei, ketika Jia Li mengangkat tangannya dan bersiap menumpahkan cairan itu ke wajah Li Wei ia dengan cepat menghindar sehingga cairan itu tumpah ke lantai.


Anehnya lantai kayu di bawahnya dengan cepat meleleh seperti plastik yang dipanaskan, sejenak Li Wei berpikir apakah itu Air keras di dunia ini?


"Jadi niat kalian kemari adalah untuk melelehkan wajahku?" Tangan Li Wei dengan cepat merebut gelas yang ada di tangan Jia Li, cairan di dalam gelas itu masih tersisa setengah. Cukup untuk mengusir selir-selir ini pergi dari kediamannya.


"Pergi atau kalian ingin melelehkan wajah kalian? cukup bilang padaku, akan kukabulkan." Li Wei berdiri tegak dengan nafas tersengal, gerakan merebut gelas tadi cukup menguras tenaganya.


Ketiga selir itu bertatapan satu sama lain, ragu. Jika mereka pergi, pewaris tahta justru akan jatuh kepada Li Wei. Namun jika mereka tidak pergi, Li Wei bisa menyiram mereka dengan racun itu kapan saja.


Mereka dengan perasaan ketakutan dan marah segera pergi dari ruangan itu, persetan dengan tahta mereka bisa menyusun 1001 rencana untuk menyingkirkan Li Wei.


Setelah mereka pergi, Li Wei terduduk di lantai dan melihat cairan di gelas itu dengan cermat. Banyak hal yang tidak ia kenali di dunia asing ini dan ia perlu mempelajari banyak hal untuk beradaptasi di dunia ini.


...----------...


...Banyak tulisan yang amburadul disini karna nekat nulis cerita waktu masih SD, jadi aku revisi lagi pake alur yang baru....


...Alur yang nggak kecepetan kaya dulu, dan kalau masih bingung bisa tanya di kolom komentar....


......----------......