How to Defeated The Kingdom?

How to Defeated The Kingdom?
5. Pedang Usang



Li Wei mengangkat Karung itu dan mulai berjalan menyusuri Pasar.


Setelah sekian lama berputar-putar Li Wei menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya.


Itu adalah sebuah Pedang berkarat dengan  gagang merah yang terdapat beberapa Permata, Namun karna tertutup kotoran itu tak terlihat.


Li Wei mengalihkan pandangannya pada seorang Pria berotot yang memiliki Tanda sayatan pedang di Pelipis hingga matanya membuatnya tampak menakutkan.


"Berapa harga Pedang ini?" Li Wei bertanya seperti biasa, Nadanya Dingin, Angkuh, dan tak tersentuh.


Pertanyaannya membuat Pria Berotot itu mengerutkan keningnya. Pedang yang ditunjuk Li Wei dulunya ia temukan di Gua yang dirumorkan pernah menjadi tempat tinggal dewa, Ia pikir akan menemukan sesuatu yang berharga namun hanya menemukan benda berkarat yang tak berguna ini. Semua bisa melihat kalau Pedang Berkarat ini sudah tidak bisa digunakan Tapi Gadis ini ingin membelinya?


(T/N: Karna Dulu Li Wei dikurung di kediamannya Penduduk Kerajaan Bulan tak tahu Seperti apa Rupa Putri Mahkota. Namun Kata seorang dayang istana menyebarkan Rumor kalau wajah Putri Mahkota Sangat buruk, dan mereka percaya itu.)


"Kecil, Kau yakin ingin membeli pedang ini?" Pria Berotot bertanya dengan ragu dan itu membuat Li Wei kesal.


Kenapa Pria Berotot Balik bertanya padanya?


"Ya, Jadi berapa harganya?"


"Ini hanya pedang berkarat dan tak ada yang menginginkannya , Jika Kecil menginginkannya Akan aku berikan padamu." Dilihat dari Pakaian lusuh yang dikenakan Li Wei semua orang tahu kalau Dia hanya orang biasa yang sedikit miskin.


Li Wei hanya mengangguk. Pria Berotot ini baik jadi dia akan memberikan sedikit Koin jelek yang tak berharga itu.


Pria Berotot itu memberikan Pedang Berkarat pada Li Wei. Li Wei mengambilnya, Pedang ini sangat ringan.


"T-tuan... Pedang yang ditangan Anda itu Sepertinya Pedang Jiwa!" Kaibo berbicara dengan telepati sangat senang sampai suaranya Terbata-bata, Oh betapa beruntungnya Tuanya ini!


"Apa itu Pedang Jiwa?"


"Tuan Pedang Jiwa ini adalah Satu-satunya Pedang yang dapat dikontrak di dunia ini! Dan Pedang ini juga dapat menghisap Jiwa seseorang yang terbunuh Olehnya!" Kaibo dengan semangat menjelaskan pada Tuanya.


Li Wei yang mendengar itu Tersenyum tipis. Dengan begini ia akan dengan mudah membunuh Para Pangeran dan Putri dan mencegah mereka bereinkarnasi.


Li Wei mengambil segenggam Koin Emas Hitam di karungnya dan menyodorkanya pada Pria berotot, ia setidaknya Ingat untuk berterima kasih pada orang yang baik padanya.


Pria Berotot itu terkejut, Gadis ini memiliki Koin Emas Hitam? Apa dia Dewa?


"Nona.. Sebenarnya siapa kamu?"


"Itu tak penting, Terimalah!"


Pria itu ragu sejenak namun tangannya terulur menerimanya. Setelah itu Ia bersujud di hadapan Li Wei.


"Nona terimalah aku sebagai Pengawalmu" Li Wei terkejut Pria ini ingin menjadi Pengawalnya? Namun Ekspresi terkejutnya dengan cepat berganti menjadi Senyuman licik.


"Hm? Kenapa kau mau menjadi pengawalku?"


"Nona Aku berpikir jika aku mengikutimu Aku akan memiliki masa depan yang cerah!" Tatapan Li Wei memindai Sekitar kios Milik Pria Itu. Kios ini memiliki penampilan yang lebih buruk dari Kios lain yang ada di sekitar, Kios ini juga hanya menjual beberapa pedang berkualitas rendah yang biasanya dipakai oleh Pemula.


"Nona Namaku Kangjian"


"Ikuti aku!" Dengan Patuh Kangjian mengikuti Li Wei menyusuri Pasar, Sebelumnya ia ingin mengemasi dagangan Kiosnya namun Li Wei menyuruhnya agar cepat.


Li Wei ingin pergi membeli baju Untuknya dan untuk Kangjian karna Baju yang dikenakannya memiliki banyak tambalan!


Di Toko baju Li Wei membeli banyak Hanfu yang hanya berwarna Putih dan Hitam Polos. Sedangkan Kangjian Dia hanya mengikuti Li Wei tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Belilah Baju untukmu!" Entah sudah berapa kali Li Wei mengatakan hal itu namun selalu ditolak dengan tegas oleh Kangjian. Kali ini ia memberikan pandangan seakan tak mau dibantah membuat Kanjian pasrah dan mulai memilih baju.


Kanjian berjalan menuju Li Wei yang kini sedang membayar.


"Nona!" Li Wei berbalik melihat Kangjian lalu turun kearah baju yang dipilih Kangjian. Itu hanya ada 2 baju berwarna hitam. Wajah Li Wei menggelap membuat Kanjian ketakutan 'Apakah Nonanya marah karena ia memilih baju terlalu banyak?'


"Pilih banyak pakaian setidaknya 20 atau lebih! Jika kurang Kau undur diri saja!" Mendengar itu Kangjian langsung berlari dan memilih baju dengan tergesa-gesa takut Nonanya marah.


Para pelanggan yang melihat itu serasa ingin menjatuhkan rahangnya, Pria besar menakutkan ini tunduk pada seorang Gadis kecil?


Kangjian kembali dengan Setumpuk pakaian, Li Wei menghitungnya dan Itu ada 21 pakaian Hitam. Mengangguk lalu menanyakan harganya pada penjual.


"100 tael Emas"


Li Wei menyerahkan satu Koin Emas Hitam, " Apakah ini cukup?" Penjual itu Memiliki Ekspresi yang sama seperti Kangjian Waktu pertama kali melihat Koin Emas Hitam.


(T/N: 1 tael Tembaga\= 100 Koin Tembaga


          1 tael Perak      \= 1.000 koin Tembaga


          1 tael Emas      \= 10.000 Koin Perak


          1 tael Emas Hitam \= 1.000.000 Koin


           Emas.


Yang gk ngerti Komen ae)


------------------------------------------------------------


Sebelumnya Aku ucapkan terima kasih banyak buat yang udah dukung aku, aku terhura:)


Makasih buat yang udah Like, Komen, dan vote juga Ngasih Bintang Lima.


Sering² Ya biar Aku up Cepat;)