Hello, My Secretary!

Hello, My Secretary!
21



Suasana perusahaan hari ini tampak begitu riuh. Semua pegawai sedang sibuk untuk menyelesaikan deadline masing-masing karena sebentar lagi akan ada acara besar yang mengharuskan mereka untuk segera menyelesaikannya. Begitu juga dengan Dara yang kini tengah sibuk membalas email dari beberapa klien perusahaan.


"Dara kamu ikut saya!" Perintah Noel saat laki-laki itu berada tepat di depan meja kerja Dara. Sementara gadis itu mendongakkan kepalanya masih bergeming ditempanya.


Ya meskipun hubungan diluar pekerjaan mereka sudah semakin dekat tetapi ketika sedang berada di perusahaan mereka akan menjaga jarak. Lebih tepatnya itu adalah permintaan Dara sedangkan Noel sebenarnya merasa keberatan lagipula untuk saat ini mereka masih ditahap pertemanan saja kan?


"Baik pak, saya bereskan pekerjaan terlebih dahulu!" Jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya pada sosok yang sedang berdiri di hadapannya itu.


Ada yang berbeda dengan atasannya itu yang mana membuat Dara semakin kagum tapi untuk sesaat gadis itu masih berpikir, apakah yang berbeda dari pak Noel?


Oh Ya Tuhan, Dara baru menyadari hal berbeda itu. Potongan rambut Noel lah yang menjadi magnet tersendiri untuk matanya. Meskipun sekarang tatanan rambutnya sedikit berantakan tapi justru membuat Noel terlihat dewasa dan ehem menggairahkan.


Setelah mendapat kesadarannya kembali Dara segera menyelesaikan pekerjaannya sedangkan Noel sudah menunggu di mobil depan lobby. Saat Dara hendak masuk ke dalam mobil bagian belakang dia terkejut mendengar suara milik Noel yang berada di balik kemudi.


"Duduklah di depan Dara, apa kau mau membuatku menjadi sopirmu?"


Dara menggaruk tengkuknya yang tidak gata. "Bukan seperti itu maksud saya pak!" Jawabnya kemudian membuka pintu mobil bagian depan.


"Saya ingin membawa mobil sendiri hari ini!" Ucapnya dimana membuat Dara sedikit speechless karena biasanya Noel selalu membutuhkan sopir kemanapun dia berada.


Dara pun duduk di samping Noel. Dia meremas tangannya yang berada di atas paha. Berdua dengan sang boss di dalam satu mobil apalagi dengan jarak yang lumayan dekat seperti ini membuatnya teringat kejadian dua hari yang lalu.


Flashback On...


Siang itu setelah menyelesaikan beberapa berkas untuk disimpan di brankas perusahaan, Dara hendak makan siang di kantin perusahaan dengan beberapa karyawan lainnya.


Dia sudah mengenal beberapa karyawan tetapi tidak banyak karena letak lantai tempatnya bekerja berbeda dengan karyawan lainnya. Hari ini dia sudah membayangkan akan bersenda gurau dengan karyawan lainnya lalu mendengarkan gosip tentang atasan mereka.


Saat dia berdiri dari tempatnya duduk dan baru akan melangkahkan kakinya keluar dari meja. Dari arah berlawanan lebih tepatnya arah lift yang pintunya baru saja terbuka, keluarlah dua orang wanita. Seorang wanita setengah baya dengan membawa seperti sebuah tas yang berisikan kotak makanan dan dengan seorang wanita yang jika Dara lihat usianya pasti dibawahnya.


Dara kembali memeriksa tablet jadwal pertemuan milik sang boss tapi dia tidak menemukan adanya jadwal pertemuan dengan orang lain siang itu lalu siapa mereka berdua. Dara tahu pasti itu adalah orang-orang penting, buktinya saja pihak resepsionis tidak bertanya apapun mengenai sang boss ingin menerima tamu atau tidak.


"Selamat siang, maaf ada yang bisa saya bantu?" Tanya Dara dengan sopan. Jika dilihat dari penampilannya mereka pasti adalah orang-orang beruang buktinya pakaian yang mereka gunakan saja dari salah satu merk terkenal. Apa ini mama dari pak Noel dan siapa wanita disampingnya itu? Atau jangan-jangan ini adalah calon istrinya?


