Heart Reflections

Heart Reflections
#18 Save Me



Di lain sisi, Saeron berada di sebuah kamar hotel yang dia sewa menggunakan kartu kredit milik ibunya. Dia tidak tahu harus ke mana lagi untuk mencari tempat persinggahan. Ibunya saja bahkan tidak tahu kepergiannya ke Korea.


Pikiran Saeron saat ini pelik sekali. Dia bingung, bagaimana caranya mencari solusi untuk membuat kakaknya sadar dan kembali pada keluarga mereka di Amsterdam, sebelum napasnya habis terbuang.


Hanya menangis yang bisa Saeron lakukan saat ini.


Perih.


Entah sampai kapan usianya akan bertahan. Dia tidak tahu pasti. Dokter sekali pun tak mampu memprediksikannya.


Kelainan jantung pada dirinya sulit diobati. Mencari donor yang tepat pun sulit. Saeron hanya bisa menunggu. Antara hidup dan mati. Saeron dilema. Entah jalan mana yang akhirnya dia akan dapatkan nanti. Dia hanya bisa berpasrah diri.


Ia pandangi sisa-sisa gerimis tadi siang. Aroma hujan terasa begitu menyegarkan. Menggelitik indra pembaunya.


Pelangi pun seolah ikut mewarnai indahnya sore di Seoul. Warnanya yang cerah bersanding apik dengan senja yang mengintip malu di balik gedung-gedung tinggi.


Senyumnya mengembang.


Saeron merindukan Seohyun. Sangat merindukannya. Dia ingin melihat gadis itu bahagia saat raganya tak bernyawa. Dia bahkan sudah merelakan perasaannya. Merelakan cintanya pada Seongwoo. Pemuda yang kini menjadi kekasih Seohyun. Senyumnya berubah getir. Mendapati fakta, dia dan Seongwoo memang tak ditakdirkan bersama.


—HEART REFLECTIONS—


"Kau sudah selesai latihan?" Sebuah pertanyaan bodoh dilayangkan Seongwoo, saat melihat Seohyun akhirnya keluar dari ruang latihan sehabis berjam-jam mengurung diri di sana sendirian.


Seohyun terus melenggang acuh. Malas menanggapi pertanyaan kekasihnya yang menyebalkan itu.


"Ya, Seohyun-ah, mianhae, eoh??!" rayunya. Memasang aegyo yang nyaris saja membuat tawa Seohyun meledak. Seongwoo selalu tahu, bagaimana caranya membuat gadis itu tertawa. "Eo, kau tersenyum, kan?!" ledeknya, sambil terus mengikuti Seohyun yang terus melangkah acuh. Berusaha untuk mengabaikan kekonyolan kekasihnya.


Antara menahan tawa dan kesal. Seohyun mengempaskan genggaman tangan Seongwoo kasar. Dia kencangkan jaket ber-hoodie yang melilit pinggangnya dengan sempurna. "Ya! Gong Seongwoo! Berani sekali kau membuatku marah! Kau tidak takut, kalau kita putus?!" ujar Seohyun tegas. Berkacak pinggang, sambil menatap kekasihnya kesal.


Seongwoo tercekat. Bisa hancur hidupnya, kalau Seohyun sampai memutuskannya. Mendapatkannya saja, dia harus berusaha mati-matian. Tidak mungkin dengan mudah dia mau merelakan gadis itu pergi. Kepalanya menggeleng pelan.


"Jangan pernah memintaku untuk menemuinya. Aku ti—"


Cup


Seongwoo membungkam bibir tipis penuh omelan itu dengan bibirnya. Membiarkannya menempel sebentar. Masa bodoh dihajar habis-habisan oleh Seohyun. Dia hanya tak tahan, melihat gadis itu marah-marah.


Seohyun terdiam. Kaget karena sikap Seongwoo yang tiba-tiba. Kedua matanya hanya bisa berkedip bingung.


"Ya! Apa yang kalian lakukan di area kampus?!"


Plak....


Pukulan keras tongkat sakti milik Pelatih Lee, pelatih sepak bola, terantuk sempurna pada kepala Seohyun dan Seongwoo. Sontak menyudahi aksi romantis yang baru saja terjadi.


"Sial, tamatlah riwayatku!" desah Seongwoo dalam hati.


*****


**Halo apa kabar? Lama tidak posting part terbaru. Hehehehe seterusnya bakal update kok. Jangan lupa mampir ke karya kami ya. Cek di ******* Aurelia_nwh91 dan Ravenura. Kami juga sering posting story di Inspiritauthor (******)


Btw jangan lupa, mampir ke Cabaca. Ada FF IDOL'S SECRET LIFE. Cast Kim Yohan. Gomawoyo yorobun*** ;)