
"Aku merindukanmu! Sangat-sangat merindukanmu!" Ucap laki-laki itu dengan masih memeluk tubuh Dara dengan erat. Sementara Dara seakan terhipnotis, dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sedikitpun. Rasanya tubuhnya begitu kaku untuk bergerak sedikit saja.
"Maaf anda salah orang! " Ucap Dara setelah mendapat kesadarannya. Dia segera mendorong dengan kuat laki-laki itu hingga tubuhnya terhuyung ke belakang.
"Tidak, kamu jangan seperti padaku! " Kata Kenan dengan suara parau seolah memberi tahu seberapa dia merindukan wanita yang ada didepannya itu.
"Ternyata takdir memang tidak bisa di elakkan lagi! " Jawab Dara masih mencoba melepaskan pelukan Kenan. Dia sudah bertekat jika hari ini dirinya harus menyelesaikan masa lalu yang menyakitkan meskipun dia pasti akan lebih berantakan dari sebelumnya.
"Aku sangat merindukanmu, sayang! "
"Jangan memanggilku seperti itu lagi! " Ujar Dara marah dan jijik dengan laki-laki tidak tahu malu yang sayangnya adalah kekasihnya dan akan menjadi mantan kekasihnya.
"Aku tahu aku sangat bersalah padamu, selama ini aku sudah berusaha untuk mencarimu! "
"Terserah, sekarang kamu lebih baik duduk dulu atau orang-orang di perusahaanmu akan mendengar semuanya dan kita menjadi bahan gosip! " Dara segera mendudukkan Kenan kembali ke kursi perusahaannya.
"Jangan khawatir sayang, bukankah kau tahu jika ruangan boss selalu kedap suara? "
"Ya ya, aku tahu. Sekarang bicarakan bisnis terlebih dahulu. Kamu segera tanda tangani dokumen ini! "
"Tapi kamu harus janji dulu setelah aku menandatanganinya, kita harus membicarakan hubungan kita! "
"Ya aku berjanji! "
Dengan segera Kenan menandatangani semua dokumen yang di bawa oleh Dara berharap setelah ini hubungannya dengan Dara kian membaik. Sementara Dara hanya ingin segera keluar dari ruangan yang membuatnya sulit untuk bernapas. Dia hanya ingin terlepas sepenuhnya dari laki-laki yang sekarang sedang duduk didepannya itu.
"Aku sudah menandatangani semuanya! " Kata Kenan kemudian berdiri hendak menghampiri Dara. Tapi dengan segera Dara menghentikan langkah pria itu.
"Tetap disitu, jika kau melangkahkan kakimu kesini aku akan benar-benar pergi dan kita tidak perlu berbicara lagi! "
"Baiklah baiklah, aku tetap disini! " Ucapnya pasarah kemudian kembali duduk di tempatnya.
"Sekarang kau bicara lebih dulu!"
"Aku ingin minta maaf padamu, aku tahu aku sangat bersalah. Meninggalkanmu tanpa mengatakan sepatah kata pun. Bahkan sudah bertahun-tahun lamanya aku tidak pernah memberimu kabar. Ini semua bukan keinginanku, kau tahu selama bertahun-tahun ini aku tidak hidup dengan baik. Setiap saat aku hanya mengingat dirimu, bertanya pada diriku sendiri sampai kapan kehidupan akan menyiksaku seperti ini. Tapi setelah pertemuan kita lagi pada waktu itu, aku merasa kita masih berjodoh! Semesta masih menginginkan kita untuk tetap bersama."
