
Matahari tampak memancarkan sinarnya masih dengan malu-malu. Burung-burung pun berkicau saling bersahutan. Angin membawa dinginnya udara pagi Jakarta selepas hujan mengguyur semalam suntuk. Noel tampak meregangkan otot-ototnya, bekerja sampai larut malam benar-benar membuat semua ototnya menjadi tegang. Apalagi dengan ketidakhadiran Dara membuatnya harus bekerja ekstra.
Merasa nyawanya sudah berkumpul semua, Noel segera menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan berganti pakaian untuk menjalani rutinitas olahraga paginya. Tidak banyak yang dapat doa lakukan mungkin hanya bersepeda atau lari sekitaran komplek rumah saja.
Saat berjalan melewati ruang tengah, bertemulah Noel dengan kedua orangtuanya. Daddy Arga dan Mommy Retha meskipun sudah tidak muda lagi tapi raut ketegasan masih saja menempel pada daddy yang sudah mengadopsinya itu. Mengenai hal itu dia sudah tau sejak lama, dia sangat bersyukur orang-orang baik telah merawatnya.
" Pagi dad mom! " Sapanya kemudian ikut duduk sebentar menikmati susu hangat yang sudah mommy nya siapkan.
" Pagi El! " Balas mommy Retha sementara daddy Arga hanya menanggapi dengan mengangguk kan kepalanya. Kedua tangannya sibuk menggeser layar ipad yang berada di pangkuannya. Sementara mommy Retha sibuk mengupas buah apel untuk suaminya. Melihat hal itu Noel mencebikkan bibirnya, dari dulu daddy nya tidak pernah berubah selalu manja dan posesif terhadap apa yang dimilikinya terutama sang istri. Bahkan sekarang dirinya tidak dapat panggilan sayang lagi dari sang mommy karena daddy nya tidak memperbolehkan. Mommy Retha hanya boleh memanggil sayang pada daddy nya dan juga anak perempuannya saja.
" Gimana sama sekertaris kamu El? " Tanya daddy Arga, meskipun beliau sudah tidak memimpin perusahaan tetapi beliau masih update berita mengenai perusahaan. Bahkan terkadang hal yang Noel tidak tahu, daddy Arga lebih tahu dulu.
" Kemarin El sudah ke apartemennya dad, tapi katanya masih butuh waktu untuk berpikir lagi! "
" Sampai kapan? Daddy tahu kamu menyukainya, tapi jangan campur adukkan masalah pribadi dengan perusahaan. Di perusahaan setinggi apapun jabatan kamu, jika kamu tidak punya rasa loyalitas dan tanggungjawab kamu akan kesulitan untuk berkembang! "
Mendengar hal itu Noel hanya terdiam, dia tahu daddy nya adalah orang yang mengutamakan tanggung jawab terhadap pekerjaan. Bukan karena beliau tidak menyukai Dara, bahkan beberapa waktu yang lalu daddy Arga memuji kinerja sekretarisnya. Tetapi untuk saat ini perusahaan sedang dalam masa perkembangan yang bagus dan itu di bawah kepemimpinan CEO baru. Secara tidak langsung Noel harus membuat wajah bagus untuk saat ini agar para pemegang saham lebih mempercayai kinerjanya.
" El akan segera selesaikan masalah ini dad! " Jawabannya kemudian setelah itu dirinya meninggalkan kedua orangtuanya untuk melakukan rutinitas paginya.
Sepeninggalnya Noel, mommy Retha menegur daddy Arga yang menurutnya terlalu keras terhadap putra pertamanya. Meskipun Noel bukan anak kandungnya tetapi sebagai Mommynya, tentu saja dia sangat keberatan jika putranya harus bekerja ekstra.
" Dad, jangan terlalu keras padanya, kasiani Noel! Sejak lama hatinya baru merasakan cinta lagi! "
" Mom daddy tidak pernah keras pada anak-anak kita, daddy hanya mau El menjadi orang yang bertanggung jawab! "
" Tapi sejak kecil dia sudah menjadi anak yang bertanggung jawab, bahkan menyelesaikan pendidikan lebih cepat dari anak seusianya. Berilah waktu agar El bisa menikmati hidupnya! "
" Daddy sangat tahu apa yang daddy lakukan mom, mommy tidak perlu khawatir! Sekarang apa mommy sudah menjadi istri yang bertanggung jawab hem? " Tanyanya sembari menaikkan kedua alisnya yang mana membuat mommy Retha mengerutkan keningnya tak mengerti.
