Hello, My Secretary!

Hello, My Secretary!
35



Akhirnya setelah satu setengah jam berada di dalam gedung bioskop keduanya pun keluar beriringan dengan pengunjung lainnya. Jika kalian bertanya kenapa Noel tidak menyewa saja langsung bioskopnya agar lebih private? Karena ini pertama kalinya Noel masuk ke bioskop dengan wanita lain selain adiknya, lagipula berada di dekat Dara terkadang membuat otaknya tidak dapat berfungsi dengan semestinya.


Sesampainya diluar bioskop mereka hanya saling memandang dengan wajah datar. Pemandangan yang sangat berbeda dengan beberapa orang yang datang berpasangan. Mereka keluar dengan bergandengan tangan tak lupa bercerita mengenai bagimana film tersebut.


Noel menggaruk kepalanya meski tak gatal, dia benar-benar bingung. Bisa dibilang sepanjang film diputar dia benar-benar tidak bisa menikmatinya. Entah karena memang dia jarang sekali menonton atau karena usianya yang sudah bukan remaja lagi.


Sementara Dara sendiri juga tidak dapat menikmati film tersebut dengan baik. Dia tidak menyukai genre horor. Apalagi yang berbau setan-setan seperti itu. Ingin protes tapi mana berani dia, bahkan Noel masih memberinya kesempatan berada di perusahaannya lagi saja Dara sudah bersyukur.


" Bagaimana menurutmu filmnya? " Tanya Noel sambil mereka berjalan untuk mencari tempat makan siang sebab tadi mereka hanya makan beberapa camilan saja.


" Filmnya bagus tapi aku kurang menyukainya, genre horor bukan tipeku! " Jawab Dara apa adanya yang mana membuat wajah Noel semakin pias. Bisa dikatakan ini adalah kencan pertama mereka secara tidak langsung tetapi Noel sudah membuat kesan buruk. Ahhh menyebalkan memang!


" Kenapa tidak bilang? "


" Mau bilang bagaimana, kamu sudah memesan tiketnya sendiri! Lagipula bagus atau tidaknya film ini tidak berpengaruh. Yang harusnya dipertanyakan adalah bagaimana gedungnya kan? "


" Oh ya! " Noel hampir saja lupa alasan dirinya mengajak Dara menonton bioskop.


" Aku rasa kita per-! " Belum saja Dara menyelesaikan ucapannya Noel terlebih dulu menyela.


" Kita bahas nanti saja, aku sudah sangat lapar! " Katanya kemudian melangkahkan kakinya menuju salah satu restauran Korea yang kebetulan berada tak jauh dari pintu masuk gedung bioskop dan masih satu lantai.


Sementara Dara hanya mengikuti Noel dengan pasrah. Laki-laki didepannya ini benar-benar sulit untuk dimengerti terkadang bisa sangat serius tapi tak jarang juga seperti anak kecil yang maunya hanya dimengerti.


Setelah mendapat tempat duduk dan memesan beberapa menu mereka pun terdiam dengan pikiran masing-masing. Dara dengan pikirannya yang entah melalang buana ke segala arah sementara laki-laki yang usianya jauh lebih muda didepannya itu tak jarang melirik kearahnya. Noel ingin sekali bertanya mengenai keadaan Dara bukan sebagai atasan melainkan sebagai teman yang memiliki harapan lebih. Dia ingin tahu kenapa akhir-akhir ini banyak sekali perubahan yang Dara lakukan. Dan hubungan meraka pun juga semakin menjauh dari biasanya. Noel benar-benar takut jika Dara meninggalkannya tetapi Noel sendiri juga lebih takut untuk mengikat Dara saat ini.


Saat mereka sedang terdiam sembari menunggu makanan tiba, masuklah seorang laki-laki tinggi dan juga tampan dengan seorang wanita cantik. Awalnya Dara tak menyadari kedatangan laki-laki tersebut, tetapi setelah suara bariton milik laki-laki itu terdengar membuat Dara membulatkan matanya seketika. Tanpa menoleh seharusnya dia susah tahu siapa pemilik suara bass nan meneduhkan ini.


