Hello, My Secretary!

Hello, My Secretary!
12



"Pak Noel?"


"Burung?"


Seru mereka secara bersamaan. Entah kenapa setiap pertemuan tidak sengaja mereka pasti akan menimbulkan sebuah problem. Seperti saat sekarang ini.


Bukan mereka berdua saja yang terkejut dengan pertemuan tidak sengaja ini melainkan Sam yang sejak tadi bersama dengan Noel juga terkejut. Apalagi mendengar panggilan sang boss kepada sekertarisnya itu.


"Kok burung pak?" Protes Dara, enak saja! Dulu kedua orangtuanya memberinya nama dengan susah payah tapi sekarang Noel memanggilnya dengan seenaknya.


"Saya lupa nama kamu! Yang saya ingat nama kamu seperti nama salah satu ekor burung. Jadi apa salahnya saya panggil burung!" Jawabnya tanpa rasa berdosa sedikit pun.


"Jelas salah dong pak!" Gerutu Dara yang masih tidak terima.


"Lebih salah lagi kamu yang sudah menumpahkan minuman ke jas saya!"


"Eh itu tadi mbaknya yang salah pak!" Kilahnya mana berani dia mengakui kesalahannya meskipun tanpa disengaja. Apalagi melihat wajah bossnya yang datar seperti papan triplek itu.


"Saya tidak mau tahu kamu harus tanggung jawab!" Jawabnya kemudian melepaskan jasnya dan melemparkannya tepat didepan wajah Dara dimana membuat wanita itu menggeram kesal.


"Saya kan sudah bilang tidak sengaja pak, lagipula saya itu sekertaris bapak bukan tukang laundry!"


"Saya mau jas saya besok pagi sudah wangi dan licin lagi, jika tidak lihat saja saya akan potong gaji kamu!" Ucapnya kemudian meninggalkan Dara yang masih menggeram kesal ditempatnya. Bagaimana tidak gara-gara berdebat dengan sang boss, Dara harus kehilangan jejak laki-lakinya itu.


"Dasar bocah!" Dengus Dara kemudian kembali ke tempat duduknya.


"Tadi kak Sam sama bossnya kak?" Tanya Nindy yang saat itu tengah menikmati dessert pesanan mereka.


"Iya si boss nyebelin. Ya udah ya Nin, aku pulang dulu soalnya disuruh cuci jasnya si boss!"


"Iya nggak apa-apa kak. Lagipula ini juga udah mau habis kok!"


Tak lama kemudian mereka sama-sama meninggalkan restoran tersebut dengan Dara yang masih menggerutu. Ahh boss itu memang menyebalkan sekali memangnya dia pembantu?


Setelah melewati perjalanan yang cukup melelahkan Dara tiba di basemen apartemennya. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan basemen pun tampak lenggang hanya ada petugas keamanan yang sedang bekerja. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya Dara segera memencet tombol lift ke lantai apartemennya.


Dara merebahkan tubuhnya sebentar di sofa ruang tamunya. Hari ini sangat melelahkan, pikiran dan tenaganya saling beradu. Dia kembali memikirkan sosok yang tadi dilihatnya di restoran. Dia yakin itu adalah Kenan, kekasihnya yang selama ini dia rindukan. Tapi dia segera menyingkirkan hal itu, dia tidak ingin hatinya berharap lebih. Apalagi dengan harapan yang tidak pasti.


"Ah ya ampun jasnya!" Teriaknya frustasi mengingat Noel yang menyuruhnya untuk mencuci jasnya dan harus selesai besok pagi ketika dia berangkat bekerja.


Dengan langkah berat dan mata yang sudah hampir terpejam, Dara berjalan kearah ruang cuci. Dia memasukkan jas milik Noel ke dalam mesin cuci setelah itu memberi detergen dan menyalakannya. Sambil menunggu cuciannya, Dara menyandarkan punggungnya ke tembok.


Jika saja ada laundry yang buka dua puluh empat jam, dia akan mengantarkan jasnya kesana dan dia tidak perlu susah-susah untuk mencuci. Setelah dirasa sudah cukup bersih dan kering, Dara mengeluarkan jas milik sang boss lalu menjemurnya di balkon kamar.


"Seterika besok pagi saja!" Gumamnya sambil mengarahkan tubuhnya ke ranjang lalu membaringkan tubuhnya begitu saja tanpa mencuci muka terlebih dahulu. Bahkan dia juga tidak mengganti pakaiannya. Raganya sudah tidak kuat untuk sekedar berganti pakaian.


****


Pagi harinya Dara bangun sangat pagi, dia segera mengecek apakah jasnya sudah kering dan untung saja memang sudah kering. Setelah itu dia mengambilnya lalu menyetrika terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitasnya sendiri. Selesai menyetrika Dara memutuskan untuk mandi karena persediaan makanan di lemari pendingin juga habis dia memutuskan untuk sarapan roti dan segelas susu saja.


Sementara itu ditempat lain, laki-laki yang baru saja membuka matanya itu masih enggan untuk meninggalkan ranjang empuknya. Padahal sejak tadi sang mommy sudah mengomel untuk menyuruhnya segera bersiap dan pergi bekerja. Noel laki-laki itu menjadi sedikit pemalas ketika sedang di rumah apalagi beberapa tahun terakhir ini mengingat dirinya yang tinggal lama di luar negeri dan kurangnya kasih sayang dan perhatian dari keluarganya. Apalagi kala itu di usianya yang masih sangat muda dan harus berpisah dari orang-orang yang disayanginya.


