Heart Reflections

Heart Reflections
#8 Hantu di Perpustakaan 2



Srek...


Seohyun tiba-tiba terdiam.


Srek....


Seohyun mulai merasa gelisah. Matanya memindai sekeliling ruang perpustakaan yang sepi dan sedikit temaram, karena setiap pukul sepuluh malam, perpustakaan memang sudah ditutup.


"Ya, kau dengar itu?" tanya Seohyun.


"Mwoga (Apanya)?" balas Aeri ketus.


"Suara itu, kau mendengarnya?"


Srek...


"Eomo— aku baru ingat, kalau perpustakaan ini terkenal angker saat menuju tengah malam. Ah, otteohke (Bagaimana)?!" ujar Aeri gusar. Wajahnya mulai pucat karena ketakutan.


"Ya! Jangan bercanda seperti itu!" keluh Seohyun kesal. Pasalnya, dia adalah gadis paling penakut jika berhubungan dengan hal-hal seperti itu.


Seohyun merapatkan tubuhnya pada tubuh Aeri. "Otteohkaji (Harus bagaimana)?!"


"Ah, molla(tidak tahu). Kita lari saja dari sini, kaja (ayo)!"


Aeri berlari cepat menuju pintu keluar. Diikuti Seohyun di belakangnya. "Ya! Katchika (Ayo pergi bersama)!"


"Sial!" seru Aeri kesal saat mengetahui kalau pintu perpustakaan ternyata dikunci dari luar.


"Wae (Kenapa), wae?!" tanya Seohyun panik. Wajahnya sudah pucat seperti mayat. Dia benar-benar ketakutan.


Aeri memukul-mukul pintu tersebut keras. "Sunbae (Kakak Senior)! Buka pintunya. Jebalyo (Kumohon)! Ada hantu di sini!" teriak Aeri keras. Sambil terus menggedor-gedor pintu. Lain lagi dengan Seohyun. Dia berusaha mengatur napasnya yang tersenggal. Benar-benar ketakutan, terlebih lagi, suara aneh mulai bermunculan. Suara kursi yang beradu dengan lantai, suara buku-buku yang jatuh.


"Sunbae!!!" Suara Aeri sudah mulai menggelegar. "Sunbae! Cepat buka pintunya atau akan aku tenggelamkan dirimu!"


Bruk


Aeri terkejut saat melihat Seohyun yang sudah jatuh terkapar di atas lantai. Dia kesulitan bernapas, membuat Aeri menjadi semakin panik. "Ya! Sunbae sipit! Seohyun sekarat!"


"Ada ap— eomo!"


Ceklek


Pintu terbuka. Menampilkan dua sosok pemuda tampan. Daniel dan Sunggyu. Serta Eunbi di belakang sana.


"Sunbae pabo! Pabo!!!" Aeri tak henti-hentinya memukul keras tubuh berlemak Sunggyu secara brutal. Sambil berteriak tidak jelas. Sementara Daniel segera membantu gadis yang tadi mencoba menyelamatkan Seohyun.


"Dia kenapa, Minhyo-ya?" tanya Daniel pada Minhyo, gadis yang tiba-tiba muncul tadi.


"Sepertinya dia terkena syok ringan. Bantu aku mendudukkan tubuhnya, Oppa," ujar Minhyo tenang.


Daniel membantu untuk menegakkan tubuh Seohyun. Menyandarkan punggungnya pada dadanya yang bidang. Terus berbisik di telinga Seohyun untuk mengambil napas dalam-dalam.


Minhyo tak henti-hentinya menggenggam erat tangan Seohyun. Terus membimbingnya agar bernapas dengan normal. Sementara Eunbi sibuk menahan Aeri yang seperti kerasukan, karena terus memukul dan menyumpahi Sunggyu dengan sumpah-serapahnya yang benar-benar tidak terkendali.


Napas Seohyun mulai kembali normal. "Aku-rasanya-seperti-mau-mati," ujar Seohyun terbata. Napasnya masih tersenggal. Daniel masih menyangga tubuh Seohyun agar bersandar pada tubuhnya.


"Ada apa sebenarnya?" tanya Sunggyu bingung. Dia akhirnya terbebas dari pukulan maut yang tadi dilayangkan Aeri.


"Kami mendengar suara aneh. Kau kan tahu, kalau perpustakaan ini berhantu," jelas Aeri setengah kesal.


Minhyo tersenyum geli. "Berhantu? Kau bercanda?" ledeknya.


"Aku serius. Ada hantu di sini." Aeri tetap pada pendiriannya.


"Itu aku. Aku sengaja meminjam kunci perpustakaan pada Sunggyu Sunbae agar bisa masuk ke sini," papar Minhyo terang-terangan. Membuat Aeri mendadak malu, karena terlalu heboh saat ketakutan tadi, sampai hampir membuat Seohyun masuk UGD.


Daniel mengelus pelan rambut Seohyun yang ikatannya sudah tak lagi beraturan. "Kau baik-baik saja?"


Seohyun hanya mengangguk, dalam hati dia malah mensyukuri insiden ini. Jika Akhirnya dia dan Daniel akan sedekat ini, dia rela sesak napas setiap detik.


Konyol.


Dinding tebal yang perlahan dia bangun untuk melindungi hatinya agar tak goyah, kini kembali runtuh. Dia benar-benar tidak bisa menolak pesona Daniel, meski ada Seongwoo di dalam hidupnya sekarang.


********


Gimana, seru nggak? Kecele kan sama hantunya siapa? Wkwkwkwk.