"Pertemuan kita kembali bukan untuk melanjutkan masa lalu kita yang sudah berakhir tetapi untuk menegaskan jika kita sudah punya kehidupan sendiri-sendiri. Aku dengan kehidupanku begitupun dengan mu. Mulai hari ini kita hanya sebatas masa lalu dan aku sangat memohon padamu lanjutkan kehidupanmu sendiri begitu pun aku akan melanjutkan kehidupan ku sendiri. Jika suatu saat kita bertemu lagi, anggap saja kita tidak saling mengenal! "
"Tidak... tidak... kau jangan melakukan ini padaku! Aku sekarang sudah menjadi boss, aku bisa memberikan apapun yang kau mau! "
"Aku sudah tidak menginginkan apapun lagi darimu. Yang aku inginkan hanyalah kita untuk saling menjauh! Dan lagi kau adalah seorang suami dan ayah, jangan lupakan hal itu! " Kata Dara kemudian berdiri dari tempat duduknya hendak pergi keluar dari ruangan itu. Saat ini hatinya sudah cukup berantakan, mungkin jika Kenan mengatakan hal itu di masa lalu sebelum menikah, dia pasti akan tinggal tapi sekarang kenyataannya sudah berbeda. Kenan memiliki istri dan juga anak, dia sudah memiliki keluarga yang harus di bahagiakan.
"Aku bisa menceraikan istriku dan lagi anak itu adalah syarat agar aku bisa memimpin perusahaan sendiri! " Teriak Kenan ketika Dara hampir mencapai pintu untuk keluar.
"Kau gila! Daripada kau menyia-nyiakan tenagamu untuk mengatakan hal menjijikan seperti ini lebih baik berusahalah untuk mencintai istri dan keluargamu! "
"Aku tidak akan mencintai siapapun selain dirimu, dan tidak ada yang boleh mencintaimu selain aku! Kau harus ingat itu! "
"Bedebah menjijikkan! " Jawab Dara kemudian keluar dari ruangan Kenan dengan membanting pintunya.
Sebenarnya bukan sepenuhnya Dara tidak menghiraukan ucapan Kenan, dia tahu bagaimana perangai laki-laki itu. Dia akan berusaha mendapatkan apa yang dia mau bagaimana pun caranya. Bahkan dia rela mempunyai anak dengan wanita yang tidak dicintai demi sebuah perusahaan.
"Aku tidak mengerti kenapa aku harus jatuh cinta pada laki-laki gila sepertinya! " Batin Dara kemudian segera meninggalkan perusahaan Kenan.
"Aku tidak bisa kembali ke perusahaan saat ini aku perlu menenangkan diri terlebih dahulu! " Dara pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi Sammy untuk mengambil alih pekerjaannya terlebih dahulu dan meminta cuti setengah hari dengan alasan keperluan mendadak.
Setelah itu dia segera menghentikan taksi dan pergi ke tempat tujuan selanjutnya. Dimana tempat dia bisa menenangkan dirinya yang sedang diambang kekhawatiran. Dia benar-benar takut jika Kenan berbuat sesuka hatinya, mungkin jika pada dirinya dia tidak takut tapi yang dia takutkan adalah bila perbuatan Kenan akan mempengaruhi perusahaan Noel.
Tiba-tiba saja air mata Dara mengalir begitu saja, seakan menertawakan takdirnya yang masih terjerat dengan masa lalu yang menyedihkan. Dia berharap bisa memutar waktu dan tidak bertemu dengan laki-laki itu. Dia tahu Kenan adalah orang terdekatnya dulu, dia selalu menjadi perisai baginya. Melindunginya dari badai dan hujan bagaimana pun caranya.
Dia menjadi teringat dimana waktu itu ketika mereka baru saja menjadi seorang junior di sekolah menengah atas. Dara yang notabene nya seorang introvert harus menjalani hukuman di depan kakak-kakak seniornya tapi dengan sigap laki-laki itu melindunginya bahkan dia rela ketika hukumannya ditambah dua kali lebih banyak.
Setelah menempuh waktu kurang lebih dua jam akhirnya Dara tiba di tempat tujuannya. Sebuah pantai dengan hamparan pasir putih serta deruan suara ombak yang menenangkan. Dia pun segera membayar ongkos taksinya dan menyusuri sepanjang pantai.
Saat sedang menikmati pemandangan tiba-tiba saja ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dia kenal.
"Bukankah sudah aku bilang jika aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan, dear? Tunggu waktu yang tepat kita pasti akan bersama lagi. Jangan macam-macam kita memiliki kerjasama perusahaan!"
"Aaaaaa Kenan tidak tahu diri! " Teriak Dara mencoba untuk mengeluarkan kekesalannya.