
Li Wei menatap Serigala salju dengan puas, Serigala salju ini betina jadi ia bisa menjodohkanya dengan Haocun. Memikirkan ini Li Wei tersenyum licik.
Binatang roh yang ia pesan sudah datang.
Di Kediaman Li Wei, Liu Li berdiri di depan sangkar Serigala Salju. Saling menatap
Ia melihat dengan bingung, ia kemudian berbalik melihat Li Wei dan bertanya dengan bingung, "Yang Mulia, dari mana Anda mendapat Serigala salju ini?"
"Pengadilan Binatang."
"Liu Li, rawatlah dengan baik Serigala salju ini. Jika dia membuat masalah, segera beritahu aku."
Serigala salju ini masih binatang roh level-3. Level budidayanya setara dengan Level Ksatria, sama dengan Budidaya Li Wei.
"Tapi..." Liu Li bergumam dengan sedih, " Serigala salju ini, terus menatapku..."
Li Wei tidak memperdulikan Liu Li, ia berjalan pergi ingin melihat tanah perkebunanya.
---------
Ada sebuah bukit di belakang Kediamannya.
Di atas bukit itu terdapat langit biru yang sangat jernih dan sebuah jembatan kecil di atas aliran sungai yang membentuk pemandangan panorama.
Di sebelah sungai ada sebidang tanah luas.
Li Wei mengeluarkan biji herbal.
Ia mendapatkannya saat akan menuju Istana, tepatnya di Paviliun Harta Karun.
Dalam lingkaran normal, ramuan butuh waktu lama untuk tumbuh sepenuhnya, mungkin satu sampai tiga bulan , jadi dia harus bersabar untuk menunggu
Menanam tanaman herbal hanya dengan meletakan benihnya di tanah dan menyiraminya dengan Qi spiritual setiap hari.
-------
Li Wei menghapus keringat di dahinya, sekarang benih herbal sudah tertanam. Li Wei merasa tidak ada yang harus ia lakukan sekarang, jadi ia mencoba berjalan-jalan di hutan samping bukit.
di hutan ini terdapat banyak buah-buahan dan Li Wei sering menemukan tumbuhan herbal kelas rendah.
itu adalah wanita cantik yang mengenakan gaun hijau sederhana namun elegan, dia duduk di dahan pohon dengan gaun hijaunya yang melambai tertiup angin.
wanita itu memiliki ekspresi lembut di wajahnya yang cantik, seperti bunga Krisan.
"Tak kusangka aku, akan bertemu dengan orang terpilih secepat ini." Suara lembut wanita itu bergema di telinga Li Wei.
saat ini hati Li Wei yang setenang air kini menghasilkan riak. wanita ini tahu kalau dia adalah orang terpilih, apakah dia Dewi?
"Kau... Dewi?" Li Wei dengan ragu-ragu bertanya.
mendengar ucapan Li Wei, wanita itu tertawa lembut.
"ha..ha... Kau begitu cepat mengetahui identitas ku Nak." Wanita itu turun dari pohon, namun bukanya jatuh, tubuh wanita itu melayang. Wanita itu melayang menuju Li Wei.
Li Wei diam tak bergerak. ia tak merasakan niat membunuh dari Wanita di depannya , jadi dia tenang.
"aku bisa saja mewariskan kekuatanku padamu sekarang, Tapi kekuatanku yang sekarang tidak cukup untuk itu." Wanita itu menghembuskan nafas panjang.
"Tetapi, kekuatanku bisa disembuhkan dengan Tanaman obat... Teratai Emas, mungkin sedikit susah untuk mencarinya, tapi hanya tanaman ini satu-satunya yang bisa menyembuhkan kekuatanku."
Li Wei mengangguk, tak masalah dengan rintangan yang akan dia hadapi. dia harus menjadi kuat dengan cepat, di masa depan akan banyak musuh yang mungkin datang secara tak terduga. Kerajaan Bulan juga butuh banyak peningkatan, agar tak disebut sebagai Kerajaan termiskin dan terlemah.
"Yahh... jika kau sudah menemukan Teratai Emas itu, kembalilah kesini. aku akan menunggumu..." perlahan-lahan tubuh wanita itu memancarkan cahaya dan memudar di udara.
Hutan itu kembali sunyi...
Menyadari matahari sudah mulai terbenam, Li Wei membalikan badannya dan kembali ke istana.
Tak ada yang tahu kalau akan ada seseorang yang kuat akan datang ke Kerajaan Bulan esoknya.
-------------------------
Jangan lupa Like, Dan Comment:)