
"Aunty Ala?" Tanya Orin sambil mengerutkan keningnya. Siapa aunty Ala?
"Iya aunty tantik!"
Orin pun melirik kearah kakaknya yang tampaknya membuang pandangannya ke segala arah. Lebih tepatnya menghindari pandangan mata mereka untuk bertemu karena jika itu terjadi maka Noel akan sulit untuk berbohong.
"Siapa aunty Ala El?" Tanya sang mommy karena penasaran. Sejak cucunya tiba mereka selalu membicarakan aunty Ala itu. Apalagi mereka berdua a.k.a si kembar akan tertawa ketika kembali menceritakan Dara yang hampir jatuh saat bermain di ice skating.
"Emm itu mom, dia sekertaris baru aku di perusahaan!" Jawabnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sekertaris baru?"
"Hu,um baru beberapa bulan." Jawabnya yang semakin kikuk karena dua wanita kesayangannya itu masih menatapnya dengan tajam.
"Em mana suamimu Rin?" Tanya Noel mencoba mengalihkan pembicaraan karena semakin lama laki-laki itu semakin gugup saja.
"Tadi kakak nggak bilang kalau kakak ajak sekertaris kakak!" Kata Orin mengingat jika tadi kakaknya hanya bilang akan mengajak si kembar untuk bermain apalagi mereka jarang bertemu dan pekerjaan Noel sendiri juga tidak sedang banyak.
"Emm itu aku ajaknya mendadak!"
"Oh oh oh... Orin mengerti!" Ucapnya dengan seringai di bibirnya. "Kakak memanfaatkan anak-anakku untuk mendekatinya ya?"
"Ti-tidak bukan seperti itu!" Jawab Noel bahkan sekarang wajahnya sudah merah padam. Sedangkan sang mommy yang melihat anaknya gugup itu hanya menggelengkan kepalanya. Mommy Retha tentu saja tahu jika anaknya itu berbohong atau tidak.
"Ah sudah lah aku mau ke kamar dulu, mandi!" Ucapnya kemudian bangkit dari duduknya dan melenggang naik ke lantai atas dimana kamarnya berada tetapi sebelum itu dia mencuri satu kecupan di pipi mommynya.
"Mommy sudah pernah lihat sekertaris kakak yang baru?" Tanya Orin ketika melihat sang kakak sudah menaiki tangga terakhir kemudian belok ke arah kiri.
"Mommy belum pernah lihat, tapi mungkin saja daddymu tahu!"
"Bagaimana kalau kapan-kapan kita ke perusahaan kakak saja untuk melihat sekertarisnya itu?"
"Aku penasaran dengan sosok yang sudah membuat kakak setertarik itu!" Ucap Orin menggebu-gebu.
*****
Makan malam keluarga Winata pun tiba. Makan malam keluarga yang selalu di adakan dua Minggu sekali untuk mempererat tali persaudaraan mereka. Di meja makan sudah ada Daddy Arga, mommy Retha, Orin, Marcel dan juga si kembar sedangkan Noel masih berada di dalam kamarnya. Katanya masih sedang mengerjakan sesuatu.
Mereka semua makan dalam diam hanya terdengar bunyi dentingan sendok yang beradu dengan piring. Apalagi dentingan milik si kembar yang terdengar begitu nyaring. Maklum mereka masih kecil tentu saja agak kesulitan jika makan sendiri.
Setelah selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga sekedar untuk berbicara dan hari ini topik hangat yang mereka sedang bicarakan adalah Noel dan sekertarisnya.
"Oh ya dad, apa Daddy tahu sekertaris baru di perusahaan?" Tanya Orin dimana membuat Noel membulatkan matanya. Bisa-bisanya adiknya itu bertanya tentang sekertarisnya didepan matanya.
"Adara? Daddy tidak banyak tahu tentangnya yang Daddy tahu hanya dia teman Sam!"
"Oh namanya Adara!" Kata mommy Retha dan Orin bersamaan kemudian melirik ke arah Noel yang langsung mengalihkan pandangannya pada si kembar. Seakan-akan laki-laki itu tidak mendengarkan apa yang sedang mereka katakan.
"Memangnya ada apa dengan Adara?" Tanya Daddy Arga yang tampak bingung dengan sikap kedua wanita didepannya itu.
"Tidak, apakah dia cantik?" Tanya Orin lagi.
"Ya dia cantik." Jawab Daddy Arga apa adanya dimana membuat wajah Noel menjadi merah padam.
"Aku jadi tidak sabar ingin segera bertemu dengannya!" Seru Orin sambil membayangkan bagaimana wajah milik Adara.
******
Sementara itu di tempat lain, wanita yang tengah sedang dibicarakan oleh keluarga Winata itu sedang menikmati malamnya. Menikmati langit ciptaan sang maha kuasa yang begitu indah. Mungkin tubuhnya sekarang berada di balkon apartemennya tapi pikirannya entah berkelana kemana-mana.
Bayangannya tentang masa lalu dan masa kini saling tumpang tindih. Bukannya dia bodoh tidak tahu jika sang atasan mencoba untuk menarik perhatiannya tapi untuk saat ini dia tidak bisa dia sedang menunggu seseorang yang begitu dicintanya di masa lalu. Dia harus menyelesaikan masa lalunya sebelum melangkah ke masa depannya.