
Terhitung sudah sejak satu bulan lalu Dara bekerja di perusahaan milik keluarga Noel. Sementara ini belum terlalu banyak pekerjaan yang dibebankan padanya sebab Dara masih tergolong dalam karyawan baru dan Noel sebagai pemimpin tertinggi tidak ingin mengambil resiko tinggi apalagi sekarang perusahaan sedang dalam puncaknya. Banyak perusahaan yang ingin melakukan kerjasama dengan mereka. Baik dari perusahaan konstruksi maupun penyedia lahan.
Seperti hari-hari biasa Dara berangkat lebih awal lalu membersihkan ruangan milik sang direktur. Entah kenapa Dara merasa jika hal itu hanya akal-akalan dari Noel. Bukankah di perusahaannya sudah ada office boy atau office girl lalu mengapa masih menyuruh dirinya untuk membersihkan ruangannya dengan alasan untuk menjaga dokumen yang ada.
Selesai membersihkan ruangan Noel, Dara pun kembali ke meja kerjanya. Hari ini dia belum sempat untuk sarapan karena kesalahannya sendiri yaitu bangun kesiangan. Tapi dia bangun kesiangan juga karena ada alasannya pekerjaannya banyak jadi dia pun harus lembur.
"Selamat pagi pak?" Sapanya ketika Noel yang baru saja melintas di depannya.
Setelah memastikan Noel masuk ke dalam ruangannya Dara pun segera menyusul untuk memberikan jadwal harian pada sang atasan.
"Jadwal anda hari ini meeting dengan perusahaan JJ di restoran Skytonee pada pukul sembilan setelah itu akan ada rapat bulanan perusahaan pada pukul tiga."
"Sudah reservasi restoran?"
"Sudah pak."
"Kamu nanti datang dulu saya masih ada beberapa urusan lain."
"Baik pak."
Selama ini hubungan mereka tidak ada yang spesial seperti sang boss yang jatuh cinta pada sekertaris maupun sebaiknya. Sebab mereka sendiri pun juga jarang berkomunikasi intens lain selain menyangkut pekerjaan. Baik Noel maupun Dara mereka sepertinya memang fokus pada karir. Tapi mereka tidak akan tahu kemampuan Tuhan membolak-balikkan hati umatnya.
Setelah memberitahukan mengenai jadwal harian Dara pun kembali ke mejanya. Hari ini akan ada rapat akhir bulan dengan para staf perusahaan yang tentunya akan membuatnya menjadi lebih sibuk lagi.
kring………
Telepon kantornya berbunyi dengan terpaksa dia meninggalkan pekerjaannya barang sebentar untuk mengangkat panggilan dari orang yang entah siapa itu.
"Halo selamat pagi? Dengan sekertaris Haidar Corp disini ada yang bisa saya bantu?"
"Maaf apakah besok pak Noel ada jadwal meeting? Saya ingin mengadakan pertemuan dengan beliau!" Kata seorang perempuan diseberang sana.
"Untuk besok pak Noel jadwal pak Noel hanya kunjungan ke proyek perumahan pada sore hari. Selain itu beliau kosong."
"Bisakah anda mengatur pertemuan saya untuk makan siang dengan beliau? Di Moskow restoran?"
"Baiklah saya akan jadwalkan untuk besok!" Ucap Dara kemudian mematikan sambungan telepon tanpa bertanya siapa nama dari sang penelepon karena dia berpikir jika itu mungkin kekasih bossnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan, Dara harus bergegas menuju ke restoran tempat pertemuan kedua perusahaan itu. Sementara ini Noel lebih suka mengadakan pertemuan di luar perusahaan.
Dara bergegas menghubungi sopir perusahaan yang biasa mengantarnya ke tempat pertemuan. Dara bersyukur perusahaan tempatnya bekerja sekarang memberinya fasilitas yang cukup membuatnya nyaman.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima belas menit, akhirnya Dara pun tiba di restoran yang dimaksud.
"Pak, pak Amir bisa kembali ke kantor lebih dulu nanti saya akan pulang bersama pak Noel!" Kata Dara saat wanita itu sudah keluar dari mobil.
Seperti biasa jika ada pertemuan di luar Dara akan kembali bersama sang boss jika tidak mungkin dia akan naik taksi online seperti yang biasa dia lakukan saat pulang dan berangkat ke perusahaan.
"Ya, meja atas nama Noel Galliano Winata?"
"Oh iya mari saya antar!" Karyawan tersebut pun mengantar Dara menuju tempat yang sudah dia reservasi. Karyawan tersebut membuka sebuah pintu pada bilik yang yang berjejer itu. Dara memang sengaja memilih untuk private room jika menyangkut tentang kerjasama perusahaan.
Dara pun segera masuk kemudian menghempaskan bokongnya untuk duduk di salah satu kursi yang sudah disediakan. Di dalam ruangan berukuran 7x7 meter itu terdapat satu buah meja segi empat dengan empat buah kursi yang ditata berseberangan.
