
"Tolong temani saya! Jangan pergi!" Pintanya dengan suara terendah membuat Dara agak sedikit terkejut. Biasa si boss selalu menggunakan kata-kata yang pedas atau menjengkelkan tetapi hari ini berbeda. Dia kembali melihat wajah melas Noel, membuatnya menjadi tidak tega. Akhirnya Dara pun duduk di bawah ranjang. Dia ingin melepaskan tangan Noel yang masih mencengkeram lengannya karena tiba-tiba merasa ada sesuatu yang berdesir dihatinya tapi Dara segera membuang pemikiran itu. Tetapi rasanya tidak mungkin sebab Noel mencengkeram pergelangan tangannya dengan kuat.
Sementara Noel sendiri merasa lega, disaat seperti ini ada yang menemaninya. Katakanlah Noel adalah pria manja ketika sedang sakit. Sifatnya yang tegas entah hilang kemana. Dia yang jarang mendapat perhatian karena harus berjauhan dengan orang tuanya membuatnya menjadi manja ketika sedang sakit.
"Lekas tidur pak ini sudah larut malam!" Ucap Dara wanita itu juga tampak menguap menahan kantuk kemudian merebahkan kepalanya di ranjang. Dia sudah tidak memikirkan tangannya yang dicengkeram oleh Noel.
"Emm!" Terdengar gumaman dari mulut Noel.
******
Matahari tampak sudah mulai memancarkan sinarnya. Menerobos masuk melalui jendela kamar yang kini sedang ditempati oleh dua insan berbeda jenis kelamin itu.
Noel perlahan membuka matanya, dia tersenyum ketika melihat wanita yang menjadi sekertarisnya itu tidur di bawah. Entah kenapa melihat Dara yang sedang tertidur seperti itu membuat hatinya yang dingin perlahan menghangat. Apalagi melihat wajah sendu wanita itu membuatnya ingin melindunginya.
"Kenapa bodoh sekali! sudah tahu lantai dingin kenapa tidak pakai selimut!" Gumamnya kemudian duduk bersandar di kepala ranjang. Tubuhnya sudah lebih baik dan suhu tubuhnya pun sudah kembali normal.
Tak lama kemudian Dara perlahan juga membuka matanya. Wanita itu tampaknya masih belum sadar sepenuhnya. Kemudian menguap sambil menggeliatkan tubuhnya. Kemudian pandangannya bertemu dengan tatapan milik sang boss dimana membuatnya terkejut sekaligus malu.
"Selamat pagi pak!" Sapanya sambil berdiri kemudian membenahi penampilannya. Meskipun tanpa make up Dara tetaplah cantik.
"Bagaimana keadaan bapak hari ini?" Tanyanya sambil berjalan kearah jendela kemudian membuka tirai yang menghalangi sinar matahari untuk masuk ke kamar tersebut.
"Masih pusing!" Entah mengapa jawaban itu yang keluar dari mulut Noel padahal sejak bangun tadi dirinya sudah merasa baikan.
"Maaf pak!" Kata Dara kemudian menempelkan tangannya di kening milik Noel.
"Panasnya sudah turun dan tidak demam lagi!" Gumamnya.
Tak beberapa lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari arah luar. Dara pun bergegas untuk membukanya.
"Maaf Bu, ini sarapan pak Noel dan Bu Dara! Oh iya ini obatnya tadi malam saya mau kasih tidak enak takut mengganggu!" Ucap pelayan itu kemudian menyerahkan nampan pada Dara.
"Oh terimakasih!" Jawabnya kemudian membawa makanan itu masuk ke dalam.
"Pak ini sarapannya, saya mau kembali ke kamar saya!"
"Kamu mau meninggalkan saya dengan keadaan saya yang masih lemah seperti ini?" Tanyanya sedikit ketus. Entah kenapa mendengar Dara yang akan meninggalkan kamarnya membuat Noel menjadi kesal. Noel masih ingin melihat wajah Dara yang cantik itu apalagi meskipun Dara bangun tidur wajahnya tetaplah cantik.
"Tapi saya mau membersihkan wajah terlebih dahulu pak!" Katanya mencari alasan agar bisa segera keluar dari kamar yang tiba-tiba membuatnya menjadi sedikit panas itu.
"Kamu bisa pakai kamar mandi disini! Oh apa kamu pikir kamar mandi disini kotor begitu?"
