Hello, My Secretary!

Hello, My Secretary!
36



Setelah menyelesaikan makan siang yang sedikit panas, mereka pun kembali ke aktivitas masing-masing begitu pula dengan Dara. Wanita itu berencana kembali ke apartemen tetapi sebelum itu dia ingin pergi ke swalayan terlebih dahulu untuk membeli perlengkapan dapur yang sudah hampir habis.


Awalnya Noel berencana untuk mengantarkan Dara kembali ke apartemen tetapi Dara menolak dengan tegas. Sebab di mobil itu tidak hanya ada dirinya dan Noel saja tetapi ada Ken juga yang kebetulan mendapatkan tumpangan dari Noel. Dara tidak ingin Kenan mengetahui tempat tinggalnya saat ini.


" Kita ke swalan metro ya pak! " Perintah Dara pada sopir taksi online yang dia tumpangi. Setelah mengatakan tempat yang ingin dituju, mobil pun segera meluncur membelah jalanan ibu kota yang tidak pernah ada sepinya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima belas menit akhirnya Dara pun sampai didepan sebuah swalayan yang mereka maksud. Swalayan ini bisa dikatakan adalah tempat favorit belanja Dara karena letaknya tak jauh dari unit apartemennya.


Sebelum masuk dia lebih dulu melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Masih pukul tiga sore, masih banyak waktu sebelum jam makan malam. Dara pun segera masuk ke swalayan tersebut, tempat tujuan pertamanya adalah rak sayuran. Dimana terdapat berbagai macam rupa dan bentuk sayuran berjajar.


Dengan perasaan senang Dara pun segera mendorong troly besarnya. Sejak bekerja dengan Noel, wanita itu lebih banyak melakukan aktivas rumahnya sendiri. Seperti memasak, mencuci pakaian atau membersihkan apartemen. Dulu saat masih dengan boss lamanya, dia jarang sekali mendapatkan libur. Alhasil apartemennya sudah seperti kapal pecah, dan dia tidak punya waktu untuk membersihkan pada akhirnya dia memanggil tukang jasa bersih. Dan untuk makan dia lebih sering memesan dari luar daripada memasak sendiri.


Saat sedang asyik memilih beberapa sayuran yang akan dia beli, tidak sengaja ada seseorang yang menabraknya menggunakan troly belanja. Untung saja dia tidak terjungakal karena terkejut.


" Maaf mbak, anak saya dorong troly nya nggak hati-hati! " Kata seorang wanita dibelakangnya, Dara pun segera berdiri dan mengatakan jika dirinya baik-baik saja.


Saat hendak membalas ucapan wanita itu, Dara dibuat tidak percaya dengan orang yang ditemuinya.


" Dara! " Ucap wanita itu lagi dengan nada terkejut sambil membungkam bibirnya.


Sementara Dara hanya bisa terseyum terpaksa, dosa apa dia hingga harus bertemu dengan orang-orang yang dibencinya.


" Kamu nggak lupa kan, aku Selen, temen SMA kamu dulu! " Lagi-lagi Dara hanya bisa tersenyum palsu, seolah-olah mengiyakan jika mereka berteman. Padahal dalam hatinya, dia ingin menceburkan wanita didepannya itu kedalam sungai Nil sana.


Ya! Wanita itu adalah Selen, teman sekolahnya dulu. Bisa dikatakan sebenarnya mereka tidak berteman hanya satu sekolah saja. Selen kebetulan adalah teman Erica, istri dari Kenan. Dulu waktu di sekolah banyak yang tidak menyukai kedekatan hubungan antara dirinya dan Kenan, dan yang paling menonjol adalah Erica beserta teman-temannya. Tak jarang mereka mengajaknya adu mulut, tetapi Dara tidak pernah menanggapinya sekalipun. Lagipula saat itu Kenan lebih memilihnya, jadi tidak perlu ada lagi adu mulut dengan grup nenek lampir itu.


" Sendirian aja mana anak sama suami kamu? Ups atau jangan-jangan kamu belum menikah ya? " Benar bukan wanita didepannya itu hanya ingin mengolok-oloknya saja apalagi sekarang Kenan telah menikah dengan Erica bukan dirinya. Lengkap sudah penderitanya hari ini.