" Siang Pak El! " Sapa laki-laki yang kini sudah beridiri disamping meja mereka.


" Siang Pak Ken, disini juga? Sedang bertemu klien? " Tanya Noel dengan senyum yang mengembang diwajahnya sementara Dara benar-benar ingin pergi saja dari sana. Pergi jauh dari hadapan laki-laki yang membuat luka di hatinya itu.


" Selesai bertemu klien, boleh saya bergabung? " Tanyanya yang mana mendapat persetujuan dari Noel. Kenan duduk tepat disamping Dara yang menatap malas kearahnya.


" Han kamu bisa pulang lebih dulu dan selesaikan laporan hasil meeting hari ini. Saya nanti kembali pakai taksi saja! " Perintahnya pada wanita muda yang dipanggilnya Han itu.


" Baik Pak, jika seperti itu saya permisi terlebih dahulu! " Pamitnya kemudian meninggalkan tempat tersebut.


Sementara Dara hanya mencebikkan bibirnya melihat interaksi antara keduanya. Kemudian melirik kearah wanita yang kini mulai menjauhi mejanya. Wanita yang usianya dapat dipastikan lebih muda beberapa tahun darinya. Sekarang dia benar-benar tidak mengerti dengan Kenan, dulu dia sangat anti untuk melihat wanita dengan pakaian kurang bahan seperti yang dilakukan sekretarisnya sekarang. Bahkan dulu saja saat dirinya memakai kaos yang sedikit memperlihatkan lekuk tubuhnya, Kenan sudah marah-marah. Tapi sekarang? Sepertinya selera pria dewasa itu sudah berubah.


Tak lama kemudian makanan pesanan mereka pun datang, berikut dengan makanan yang dipesan oleh Kenan. Dara menikmati makanannya tanpa memperdulikan dua laki-laki yang sedang berbincang itu. Tak jarang dia juga menimpali dengan menganggukan kepala atau tersenyum. Sampai sesuatu yang membuatnya terkejut dan membuatnya tersedak.


"Uhuk.. uhuk.. uhuk...! "


" Ada apa Dar? " Tanya Noel panik kemudian memberikan segelas air putih pada Dara. Dia pun segera menerima gelas yang Noel berikan padanya kemudian menenggaknya hingga habis.


" Ramyeon yang ku pesan agak lebih pedas! " Kilahnya, padahal sebenarnya bukan itu yang membuatnya terkejut sampai tersedak. Tetapi tangan Ken yang tiba-tiba menyentuhnya dibawah meja sanalah yang membuatnya terkejut. Dia tidak habis pikir dengan kelakuan Kenan yang begitu berani saat mereka berada di tempat publik seperti ini.


Dara segera mencubit tangan Kenan kemudian memberikan tatapan nyalang pada laki-laki yang mana malah tersenyum manis padanya.


" Ehm maaf Pak, saya mau pergi ke toilet sebentar! " Pamitnya kemudian segera meninggalkan tempat yang membuat dadanya semakin sesak. Lama-lama dia seperti seorang yang tengah berselingkuh saat sedang pergi berkencan. Padahal mereka hanyalah rekan bisnis saja.


Sesampainya di toilet, Dara segera mencuci mukanya. Dia sedikit menjadi lebih takut dengan Kenan. Takut jika Kenan mempersulitnya dikemudian hari. Hari ini saja, laki-laki berusia tiga puluh tahun itu berani menyentuhnya didepan Noel bagaimana dengan kemudian hari? Dan jangan lupakan perusahaan mereka yang menjalin kerjasama, tak ayal pertemuan mereka akan lebih sering terjadi.


" Dasar Kenan brengsekk! Gilaa!" Makinya, sumpah serapah sudah dia katakan untuk laki-laki itu. Ingin menyesal karena telah jatuh cinta pada Kenan tapi bagaimana pun juga laki-laki itu pernah ada dalam hidupnya. Bahkan mengisi hari-hari pedihnya.


Setelah menyelesaikan ritualnya di toilet, Dara pun segera tak ingin membuat Noel khawatir sebab laki-laki itu sudah mengiriminya pesan dan menanyakan keadaannya. Ahhh sosweet sekali boss kecilnya itu!