Hello, My Secretary!

Hello, My Secretary!
6



Setelah mendapatkan berkas milik Dara, Sam berpamitan untuk segera pergi undur diri keruanganya sebelum boss besarnya datang. Jika bossnya tahu dia belum datang ketika bossnya sudah tiba, bisa-bisa habis gajinya dipotong. Sementara itu Dara kembali ke apartemennya, sebenarnya dia bosan hanya berdiam diri dan menonton tv saja tapi bagaimana mau bagaimana lagi.


Tak beberapa lama kemudian Noel datang dan langsung masuk ke ruangannya. Sam yang melihat direkturnya sudah datang pun segera menghampirinya sembari membawa berkas milik Dara dan juga tablet untuk mencatat jadwal harian Noel.


"Bacakan jadwalku hari ini!" Perintahnya saat melihat Sam berlari tergopoh-gopoh.


"Hari ini hanya ada jadwal makan siang dengan Pak Reno dari RR grup sebagai tanda terimakasih atas terjalinnya kerjasama antara Haidar Corp dengan RR grup!"


"Baiklah!" Katanya kemudian melirik sekilas pada Sam yang belum meninggalkan tempatnya.


"Ada apa lagi?" Tanyanya ketika melihat sang asisten yang sepertinya hendak mengatakan sesuatu namun urung untuk diungkapkan itu. "Apa itu berkas yang harus aku tanda tangani?" Tanyanya lagi ketika melihat Sam masih mengapit map di lengannya.


"Sebenarnya ini emm...!" Ada keraguan ketika Sam ingin mengatakannya. Dirinya tidak ingin dianggap tidak profesional hanya saja dia sudah terlanjur janji pada Dara dan juga tidak mungkin untuknya mengingkari janjinya sendiri.


"Ada apa Sam? Cepat katakan! Kau tahukan semua waktuku adalah uang!" Sikap menjengkelkan Noel menguar kembali membuat Sam ingin muntah saja tetapi laki-laki itu mana berani!


"Jadi kemarin saya memberitahu pada temanku mengenai perusahaan yang sedang mencari seorang sekretaris dan kebetulan sekali temanku sedang mencari pekerjaan. Tetapi ternyata saat tadi pagi dia datang, lowongan pekerjaan sudah ditutup. Saya merasa tidak enak jadi aku membawa berkasnya kemari. Emm pak Noel...!" Dia menghentikan ucapannya sejenak melihat mimik wajah si boss besar yang terlihat datar saja.


"Jadi begini, karena saya merasa tidak enak bisakah pak Noel untuk melihat berkas milik temanku. saya hanya ingin anda melihatnya saja dan saya tidak berharap apa-apa. Keputusan tetap ada pada anda!"


Sekarang Noel mengerti ternyata ini yang ingin diucapkan sang asisten. Sebenarnya ini sedikit menyalahi aturan dan dia tidak suka pelanggaran terhadap aturan yang dibuatnya namun entah mengapa dia malah meminta berkas itu dari Sam.


"Baiklah jika kau ingin aku melihatnya terlebih dahulu! Bawa sini berkasnya setelah itu ambilkan berkas yang lain pada HRD!" Sam pun segera menyerahkan berkas milik Dara setelah itu pergi ke ruangan HRD untuk mengambil berkas yang diminta oleh Noel.


Sementara itu Noel segera melihat berkas yang katanya milik teman Sam itu. Ternyata seorang perempuan pantas saja dia ingin menyuruhku untuk melihatnya terlebih dahulu. Umurnya sudah hampir tiga puluh tetapi belum menikah? Hey yang benar saja dia tidak salah lihat kan. Bukannya untuk ukuran perempuan ini sudah dikatakan matang bahkan bisa dibilang sudah sangat matang dan menuju busuk.


Noel segera menutup berkas itu, lama-lama melihat wajah wanita itu membuatnya entah merasakan perasaan tersendiri. Dia sudah pada keputusannya akan mempertimbangkan mengenai Dara. Lagipula wanita itu hasil rekomendasi dari sekertarisnya, tidak mungkin kan si sekertaris itu salah ya meskipun manusia tidak luput dari salah.