"Selamat pagi mom dad!" Sapanya kemudian ikut bergabung di meja makan bersama dengan kedua orangtuanya. Sebenarnya mommy Retha pernah beberapa kali meminta Noel untuk segera menikah. Tapi laki-laki itu masih belum mau katanya dia masih muda dan ingin fokus pada pekerjaan terlebih dahulu. Padahal mommy Retha sangat ingin memiliki cucu dari Noel ya meskipun mereka sudah memiliki cucu si kembar dari anak Orin dan Marcel tapi mereka tidak tinggal dirumahnya membuat mommy Retha merasa kesepian.


"Maaf dad, Noel salah memilih rekan bisnis. Kerja mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan saat menjalin kerjasama." Jawab Noel sambil menundukkan kepalanya. Dia takut jika sampai daddynya marah karena proyek pembangunan hotel yang berakibat merugikan perusahaan itu.


"Kenapa harus minta maaf son? Daddy tidak marah justru Daddy senang! Dengan itu semua kau bisa belajar untuk memilih rekanan bisnis yang lebih baik. Dalam usaha untung rugi pasti ada, tidak selamanya harus untung terus." Kata Daddy Arga memberi penjelasan pada pria yang kini berusia dua puluh tujuh tahun itu.


"Terimakasih dad, kalau begitu Noel pamit dulu!" Ucapnya kemudian mencium kedua orangtuanya bergantian.


Sedangkan Dara gadis itu sudah siap untuk mulai bekerja hari ini. Bahkan gadis itu sudah berdiri di depan gedung yang bertuliskan Haidar Corp sambil membawa sebuah paper bag. Dia pun segera masuk karena pada prinsipnya kesan pertama adalah saat pertama kali bertemu. Dan hari ini dia pertama kali bekerja di tempatnya sekarang dan dia ingin mendapatkan kesan yang baik tentu saja.


"Permisi!" Sapaya pada seorang resepsionis wanita yang sepertinya juga baru datang itu.


"Ada yang bisa saya bantu nona?"


"Saya karyawan baru disini, bisakah anda menunjukkan dimana tempat saya?"


"Maaf sebelumnya nona karyawan dibagian mana?"


Saat hendak menjawab tiba-tiba seseorang yang baru saja datang menepuk pundak Dara dimana membuat gadis itu kaget.


"Dia sekertaris pak Noel yang baru, biar aku antar saja ketempatnya!" Ucap Noel memberitahu pada resepsionis itu.


"Ah terimakasih temanku yang baik!" Jawabnya sambil terkekeh kemudian mereka berdua menghilang dibalik pintu lift yang akan mengantarkan mereka ke ruang yang dituju.


"Jadi tempatku bekerja ada di lantai lima belas?" Tanya Dara saat melihat Sam menekan angka lima belas pada dinding lift tersebut.


"Ya, dan karena aku adalah laki-laki yang baik aku akan mengantarmu untuk home tour berkeliling perusahaan. Tapi untuk saat ini aku akan memberitahumu mengenai tugas-tugas saja!"


Ting


Mereka pun sampai di lantai yang dituju. Dimana ruangan sang boss berada.


"Ini lantai khusus, disini hanya ada ruanganku dan juga ruangan pak Noel. Tempatmu ada di depan pintu pak Noel! Kau sudah mengerti tugasmu bukan?"


"Ya aku mengerti."


"Nah ini tab yang biasa digunakan untuk menyusun jadwal harian pak Noel, sekarang aku serahkan ini padamu karena memang sekarang ini adalah tugasmu!"


"Jam berapa biasanya pak Noel akan datang?" Tanyanya sambil mendudukkan tubuhnya di kursi barunya yang terasa sangat nyaman itu.


"Sebentar lagi, beliau orang yang disiplin dalam pekerjaan. Nanti setelah beliau masuk kae bisa membacakan jadwalnya. Setelah merasa tidak ada yang dibutuhkan lagi kau bisa keluar dan kembali ke mejamu!"


Saat Sammy menjelaskan beberapa hal mengenai pekerjaan baru Dara, tak lama kemudian seorang laki-laki datang dengan langkah tegapnya.


"Selamat pagi pak!" Sapa mereka berdua bersama. Sementara yang disapa hanya menganggukkan kepalanya dimana membuat Dara menjadi kesal. Apa susahnya menjawab 'selamat pagi juga?'.


"Ayo!" Sammy mengajak Dara untuk keruangan sang boss guna membacakan jadwalnya hari ini.


"Pak ini sekertaris baru anda!" Kata Sam memperkenalkan Dara.


"Sudah tahu, tidak usah basa-basi. Bacakan saja jadwalku sekarang!" Katanya sambil membuka berkas yang ada di mejanya.


Dengan perasaan dongkol, Dara pun membacakan kegiatan Noel untuk hari ini. Dia berpikir mungkin sang boss ini penderita alter ego dimana membuat seseorang seperti mempunyai dua kepribadian sekaligus. Sebab menurut Dara, Noel sangat berbeda ketika diluar dan di dalam perusahaan. Jika diluar Noel masih bisa untuk bersifat sedikit kekanakan menurutnya tapi ketika sudah masuk perusahaan sifatnya beralih menjadi sangat tegas.