" Wahh apa jangan-jangan kamu gagal move on dari Kenan ya? Emang nggak enak sih jagain jodoh orang tuh apalagi jagain nya lama banget! "


" Ehm sorry ya bukannya nggak bisa move on, emang belum ketemu aja. Lagian masalah jagain jodoh orang bukan urusan kamu! " Lama-lama Dara juga kesal sendiri dengan wanita berbisa didepannya ini. Tapi sekali lagi dia harus tetap tenang, jika dia kalah menghadapi Selen bagaimana jika suatu saat dia harus berhadapan dengan Erica yang memiliki ucapan lebih pedas dari Selen.


" Aku tahu sih, tapi kasian aja sama kamu. Apalagi sekarang udah nggak muda lagi yang lainnya juga udah pada nikah! Kasian anak kamu nanti, anaknya masih kecil mamanya udah tua? "


" Atau gini aja, kamu aku kenalin ke temen suami aku, suami aku manajer di salah satu perusahaan mobil! Ya emang temennya nggak sekaya Kenan sih tapi seenggaknya nggak suami orang kan! " Ucapnya lagi yang mana membuat darah di otak Dara semakin mendidih saja. Memangnya dia sebodoh itu sampai harus dicarikan pasangan?


" Emm nggak deh makasih, lagian aku udah ada pacar emang belum nikah aja jadi aku bilangnya masih sendiri! Kan siapa tahu jagain jodoh temen lagi. Kan takdir nggak ada yang tahu! " Balas Dara, dia ingin segera pergi dari hadapan wanita ini tetapi sepertinya Selen memang tidak akan melepaskannya begitu saja.


" Oh benarkah? Kapan-kapan ajak dong nongkrong bareng kita kita! Nanti ada Kenan sama Erica mereka baru pulang ke Indo loh! Kamu udah ketemu belum? Aku kemarin ketemu! Beuhh Erica makin cantik tahu, sama Kenan juga makin ganteng anaknya juga lucu banget, udah kayak family goals gitu! "


" Belum ketemu, lagian nggak perlu ketemu juga! " Jawab Dara berbohong, padahal tadi siang dia makan siang semeja dengan Kenan.


" Eh katanya udah move on kok masih gitu? Masih nggak rela ya? Kan dulu udah pernah diingetin juga sama yang lain kalo kalian tuh nggak cocok. Kenan kaya sedangkan kamu! Emm aku nggak maksud buat ngerendahin kamu lho! " Ucapnya lagi sembari menutup mulutnya seolah-olah dia sudah keceplosan padahal itu memang sengaja dia katakan.


" Ya Tuhan... kenapa engkau pertemukan aku dengan lalat pengganggu ini, telingaku sudah panas mendengar cemoohan dari mulut kotornya! Bisa-bisa aku ikut gila lama-lama bicara dengan bocah bodoh ini! " Kata Dara dalam hati, dia ingin segera pergi sedangkan wanita didepannya itu masih saja tanya ini itu yang tidak penting sama sekali.


" Eh kamu dicariin suamimu tuh! " Ujar Dara sembari menunjuk ke belakang tubuh Selen. Melihat Selen yang menengok ke belakang, Dara segera mendorong troly belanjanya menjauh.


" Ternyata si lalat masih sama bodohnya dari dulu, gampang banget dikibulin! Percaya aja gue bilang dicariin suaminya, gue aja nggak tahu suaminya bentuknya kayak gimana! " Gumamnya sembari menahan tawa membayangkan wajah kesal Selen karena ulahnya.


Setelah selesai berbelanja, Dara segera memesan taksi online kembali untuk ke apartemennya. Akhir-akhir ini, banyak orang lama yang dia temui. Padahal sebelumnya dia tidak pernah bertemu dengan mereka, bahkan jika bertemu pun tidak pernah saling bertegur sapa. Pasti ini gara-gara Kenan! Siapa lagi kalau bukan dia, setelah lulus SMA dia tidak pernah lagi untuk ikut-ikut acara reuni SMA jadi banyak yang tidak dirinya ketahui. Bahkan mengenai pernikahan Kenan dan Erica.


Dara mengusap wajahnya dengan kasar, kenapa dia selama ini bodoh sekali. Menunggu orang yang bahkan sudah bahagia dengan keluarga kecilnya, betapa naifnya dirinya. Mulai sekarang dia bertekad tidak ada lagi masa lalu, yang ada hanya masa sekarang dan masa depan. Membuang jauh-jauh masa lalu dengan kenangan pahit manisnya.