
"Kau.... Siapa?"
Wajah Pria itu tiba-tiba berubah seperti kelinci yang dianiaya. "Istri, Zhen adalah tunangan masa kecilmu, bagaimana kau bisa lupa?"
T-tunangan? Li Wei mencoba mengingat memori masa lalu tubuh ini sebelumnya, namun dia tidak ingat apapun.
----------
Li Wei mendesah frustasi, sedari tadi Pria yang mengaku tunangannya ini terus mengikutinya kemanapun ia pergi. Kaibo, Haocun, dan serigala salju memiliki tatapan penasaran di mata mereka, siapa Pria cantik yang bersama Tuan?
"Istri aku lapar, bisakah kau merasakan sesuatu untukku?"
"Istri rambutmu sangat halus dan wangi, apa yang kau gunakan untuk itu? Aku ingin juga!"
"Istri tempat tidurmu benar-benar lembut, bisakah aku tidur disana bersamamu?"
....
Saat ini Li Wei memiliki wajah yang sangat gelap, mengalahkan gelapnya malam. Siapapun, tolong singkirkan lelaki tak tahu malu ini!
Li Wei menghela nafas, mencoba bersabar. "Siapa Namamu?" Pria itu menoleh.
"Baili Dongfang."
"Istri... Aku sudah menjawab pertanyaanmu, jadi bisakah kita tidur bersama?"
-----------
Pagi harinya, Li Wei memijit pangkal hidungnya. Dia tidak bisa bangun dari tidur karena sebuah tangan yang terus memeluknya semalaman.
Li Wei memberontak, namun bukanya lepas, pelukannya bertambah mengerat. Baili Dongfang membuka matanya, dan berkata dengan suara serak, "Selamat pagi."
"Lepaskan aku!" Setelah banyak perjuangan, akhirnya Baili Dongfang dengan enggan melepaskanya.
Li Wei berdiri, dia berjalan menuju Pemandian, Baili Dongfang tidak mengikutinya.
Selesai mandi, Li Wei mengenakan hanfu putih polos dengan sulaman lotus di bagian punggung. Ia masih harus memberikan Teratai Emas pada Dewi itu, lalu menyirami tanaman obatnya, dan pergi ke Paviliun Harta Karun untuk menemui Gransmaster Li. Jadwalnya padat hari ini.
Sebelum pergi, ia menasehati Baili Dongfang untuk tidak mengikutinya dan tetap di dalam kamar, ia juga memberi pesan pada Kaibo dan Haocun untuk menjaganya.
-------------
Li Wei membuka kotak hitam, mungkin dengan ini ia akan muncul. Tak lama hal aneh terjadi.
Sulur-sulur tanaman merambat kearah Li Wei dan mengambil Teratai Emas. Sulur-sulur itu bergerak lagi kearah pohon apel di depan Li Wei.
Disana tampak sosok wanita bergaun hijau, itu Dewi yang ditemui Li Wei sebelumnya.
"Tak kusangka kau akan mendapatkannya secepat ini nak..." Wanita itu tertawa lembut saat melihat wajah Li Wei yang tidak ada perubahan sama sekali.
"Baiklah... Aku akan mulai menyerap inti Teratai Emas, tunggulah sebentar, ini mungkin akan memakan waktu yang lama." Wanita itu duduk dan mulai menyerap Inti Teratai Emas.
Li Wei menunggu dengan bosan, ia berjalan ke Pohon Apel lalu mengambil beberapa Apel dan memakanya.
Waktu berlalu sangat cepat, sebuah momentum kuat namun menyejukkan memenuhi hutan. Wanita itu berdiri, wajahnya memiliki senyum lebar.
"Nak kemarilah aku sudah siap memberikan warisanku padamu..." Li Wei berjalan ke arahnya.
Wanita itu meletakan tanganya di kepala Li Wei, lalu tubuhnya dengan perlahan memudar.
Qi spiritual yang kaya mengalir di Meridian Li Wei, dia akan menerobos jadi dia duduk untuk Berkultivasi.
Kekuatan Raja bela diri level 1 keluar dari tubuh Li Wei. Li Wei membuka matanya, tubuhnya terasa sangat ringan dari yang sebelumnya.
Pada saat itu, tanda Kuali di tanganya bersinar.
Li Wei menyentuhnya, dan saat itu yang dilihatnya hanyalah gelap. Saat ia membuka matanya, ia berada di sebuah ruangan dimana ada banyak tanah yang gersang.
Bukan itu yang membuat Li Wei bingung, melainkan sebuah Istana di depannya.
Istana itu tampak mewah dan mengkilap karena setengah dari Istana itu terbuat dari Emas!
Sebuah suara yang tua terdengar di telinga Li Wei.
"Hei nak, Kita bertemu lagi"
---------------
Jangan lupa Like dan Comment;)