Tak lama kemudian masuklah dua orang yang Dara tahu sebagai utusan dari JJ group. Seorang pria paruh baya yang mungkin berusia enam puluh Lima tahun dan seorang pria dewasa yang usianya mungkin tidak jauh berbeda dengannya.
"Selamat pagi, selamat datang pak Jeromi!" Ucap Dara ketika pria yang lebih tua datang terlebih dahulu kemudian mengulurkan tangannya sebagai tanda hormat.
"Selamat pagi nona Dara!" Jawab pria paruh baya itu kemudian mengambil uluran tangan Dara dan tanpa diduga mencium punggung tangan Dara membuat wanita berusia hampir tiga puluh tahun itu terkesiap. Dara buru-buru menarik tangannya dari genggaman pria yang dikenal sebagai direktur JJ group itu. Sementara sang sekertaris hanya menganggukkan kepalanya kemudian berdiri dibelakang sang boss.
"Maaf untuk menunggu sebentar pak Noel masih dalam perjalanan!" Ujarnya menjelaskan ketidakhadiran pria yang menjadi pusat perhatian itu.
"Oh tidak apa-apa, berlama-lama melihat wajahmu membuat stamina saya yang hampir habis menjadi pulih kembali!" Kata pak Jeremi dimana membuat Dara ingin memuntahkan seluruh isi yang ada didalam perutnya. Bagaimana bisa orang yang seharusnya dia panggil kakek itu merayunya begitu ulung. Meskipun tidak secara langsung tapi sebagai wanita dewasa yang memiliki pengalaman Dara tentu saja tahu arti tatapan pria lapar didepannya ini.
Dara semakin merutuki keterlambatan Noel yang tak kunjung datang. Padahal ini sudah lebih dari sepuluh menit dari waktu seharusnya. Tapi sang boss tak kunjung datang. Membuat dirinya harus terjebak dengan pria genit itu. Dia hanya menundukkan kepalanya, malas melihat wajah tua yang menjijikan didepannya itu.
Dara tampak beberapa kali memejamkan matanya untuk beberapa saat saat tiba-tiba saja rasa pusing menyerangnya. Dia merasakan jika pandangannya berputar dan hampir saja kehilangan kesadarannya. Dia masih mencoba untuk tetap fokus sambil menunggu kedatangan Noel.
Dia semakin tak bisa mengendalikan rasa pusingnya hingga membuat tubuhnya terhuyung kesamping. Dengan sigap pria tua itu menangkap tubuh Dara yang hendak jatuh ke lantai.
"Nona Dara anda tidak apa-apa?"
"Maaf pak, saya tidak apa-apa!" Jawabnya dan hendak kembali ke tempat duduknya tetapi lelaki itu malah memeluknya dan tangannya yang kurang ajar itu membelai wajah Dara seenaknya.
"Keluarlah!" Perintahnya pada sang sekertaris kemudian sekertaris itu pun keluar sesuai permintaan boss mereka.
"Pak jangan seperti ini!" Desisnya masih berusaha untuk mengumpulkan tenaganya dan juga kesadarannya yang hampir hilang sepenuhnya itu.
"Syuuuttt sayang, kau sedang tidak enak badan bukan? Mari aku akan mengenakkan badanmu!" Ucapnya tidak tahu malu dengan senyum smirknya. Laki-laki tua itu benar-benar tidak bisa menahan nafsu yang mungkin akan menghancurkan dirinya dan perusahaannya itu. Ya semua orang tahu Dara adalah wanita cantik dengan tinggi semampai dan siapa yang bisa menolak kesempurnaannya itu.
Dan disaat itu Noel yang baru saja mengantarkan keponakannya pulang sekolah karena sang mama yang sedang berbadan dua tidak bisa menjemput itu pun datang. Dengan langkah tegapnya dia memasuki restoran. Kemudian seorang karyawan mengarahkan ke ruangan dimana yang sudah dipesan oleh sang sekertaris. Dia tampak mengerutkan keningnya saat melihat seorang laki-laki yang usianya diatasnya sedang berdiri didepan sebuah pintu.
"Selamat pagi pak!" Sapa laki-laki itu sambil membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.
"Dimana sekertarisku dan bossmu?"
"Emm itu pak!" Laki-laki itu tampak gugup untuk menjawab membuat Noel merasakan alarm bahaya pada sekertarisnya. Dia sudah tahu sepak terjang seorang Jeremi dari sang Daddy dan itu seketika membuatnya khawatir.
Tanpa menunggu jawaban dari sekertaris yang tiba-tiba menjadi bisu itu, Noel akan membuka pintu didepannya namun ternyata pintu itu dikunci dari dalam membuat dirinya semakin murka. Dia tidak bisa membayangkan jika si tua bangka Jeremi melakukan hal-hal yang tidak-tidak pada sekertarisnya. Karena tidak bisa dibuka akhirnya Noel pun membuka paksa pintu itu dengan cara menendangnya, sebelum itu dia juga menghadiahkan pukulan pada sekertaris Jeremi karena kelalaiannya.
Brakk....