"Adara ya?" Tanya wanita yang lebih muda itu. Dara hanya menganggukkan kepalanya, semakin bingung dengan siapa dua orang didepannya itu.


"Apa Noel ada?"


"Pak Noel sedang berada ditempatnya nyonya!"


"Jangan panggil aku seperti itu!" Ucap wanita setengah baya itu dengan kesal. "Panggil aku mommy seperti El memanggilku!"


Dara terkesiap dengan apa yang dikatakan oleh seorang wanita yang ingin dipanggil mommy itu. Yang benar saja, memang dirinya siapa? Dia hanya sekertaris biasa.


"Maaf nyonya tapi saya tidak bisa. Mana mungkin saya memanggil istri pemilik perusahaan dan ibu dari direktur dengan seperti itu!" Jawab Dara merasa tidak enak dengan permintaan mommy Retha.


"Mommy Orin...!" Sapa Noel kemudian menghampiri mereka berdua.


"Kenapa tidak bilang jika akan kemari?"


"Surprise kak!"


"Iya dan ehem mommy sangat setuju dia cantik dan sopan!" Kata mommy Retha sambil melirik kearah Dara yang masih berdiri ditempatnya.


Merasa sudah tidak ada yang membutuhkannya Dara pun hendak undur diri terlebih dahulu untuk segera makan siang bersama dengan yang lainnya di kantin perusahaan yang letaknya tepat di sebelah kanan perusahaan dan agak menjorok kedalam.


"Maaf, kalau begitu saya permisi dahulu!"


"Mau kemana kak? Kita makan siang bersama. Tadi mommy sudah menyiapkan makan siang untuk kita semua!" Ucap Orin saat melihat Dara hendak pergi dari tempatnya.


"Maaf nona, anda bisa panggil saya Dara saja. Untuk makan siang saya akan makan bersama yang lainnya di bawah!"


"Tidak kakak kan calon kakak ip-" Belum sempat Orin melanjutkan ucapannya Noel terlebih dahulu membungkam mulut adiknya itu.


"Jangan katakan yang tidak-tidak! Kau bisa merusak rencanaku nanti!" Bisik Noel tepat di telinga kiri adiknya.


"Ehem Dara ikutlah makan siang dengan kami dan jangan dengarkan ucapan adikku!" Kata Noel pada Dara yang terlihat masih enggan untuk bergabung dengan mereka.


"Tap-"


"Kasihan mommy sudah membuatkan makan siang untuk banyak orang!" Ucapnya lagi dan yang terakhir dengan nada yang tidak ingin dibantah. Dengan terpaksa Dara pun menganggukkan kepalanya. Dia merasa aneh saja harus ikut makan siang dengan keluarga bossnya.


"Iya, makan bersama kita ya!" Ujar mommy Retha dengan wajah yang dibuat-buat sesedih mungkin.


"Baiklah nyonya!" Jawab Dara sambil menganggukkan kepalanya.


"Sudah ku bilang kan jangan memanggilku seperti itu!"


"Mom, biarlah Dara memanggil dengan apa yang dia inginkan! Jangan membuatnya tidak nyaman!"


"Baiklah-baiklah!"


Mereka pun akhirnya masuk ke ruangan milik Noel. Hari ini mommy Retha dan Orin memang sengaja datang ke perusahaan suaminya yang sekarang sudah sepenuhnya diserahkan pada sang anak. Bahkan Orin meminta sang Daddy untuk menjemput anak-anaknya di sekolah lalu mengajak mereka bermain sebentar selama dia belum kembali.


Dan tujuannya datang ke perusahaan sudah terpenuhi. Mereka sudah melihat dengan jelas bagaimana wajah dari wanita yang di sukai oleh putranya. Menurut mommy Retha sendiri Dara adalah gadis baik lihat dari penampilannya yang jauh dari kesan sekertaris seksi yang biasanya ada.


"Dimana Sam El? Aku tadi tidak melihat di ruangannya," Tanya mommy Retha sambil menyiapkan bekal makanan yang sudah dia bawa dengan dibantu oleh Dara. Sedangkan Orin dia hanya melihatnya sambil tersenyum.


"Aku menyuruhnya untuk membeli makan siang mom, aku tidak tahu jika mom akan kesini. Tapi tadi aku sudah mengatakan padanya jika aku akan makan siang dengan mommy dan meminta untuk memberikan makan siangku pada yang lainnya saja!"