How to Defeated The Kingdom?

How to Defeated The Kingdom?
40. Menghangatkan tempat tidur



Li Wei duduk di taman bersama Baili Dongfang. Li Wei minum teh sendiri sedangkan Baili Dongfang bermain dengan Kelinci barunya.


"Istri... Kasim Tao bilang Kau menyayangiku, apakah itu benar?" Entah Baili Dongfang memiliki dendam apa dengan Kasim Tao, dia akan menggunakanya disaat dia menggoda Li Wei.


"Ya," Li Wei tidak berbohong, dia memang menyayangi Baili Dongfang.


Mendengar itu Baili Dongfang senang dia mendekat dan duduk di samping Li Wei. Dia mencium pipi Li Wei dengan cepat lalu pergi berlari meninggalkan Li Wei yang membeku. Dia menyentuh pipinya yang saat ini memerah, sedetik kemudian dia menunjukan senyum manis yang tidak pernah ditunjukan pada siapapun.


----


"Kasim Tao!" Baili Dongfang berteriak pada seorang Pria Paruh baya yang sedang memarahi dua orang Prajurit.


Kasim Tao menoleh pada Baili Dongfang dan memberi salam. "Ya, Tuan Muda."


"Istriku bilang bahwa dia menyayangiku, jika begitu apakah sekarang kita sudah menikah?" Baili Dongfang berkata dengan antusias.


Kasik Tao hanya tersenyum, "Tuan Muda, jika kau ingin menikah dengan Yang Mulia  maka hangatkan dulu tempat tidurnya." Kasim Tao bercanda. Namun, siapa yang tahu bahwa candaanya akan membawanya pada nasib yang sial.


"Woaah... Kalau begitu aku akan segera menghangatkan tempat tidurnya." Baili Dongfang segera berlari ke kamar Li Wei.


Kasim Tao tersenyum nakal, dia sangat ingin menjodohkan kedua Pasangan itu agar sifat dingin Li Wei sedikit mencair.


----


"Yang Mulia, di depan gerbang ada seorang gadis kecil yang mengaku murid anda." Salah satu penjaga berlutut di depan Li Wei.


"Biarkan dia masuk, dan antarkan dia padaku."


"Ya, Yang Mulia." Penjaga itu berdiri lalu mundur beberapa langkah sebelum pergi.


Tak lama dia kembali lagi dengan seorang Gadis kecil yang memiliki penampilan seperti pengemis. "Yang Mulia," Penjaga itu berlutut lagi.


Mata gadis itu memburam dan setelah itu tubuhnya ambruk ke tanah. Sedari tadi Li Wei tidak pernah melirik Gadis kecil dan Penjaga itu, dia memerintahkan, "Bawa dia dan bersihkan tubuhnya." Lima Pelayan Perempuan segera maju dan menggendong tubuh lemah gadis itu.


"Apakah Baili Dongfang dan Li Shi sudah makan?" Li Wei bertanya pada Pelayan di belakangnya.


"Menjawab Yang Mulia, Putri Kedua sudah makan. Namun Tuan Muda tidak mau keluar dari Kamar Yang Mulia." Pelayan itu menjawab dengan kepala tertunduk.


Dari dulu sampai sekarang Baili Dongfang selalu tidur dengan Li Wei, tapi saat Li Wei sedang dalam suasana hati yang buruk, Ia akan segera pindah ke kamarnya yang sudah disiapkan khusus oleh Li Wei.


Saat Li Wei membuka pintu ,Kamarnya sangat gelap, tidak ada satupun cahaya disana.


Tiba-tiba Li Wei merasa tubuhnya sedang di dekap oleh seseorang. Bau kayu cendana yang akrab tercium di hidung Li Wei, Bau ini adalah bau khas dari Baili Dongfang.


"Kenapa kau tidak makan?" Li Wei tidak mencoba melepaskan pelukan Baili Dongfang, dia mengangkat tangannya untuk mengelus kepala Baili Dongfang, kakinya sedikit berjinjit karena tinggi Baili Dongfang yang melebihinya.


Li Wei memang sedikit membenci seorang Lelaki. Namun Baili Dongfang adalah pengecualian, Dimatanya Baili Dongfang hanyalah seorang Anak kecil tampan yang selalu menempel padanya.


"Aku sibuk menghangatkan tempat tidurmu." Itu adalah kata-kata sederhana Namun menimbulkan Riak di hati Li Wei yang selalu tenang.


Li Wei tahu siapa yang mengajari Baili Dongfang, jadi dia menasehati dengan semburat merah di pipinya, "Kedepanya jangan mempercayai ucapan Kasim Tao, dia adalah orang jahat yang selalu mengajarkan ajaran sesat."


Entah kebetulan atau apa Kasim Tao sedang berjalan berkeliling dengan segerombol Pelayan Baru dibelakangnya, dia ingin memperkenalkan tata letak Istana Demonia dan secara tidak sengaja mendengar ucapan Li Wei.


Kasim Tao memiliki ekspresi masam yang tidak sedap dipandang, dihatinya dia sudah menangis keras-keras karena ucapan Li Wei.


Dia segera bergegas ke Li Wei dan mengeluh, "Yang Mulia bagaimana bisa Anda menuduh Hamba ini berbuat tidak-tidak, Hamba ini hanya berkata pada Tuan Muda untuk menyelimuti dirinya dengan selimut saat tidur agar tidak kedinginan." Kasim Tao melirik Baili Dongfang dan memberi kode mata untuk mengiyakan ucapanya.


"Kasim Tao kenapa kau mengedipkan matamu padaku? Apakah kau menyukaiku? Jika ya, maaf aku sangat mencintai Istriku." Kasim Tao tidak tahu harus tertawa atau menangis sekarang.


"Gajimu bulan ini ku potong."


Dulu Kasim Tao hanyalah rakyat biasa yang hidup sederhana, Suatu hari dia ditawari pekerjaan oleh Menteri Fang yang kebetulan sedikit dekat denganya, dia menerimanya tanpa ragu-ragu lagipula saat itu dia sedang membutuhkan uang untuk mendaftarkan Putranya memasuki Academy.


Menteri Fang menguji kemampuan Kasim Tao terlebih dahulu karena Istana Demonia tidak memperkerjakan seorang Pelayan biasa. Kasim Tao lulus tes dan dia diperkerjakan menjadi Kasim, Dua Tahun berlalu dan Kasim Tao yang awalnya Hanya Rakyat biasa kini menjadi seorang Bangsawan walaupun pekerjaanya menjadi Kasim.


Mendengar ucapan Li Wei tubuhnya seolah tersambar petir, meskipun dia tidak kekurangan uang sekarang. Potong Gaji adalah hal tabu bagi para Pelayan Istana, Gaji para Pelayan perbulanya adalah 100-500 Koin Emas tergantung Posisi dan Peringkat mereka.


"Yang Mulia Hamba hanya bercanda, Ya Bercanda." Namun Sayang ucapanya tidak dihiraukan oleh Li Wei.


Li Wei menarik tangan Baili Dongfang dan pergi menuju Ruang Makan. Kasim Tao yang ditinggalkan hanya terduduk meratapi kebodohanya yang memberi saran pada Baili Dongfang.


Para Pelayan baru diam-diam berjanji untuk menjaga perilaku mereka atau jika tidak maka gaji mereka akan dipotong. Mereka juga diam-diam mengasihani Nasib Kasim Tao.


-------------


Jangan lupa Like dan Comment;)