
Pagi hari semua orang sedang memulai kesibukannya begitu juga dengan Noel. Setelah menyelesaikan sarapan dengan mommy dan daddynya, Noel bersiap untuk pergi ke kantor. Baru-baru ini dia menyelesaikan beberapa tender dan tentu saja atas bantuan Dara sebagai sekretarisnya.
Setelah sampai di perusahaan Noel segera menuju ke ruangan miliknya. Dilihatnya ruangan milik sang sekertaris yang masih kosong.
"Kemana perginya pagi-pagi seperti ini? Apa sedang ada urusan di luar? Tapi bukankah rapat masih dua jam lagi! " Gumam Noel sembari berjalan menuju ruangannya. Sesampainya di ruangan miliknya dia segera menyelesaikan beberapa berkas yang memang membutuhkan tanda tangannya.
TOK...TOK.. TOK..
Terdengar suara ketukan pintu dari luar tak lama kemudian masuklah Sammy dengan beberapa berkas yang dia bawa. Laki-laki tinggi itu tampak ragu-ragu saat akan menyerahkan dokumen yang dia bawa membuat Noel yang melihatnya pun sedikit kebingungan.
"Ada apa? Berkas baru? " Tanya Noel karena sejak tadi Sammy hanya diam berdiri didepannya saja.
"Ini pak, berkas kerjasama dengan perusahaan pak Kenan dan berkas milik...! " Ucapan Sammy pun terhenti hendak ingin melanjutkan tetapi dia sendiri merasa ragu untuk mengatakannya.
"Milik? "
"Milik Dara, surat pengunduran diri Dara. Saya baru melihat berkas ini pagi tadi di meja ruangan! Setelah itu saya mencoba untuk menghubungi Dara tetapi nihil dia mematikan ponselnya! " Jelas Sammy dengan ragu-ragu ketika melihat wajah Noel yang mendadak suram saat dia mengatakan mengenai surat pengunduran diri milik Dara.
"Baik Pak, selamat pagi! " Kata Sammy kemudian berlalu meninggalkan Noel yang tampak memasang ekspresi wajah mengerikan itu.
Setelah kepergian Sammy, Noel segera membuka surat pengunduran diri milik Dara. Dia ingin tahu apa penyebab pengunduran diri yang mendadak ini. Noel sendiri merasa jika Dara baik-baik saja dalam beberapa waktu belakangan. Dan juga hubungan Dara dengan karyawan lain pun juga baik-baik saja. Tapi memang belakangan ini Dara lebih terlihat pendiam daripada biasanya yang tampak ceria itu.
Noel pun segera mengambil ponsel yang ada dalam saku celananya, mencoba untuk menghubungi Dara setidaknya dia ingin tahu alasan Dara mengundurkan diri secara tiba-tiba. Sebenarnya yang dia inginkan adalah agar Dara tidak mengundurkan diri. Perusahaan saat membutuhkan orang yang seperti Dara. Dan juga dirinya sendiri juga membutuhkan Dara.
"Ah...! " Teriaknya kesal karena Dara tak kunjung mengangkat telepon darinya. Bahkan dia juga sudah menghubungi telepon rumahnya tapi tampaknya wanita itu memang sengaja melakukan hal ini. Karena merasa tidak sabar, Noel pun segera keluar dari ruangan miliknya dan pergi ke tempat parkir untuk mengambil mobilnya. Tak lupa sebelum itu dia menyuruh Sammy untuk mengganti jadwal rapat setelah makan siang.
Setelah menempuh waktu tiga puluh menit akhirnya dia pun sampai di bassemen apartemen Dara. Dengan segera dia mencari wanita yang membuatnya khawatir itu. Sebenarnya dia tidak tahu harus bicara apa dengan Dara. Dia merasa tidak pantas jika menahan Dara, bagaimana pun juga setiap orang memiliki keputusan masing-masing. Begitu pun Dara dia memiliki keputusannya sendiri untuk tetap bekerja atau ingin berhenti.
Sesampainya di depan pintu apartemen Dara, Noel segera menekan bel berharap Dara ada di rumahnya. Dan benar saja tak lama kemudian, sosok yang memang dicarinya itu keluar dengan baju santainya. Dara sendiri tampak tidak terkejut dengan kedatangan Noel.
"Silahkan masuk pak! " Ucap Dara untuk mempersilahkan Noel masuk. Setelah dipersilahkan untuk masuk Noel pun segera masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Mereka duduk secara berhadapan dimana membuat Dara menjadi gugup. Padahal ini bukan pertama kalinya mereka duduk berhadapan. Tapi rasanya pesona Noel pagi ini cukup berbeda. Wajahnya terlihat dingin tetapi sorot matanya memancarkan begitu besar kehangatan yang mana membuat hati Dara sedikit terusik.
"Aku rasa kamu sedikit banyak sudah tahu tujuanku datang kemari! " Kata Noel setelah mereka cukup lama hanya duduk dan diam.