Hello, My Secretary!

Hello, My Secretary!
34



" Jadi bagaimana keputusanmu? " Tanya Noel dengan cuek padahal hatinya sangat berdebar layaknya genderang perang.


" Ya... Aku tidak jadi mengundurkan diri dan maaf sudah membuat keputusan impulsif juga membuat kalian bekerja ekstra karena aku tidak hadir! " Ucapnya kemudian sedikit membungkukkan badannya sebagai tanda jika dia benar-benar tulus untuk meminta maaf.


" Yaa... kurasa itu juga keputusan yang terbaik! " Kata Noel sembari membuat mimik wajah serta suara yang biasa-biasa saja seolah-olah dirinya tak menunggu kedatangan wanita yang kini ada dihadapannya itu. Entah sejak kapan Noel merasakan getaran pada hatinya saat bersama Dara yang Noel tahu bersama Dara membuatnya menjadi nyaman dan melupakan hal-hal pahit mengenai masa lalu. Dengan watak Dara yang tegas dan baik terhadap semua orang, benar-benar membuat hatinya tersentuh. Dia bertekad jika wanita didepannya itu harus menjadi pemilik hatinya.


" Dan aku meminta cuti satu hari lagi, jadi kembali bekerja esok hari! "


" Tidak bisa, hari ini kau harus kembali bekerja ikut denganku! "


" Ha? Bagaimana bisa aku masih belum mempersiapkan diri lagipula aku juga tidak memakai pakaian kerja! " Tolak Dara entah sejak kapan dia sudah tidak merasa canggung berdekatan dengan Noel. Dia sudah menganggap Noel seperti adiknya sendiri. Dan dia menyukai hal itu.


" Aku belum selesai bicara, beberapa waktu yang lalu perusahaan mendapatkan tawaran kerja sama untuk membuat gedung bioskop. Jadi aku hari ini ingin survey mengenai hal yang diperlukan untuk sebuah gedung bioskop! " Jelas Noel panjang lebar sementara Dara hanya menganggukkan kepalanya. Sedikit merasa tidak enak karena sudah berburuk sangka dengan si boss galak.


" Kita pergi ke sana! Aku sudah memesan tiket! " Ucapnya kemudian melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. " Sebentar lagi filmnya akan diputar, kita harus segera kesana! "


Dara hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia benar-benar tidak mengerti situasi yang terjadi sekarang. Noel sudah memesan tiket untuk menonton? Dara berpikir apakah proyek gedung bioskop memang begitu penting hingga laki-laki setengah dewasa itu sudah mempersiapkan segalanya. Atau ini semua hanya akal-akalan dari Noel untuk mengajaknya menonton? Dara segera menggelengkan kepalanya atas pemikiran bodohnya. Memang dirinya putri raja sehingga membuat sang boss ingin mengajaknya menonton bersama?


" Kenapa malah melamun? " Tanya Noel saat Dara tak juga bangkit dari duduknya. Mendengar itu Dara menjadi bingung sendiri. Aisshhh dasar otak bodoh, apa yang sudah aku pikirkan! Rutuknya pada diri sendiri sambil mengikuti langkah panjang Noel.


Sesampainya di depan bioskop, Noel menyuruh Dara untuk membeli beberapa camilan dan minuman dengan alasan sebagai modal review. Padahal sebenarnya proyek bioskop sendiri Noel sudah ada beberapa referensi dari divisi perencanaan. Dan hari ini Noel hanya menipu Dara dengan kedok proyek perusahaan. Noel sendiri tidak tahu harus bagaimana mengajak Dara keluar. Yang dirinya tahu Dara lebih tertutup dengan orang yang kurang dikenalnya dan mereka baru saja menjadi dekat beberapa waktu belakangan ini. Noel takut jika dirinya mengajak Dara berkencan secara langsung akan membuat gadis itu malah menjauhinya. Akhirnya hanya dengan hal ini lah dia bisa dikatakan satu langkah lebih dekat dengan Dara. Noel sendiri tahu Dara berbeda dengan wanita kebanyakan.


" Ayo masuk! " Ajak Noel dan Dara hanya mengekor dibelakangnya sembari membawa nampan berisi camilan dan minuman mereka. Mereka memasuki bioskop beriringan dengan pengunjung lainnya. Hari ini Noel memesan tiket untuk film horor karena dia tidak tahu genre film apa yang disukai oleh Dara. Sementara dirinya, mana ada waktu untuk menonton film seperti ini. Jika ada waktu pun dia habiskan untuk berolahraga membentuk tubuhnya.