Hello, My Secretary!

Hello, My Secretary!
24



Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh penjuru Nusantara pun tiba. Pesta ulang tahun perusahaan Haidar grup. Semua karyawan dari yang teratas sampai pihak keamanan turut meramaikan pagelaran acara yang diadakan hanya satu tahun sekali itu.


Sementara itu Dara masih bersiap-siap di apartemennya. Acara akan berlangsung kurang dari dua jam lagi. Meskipun begitu sebagai seorang sekretaris dia harus datang lebih awal apalagi dia adalah penanggung jawab dari acara hari ini.


"Kenapa perasaanku tidak enak ya dari semalam!" Gumam Dara sambil mengaplikasikan lipstik pada bibir mungilnya.


Sejak tadi malam, pikiran Dara benar-benar tidak tenang hingga membuatnya kesulitan untuk tidur. Untung saja acara hari ini diselenggarakan pada malam hari sehingga pada siang harinya dia masih bisa untuk perawatan wajah menghilangkan kantung matanya.


"Cantik!" Pujinya pada dirinya sendiri. Memang mau siapa lagi akan memujinya. Dia hanya sebatang kara.


Tak lama kemudian ponselnya berdering, nama Sammy terpampang jelas disana sebagai penelepon.


"Ya Sam!" Tanyanya saat panggilan sudah terhubung. Dia sedang memakai sepatu hak tingginya dan sedikit kesulitan karena gaunnya yang sedikit ketat. Kemarin saat melakukan fitting gaun, rasanya tidak sesempit saat ini. Tapi kenapa sekarang sangat sempit? Apa iya dalam semalam berat badannya berubah begitu cepat. Padahal sejak dulu dia tidak pernah mengalami kendala karena berat badan hingga membuatnya begitu malas untuk melakukan olahraga.


"Aku sudah berada di basemen apartemmu! Bisakah kau turun sekarang!" Ucap Sammy di seberang sana.


"Baiklah-baiklah aku akan segera turun!" Jawabnya kemudian mengambil tas jinjing yang memang sudah dia siapkan. Tak lupa menyemprotkan parfum sebagai sentuhan terakhirnya.


Perfect. Itulah gambaran Dara saat ini. Meskipun usianya hampir menginjak kepala tiga tapi tak membuatnya lantas terlihat tua. Justru semakin bertambahnya usia membuatnya terlihat lebih menawan dan menantang.


Sebenarnya Dara ingin berangkat dengan taksi online saja hingga tak merepotkan Sammy. Tapi sang boss melarangnya dan membuat perintah kepada sopir untuk menjemputnya. Karena Dara merasa tidak enak dan berlebihan jadilah sekarang dia satu mobil dengan Sammy saja.


Terkadang Dara tidak mengerti dengan sikap Noel, menurutnya akhir-akhir ini sikap Noel terlalu berlebihan sebagai seorang atasan. Noel terlalu mengistimewakan dirinya hingga membuatnya sedikit merasa tidak enak. Apalagi sekarang terdengar beberapa selentingan kurang enak dari beberapa pegawai wanita. Sebetulnya dia cuek saja toh apa yang mereka katakan tidak sesuai dengan faktanya.


"Ayo!" Kata Dara menyadarkan Sammy wajahnya yang terlihat terkejut dan seperti menganggumi. Memang apa yang dia kagumi? Huh.


"Ah iya iya!" Jawabnya tergagap setelah dia sepenuhnya sadar dari rasa keterkejutannya akan penampilan Dara.


"Kau sangat cantik Ra, malam ini!" Ucapnya jujur sementara Dara menanggapinya hanya dengan kekehan. Entah kenapa mendapat pujian dari Sammy tak juga menggetarkan hatinya. Atau mungkin karena memang hatinya masih diisi oleh seseorang?


"Jadi aku cantiknya hanya malam ini?" Tanya Dara mencoba untuk menggoda Sammy.


"Ti-tidak bukan itu maksudku, bahkan setiap hari kau terlihat sangat cantik!" Ucapnya dengan wajah yang memerah.


"Aku tahu!" Jawab Dara kemudian mereka sama-sama terdiam sampai di tempat acara.