Lima belas menit kemudian Sam kembali dengan tumpukan map yang dia bawa dari ruangan HRD. Untung saja hari ini tidak ada jadwal meeting apapun jadi pekerjaan bisa dibilang cukup santai meskipun 'santai' dalam artian tersendiri.


"Permisi pak!" Ucapnya kemudian masuk kedalam ruangan Noel.


"Taruh saja disana, jangan lupa siapkan mobil untuk makan siang. Dan cepat cari akar dari masalah kemarin, bukankah waktu yang kuberikan sudah cukup banyak? Apa sekarang orang-orangmu menjadi lemah mencari hal seperti itu saja merasa kesulitan!" Katanya dengan nada dingin dan jangan lupakan sorotan tajam matanya itu.


"Baik pak, secepatnya saya akan memberikan hasilnya." Ucapnya kemudian undur diri dari ruangan Noel. Baru saja dia ingin bernafas lega karena hari ini tidak ada meeting apapun pekerjaan sedikit lebih ringan tapi ternyata semua hanya angan-angan belaka. Masalah mengenai kontruksi yang tiba-tiba saja roboh kemarin membuat Noel murka dan ingin segera menyelesaikannya dan menghukum orang-orang yang sudah bermain-main dengannya.


Huft. Noel menghela nafasnya, ternyata menjadi direktur utama tidak semudah yang mereka kira. Jika mereka mengira seorang direktur hanya bekerja untuk menandatangani berkas-berkas saja itu semua salah. Disini dia yang harus bekerja ekstra bahkan bisa dibilang pekerjaannya lah yang double. Bagaimana tidak sebagai direktur utama dia harus menyusun strategi untuk mengarahkan bisnisnya menjadi lebih maju. Selain itu dia juga bertugas untuk menyampaikan laporan kepada pemegang saham yang tak lain adalah daddynya sendiri atas kinerja perusahaan. Dan juga dia dituntut untuk mengevaluasi kesuksesan perusahaan, dia juga harus bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan perusahaannya.


Setelah menyelesaikan beberapa berkas kerjasama dari perusahaan lain Noel beralih memeriksa berkas pelamar pekerjaan sebagai sekertaris. Dia menggelengkan kepalanya saat melihat beberapa foto dari pelamar pekerjaan itu. Mereka bukan terlihat seperti calon sekertarisnya tapi seperti seorang wanita pemandu lagu di sebuah karaoke. Bagaimana dia tidak mengatakan seperti itu lihat saja tampilan wajah mereka sudah seperti akan datang ke sebuah pesta saja.


Dia baru menyelesaikan berkas-berkas pelamar itu ketika waktu hampir menunjukkan makan siang. Sebetulnya dia bisa saja meminta pada HRD untuk menyelesaikan itu semua tapi sebagai direktur utama dia tidak bisa lepas tangan begitu saja. Apalagi dia sedang mencari orang yang terbilang cukup penting di perusahaan jadi dia tidak boleh salah pilih kan?


Setelah menyisihkan beberapa berkas pelamar yang sudah dia pilih Noel segera memanggil pimpinan HRD untuk segera melakukan tes interview agar dia segera mendapatkan sekertaris baru sebab dia juga merasa kasihan dengan asisten Sam yang tampaknya mulai kewalahan jika harus merangkap tugasnya.


"Ini berkas pelamar yang akan melakukan interview, segera hubungi mereka dan mengenai interview aku sendiri juga yang akan menghandle!" Ucapnya tanpa basa-basi saat melihat kepala HRD itu masuk ke dalam ruangannya.


"Baik pak!" Jawabnya kemudian pergi meninggalkan ruangan direktur sambil membawa berkas yang ditunjuk oleh Noel. Di salah satu antara lima berkas itu terdapat berkas milik Dara. Bukan tanpa alasan Noel memilih Dara untuk mengikuti seleksi tahap lanjut karena Noel sendiri melihat kinerja terdahulu Dara yang bisa dikatakan cukup memuaskan.