Dara semakin mengernyitkan keningnya tak mengerti kenapa bossnya itu menjadi marah. "Bukan begitu pak, ah lebih baik saya ke kamar mandi dulu!" Kemudian pergi meninggalkan Noel yang menahan tawanya melihat wajah Dara yang terlihat kesal dan malu-malu itu.
Sambil menunggu Dara keluar dari kamarnya, Noel meraih ponselnya yang ada diatas nakas. Beberapa pesan masuk dari mommy dan juga Sam. Setelah membalas pesan pada ibunya terlebih dahulu, Noel baru membuka pesan dari Sam yang tak lain karena pekerjaan.
Tak lama kemudian Dara keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat lebih fresh. Dia jadi bingung sendiri sekarang harus melakukan apa, apalagi hanya berdua di ruangan yang sama dengan seorang laki-laki.
"Tolong suapi saya!" Ucap Noel tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya. Dara masih berdiam diri ditempatnya, bukankah dia sudah bisa makan sendiri? Bermain ponsel saja bisa! Batin Dara.
"Tangan saya sedang sibuk jadi tidak bisa buat makan sendiri!" Kata Noel tepat seperti apa yang ada dipikiran Dara membuat wanita itu mau tidak mau melakukan apa yang diminta oleh Noel.
"Oh ya kamu sudah pesankan tiket kepulangan kita?" Tanya Noel lagi disela-sela dia mengunyah makanannya.
"Sudah pak, sejak semalam. Keberangkatan pesawat pukul tiga sore!"
"Hmm!" Jawabnya acuh sambil tetap memperhatikan ponselnya.
"Sudah selesai pak, bisakah saya kembali ke kamar saya?" Tanyanya dengan suara yang terdengar menahan geram. Bukan apa-apa, tadi Dara sempat melirik ke arah ponsel Noel. Dia kira Noel sedang mengerjakan mengenai perusahaan tetapi dia malah bermain game. Dasar kekanakan! Batin Dara.
"Hmm, beritahu pelayan untuk menyiapkan pakaianku lagi!"
"Baik pak." Jawab Dara kemudian keluar dari kamar si boss sambil membawa nampan yang berisi mangkuk kotor milik Noel dan mangkuk bubur yang masih terisi penuh miliknya. Tetapi sebelumya dia telah memberitahu mengenai obat yang harus diminum.
Dara menatap sedih bubur yang sudah tidak menarik perhatiannya lagi itu. Jika tadi bubur itu masih mengeluarkan asap mengepul masih menggoda seleranya tapi sekarang sudah dingin membuatnya menjadi tidak nafsu saja.
Kemudian Dara memutuskan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu setelah itu dia akan mencari sarapan diluar villa. Lagipula sekarang pekerjaannya sudah selesai. Setelah selesai membersihkan tubuhnya Dara segera mengambil kaos ketat berwarna hitam lalu menutupinya dengan sebuah cárdigan panjang dibawah lutut. Dia menggunakan celana hotpants berwarna coklat yang membungkus setengah pahanya. Dia segera mengambil tas selempangnya kemudian keluar dari kamar. Sebelum berangkat dia memberitahu salah satu pelayan jika dirinya akan keluar.
Dara menyusuri sepanjang jalan untuk memenuhi hasrat cacing didalam perutnya yang sudah meronta-ronta itu. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama lima belas menit dengan jalan kaki, akhirnya Dara pun tiba disebuah restoran minimalis yang menyediakan menu-menu khas masakan Bali. Dara segera masuk dan memesan beberapa menu makanan yang sepertinya menggoda seleranya. Dia sendiri adalah tipe wanita yang cuek perihal makanan. Lebih tepatnya dia memakan makanan apa saja yang menurutnya enak tanpa peduli berapa persen kandungan lemak yang ada dalam makanan tersebut. Dan untung saja dia juga memiliki badan yang tidak mudah melar meskipun dia makan banyak.
Sementara itu di tempat lain Noel kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Sebenarnya dia juga ingin menikmati pemandangan di pulau Bali yang tidak bisa dia rasakan setiap hari karena kesibukannya. Tetapi mendengar pelayan yang mengatakan jika Dara keluar sendiri membuatnya menjadi kesal. Kenapa Dara tidak mengajaknya?