Mereka pun segera masuk, untuk mengecek kembali kesiapan acara. Tak lama kemudian masuk lah sang pemilik acara. Noel beserta keluarganya yang terdiri dari lima orang dewasa dan dua orang anak kecil yang Dara tahu sebagai keponakannya. Dara pun segera menghampiri mereka lebih tepatnya menghampiri Daddy Arga untuk mengucapkan selamat atas keberhasilan perusahaannya selama ini.


"Selamat tuan, atas keberhasilan perusahaannya semoga tetap menjadi perusahaan besar dan berkembang dalam berbagai aspek!" Ucapnya kemudian menjabat tangan laki-laki yang dia kenal sebagai tuan besar itu.


"Terimakasih Dara, keberhasilan perusahaan tak hanya berkat seorang atasan saja. Melainkan berkat semua para karyawan baik dari jajaran tertinggi sampai terbawah, atas kinerja mereka semua sehingga perusahaan menjadi lebih besar dari yang terdahulu. Dan saya rasa ini juga berkat kamu, kinerja kamu memang sangatlah bagus meskipun tergolong sebagai karyawan baru!"


"Ah tidak pak, ini berkat kerjasama serta kerja keras semua tim."


Selesai mengucapkan selamat kepada Daddy Arga kemudian Dara juga memberikan selamat kepada mommy Retha. Meskipun beliau tidak langsung andil dalam perusahaan tapi berkat semangat beliau anak dan suaminya hingga bisa sampai di titik ini.


"Terimakasih sayang, kamu cantik sekali malam ini!" Kata mommy Retha kemudian memeluk Dara, dimana membuatnya terkejut padahal tadi dia hanya ingin menjabat tangan saja sebagai tanda formalitas tapi wanita paruh baya itu melakukan hal diluar dugaan.


Acara pun dimulai dengan sambutan dari Daddy Arga selaku sebagai pemilik perusahaan. Kemudian di lanjutkan oleh Noel sebagai pemimpin perusahaan.


Selesai acara sambutan dan inti, sekarang tibalah acara hiburan. Dimana para penyanyi serta band ternama sudah pihak perusahaan sewa untuk mengisi acara malam ini.


Dara sejak tadi berdiri disamping Noel sesuai dari perintah yang laki-laki itu berikan. Katanya atasan dan sekertarisnya harus selalu bersama ketika acara seperti ini berlangsung. Sementara Dara hanya menganggukkan kepalanya saja. Menurut perintah boss.


"Selamat pak, semoga perusahaan yang pak Noel pimpin akan tetap berada di puncak rantai perekonomian." Ucap seorang pria paruh baya yang Dara tahu adalah salah satu kolega mereka dan sedang mengadakan kerja sama pembangunan hotel bintang lima di kawasan Menteng.


"Terimakasih atas doa dan kehadirannya pak Ardy!" Jawab Noel kemudian menjabat tangan pak Ardy, rekan bisnisnya.


Tak henti-hentinya mereka berdua mendapatkan ucapan atas perusahaan malam ini, sampai Dara merasakan pegal sendiri pada betisnya. Sampailah pada tiga orang yang menghampiri mereka dimana membuat tubuh Dara menegang seketika. Begitu pun dengan seseorang yang sekarang melangkahkan kakinya yang mulai mendekat pada mereka.


"Terimakasih atas kehadirannya pak Ken!" Kata Noel lalu mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan laki-laki didepannya itu. Namun sepertinya laki-laki itu tengah shock atau terkejut pada sesuatu yang entah apa dia sendiri tidak tahu. Sampai tepukan dari seorang wanita yang sedang menggendong seorang anak kecil mengembalikan kesadaran pria itu.


"Ah i-iya pak! Selamat untuk perusahaannya!"


Sementara itu Dara sendiri juga begitu terkejut, mungkin ini memang ulang tahun perusahaan tapi rasanya sepertinya dia yang mendapat kejutan istimewa.


"Oh iya pak Ken perkenalkan ini Dara, sekertaris saya! Dan Dara ini pak Kenan beliau adalah anak dari rekan bisnis Daddy!"


Dara pun tersenyum kemudian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Dibalik senyum manisnya wanita itu menyimpan luka dalam. Bahkan luka itu mungkin tidak bisa disembuhkan apalagi melihat seorang wanita dan balita kecil yang berada di gendongan wanita itu.