" Apa maksudmu dad? "
Sebelum menjawab daddy Arga lebih dulu menaruh iPadnya, kemudian duduk menyamping menghadap istri tercintanya.
" Tadi malam mommy kenapa ninggalin daddy gitu aja? Padahal daddy udah pengen banget! Itu namanya mommy tidak bertanggung jawab juga kan? "
Mendengar hal itu mommy Retha membulatkan matanya, bisa-bisanya suaminya membicarakan hal-hal seperti itu secara terbuka. Bagaimana jika ada asisten rumah tangga atau anaknya mendengar.
" Dad jangan katakan hal seperti itu disini! Lagipula kemarin sore juga udah masa malem mau lagi! " Jawab mommy Retha sambil mengerucutkan bibirnya. Ahhh sepertinya suaminya memang sedang mengalami masa puber kedua!
" Hahaha... ngapain malu sih mom, lagian kita udah lama nikahnya! Kalau ada yang denger ya mungkin orang-orang kita sendiri! Ngapain perlu malu! " Ucapnya sembari mencubit gemas dagu sang istri kemudian mengecup singkat bibir yang selalu membuatnya candu setiap malam.
" Dad...! " Tegur mommy Retha, bisa-bisanya setelah mencium bibirnya seperti tidak melakukan apa-apa.
" Hahaha...! " Melihat wajah kesal istrinya, membuat daddy Arga semakin ingin menggodanya saja.
" Sana mommy mandi dulu, nanti kita jalan-jalan yuk? "
" Kemana dad? Gimana kalo ke rumah Orin aja? Mommy kangen sama Andrew Andrea! "
" No.. no... no... mommy kemarin udah kesana sekarang waktunya jalan-jalan berdua sama daddy dong! "
" Huh... daddy kayak anak muda aja! " Kata mommy Retha kemudian berdiri dari duduknya dan membawa bekas potongan apel serta gelas susu hangat milik putranya ke dapur.
" Ish kita emang masih muda kan mom, buktinya aja daddy masih kuat buat olahraga malam tiap hari sama mommy! " Ujar daddy Arga agak berteriak karena mommy Retha sudah berada di dapur. Mendengar hal itu mommy Retha hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mengingat bagaimana dulu awal pernikahan mereka sampai saat ini, banyak pahit manis yang sudah mereka lewati. Awal pernikahan yang buruk tetapi berjalannya waktu menjadikan pernikahan yang mengagumkan.
Sementara itu setelah selesai berolahraga, Noel segera membersihkan diri. Hari ini dia ada janji temu dengan Dara. Perasaan campur aduk sejak semalam sudah ia rasakan. Berharap semoga keputusan Dara sesuai dengan angannya. Bahkan hari ini Noel sudah secara khusus untuk mengosongkan semua jadwalnya.
Selesai mematut dirinya didepan cermin, merasa puas dengan tampilannya yang tampak tampan dan gagah. Tak lupa dia menyemprotkan parfum kesukaannya. Setelah itu keluarlah dia dengan setelan jas berwarna coklat muda dengan sepatu pantopel mengkilap seperti biasanya. Hari ini dia akan menyetir mobilnya sendiri.
Setibanya di tempat yang sudah mereka tentukan, Noel segera memesan tempat yang menurutnya memiliki suasana cocok untuk berbicara. Hari ini benar-benar hari yang lebih mendebarkan dari ujian sidang skripsinya waktu kuliah. Bagaimana pun juga jika Dara sudah tidak mau bekerja ditempatnya dia tidak dapat memaksa kan? Dan juga bukankah itu juga akan menjadi pemutus jembatan pertemuan mereka?
Saat Noel sedang sibuk dalam pikirannya, datang seorang wanita dengan setelan berwarna abu-abu yang nampak sederhana namun sangat berkelas. Dengan rambut hitam legam yang diurai.
" Maaf El, sudah membuatmu menunggu lama! " Sapa Dara dengan tidak enak karena datang terlambat. Sementara Noel masih tidak dapat menyembunyikan kekagumanku pada wanita yang berusia lebih tua darinya itu.
" Di jam seperti ini, taksi online sangat sulit didapatkan! " Keluhnya kemudian duduk didepan Noel yang baru menyadari jika Dara sudah duduk di depannya.
" Kenapa tidak memintaku untuk menjemputmu saja? "
" Jangan bercanda! Kita langsung ke inti pertemuan kita saja! " Dan inilah yang Noel sukai dari Dara wanita yang apa adanya dan tidak suka bertele-tele apalagi dalam pekerjaan.