Heart Reflections

Heart Reflections
#26 Alasan



“Aku menyukai Sungwoon sejak lama. Tetapi aku terlambat selangkah. Sungwoon datang padaku, memberitahu soal hubungan mereka yang manis. Jadian. Siapa yang tak sakit melihat teman sendiri mengencani pria yang kusukai? Namun aku diam, menyimpan rapat perasaan selama bertahun-tahun.


“Kami memasuki universitas yang sama. Lucu juga semuanya suka atletik. Tetapi haruskah aku bilang pada Sooji dan merusak hubungan mereka? Tidak.” Berhenti di situ. Eunbi menarik napas. Ulu hatinya terasa nyeri lagi. Beban kembali merenggut paksa ketenangannya selama beberapa minggu terakhir.


“Sampai akhirnya Sooji putus dengan Sungwoon, tak sengaja baca catatan pribadiku. Dia bermaksud menebus semua luka yang kumiliki. Meminta Sungwoon kencan denganku. Tetapi aku tak mau menjadi kejam. Daniel juga sama sakitnya saat Sooji datang meminta bantuan. Siapa yang tak sakit melihat orang mencomblangi gadis yang disukai dengan laki-laki lain?”


Seohyun menarik napas. Ini rumit. Keempat orang itu sama-sama terlukanya. Tetapi Eunbi dan Daniel kelihatannya baik-baik saja dan bahagia. Tak disangka semua hanyalah fatamorgana.


“Hanya Daniel yang bahagia memilikiku, tetapi perasaanku tak bisa kuubah. Sama sepertimu barangkali.”


Seohyun mengangguk kecil. Seongwoo hanyalah pelarian bagi Seohyun. Demi melupakan Park Daniel yang tak pernah mau membalas perasaan gadis itu.


“Aku berharap kau mau mengerti situasiku. Aku benci melihat kau membenciku tanpa alasan. Perlu kau tahu perilaku buruk Daniel agar menyesal menyukai pemuda gila itu. Dia mesum. Sangat mesum. Bukan main mesumnya.” Eunbi menekankan kata ‘mesum’ lewat ekspresi geramnya. “Tetapi aku bertahan. Agar Sungwoon dan Sooji kembali bersama lagi. Tak merasa bersalah padaku.”


“Dari apa yang kulihat tadi, Gong Seongwoo sungguh-sungguh menyukaimu. Jaga dia sebaik-baiknya. Aku memang tak pantas bicara soal ini. Alasan keduaku menerima Daniel tidak hanya untuk menyatukan Sooji dan Sungwoon. Tapi membiarkan Seongwoo ikut bahagia memilikimu. Aku pikir tadinya mengorbankan perasaanku sendiri. Tapi juga mengorbankan perasaanmu.”


“Aniyeyo. Ini pilihanku sendiri menerima Gong Seongwoo,” tampik Seohyun.


“Aku tak percaya. Kau tetap akan mengejar Park Daniel. Sudahlah, kembali tidur sana.”


Eunbi meringis. Sikunya semakin nyeri saja. Dia memanjat ranjang atas dan mematikan lampu utama mati dengan sensor tepuk tangan.


“Kenapa kau?”


“Jangan pernah matikan lampunya!” gertak Seohyun disahuti gelak tawa seniornya.


“Ya, tak hanya kekanakan dan egois. Kau penakut juga,” ledek Eunbi kembali rebah pada kasur busa yang empuk. “Nyalakan lampu tidurnya sana. Nah, ini anak kunci milikmu. Jangan keluyuran lagi saat jam malam.” Dilempar anak kunci itu ke arah Seohyun. Untungnya Seohyun menangkapnya sebelum kena timpuk di dahinya yang mulus.


Sunyi kembali lagi. Seohyun mengambil selimut miliknya di lantai. Dia bergegas meringkuk di balik selimut. Hangat sekali rasanya. Badan Seohyun semakin berat. Dia mendengkur halus, melupakan sesaat berbagai masalah yang menjeratnya hari ini.


"*zzzzzzz"


LONG TIME NO SEE.....


*Oke masih angin-anginan buat posting cerita. tapi bakal completed kok. btw buat temen-temen, jaga kesehatan ya. karena virus corona udah masuk negara kita.


inget, masker digunakan oleh orang sakit. kita yang sehat lebih banyak cuci tangan, pake hand sanitizer, makan makanan bergizi, tidur dan olahraga saja.


terus kalo kalian bersin, utamakan bersih ke arah samping, dengan lengan atas diarahkan ke mulut. jadi ya ala-ala ninja menghalau pisau di wajah gitu. jangan hatciuuuuuuuu di telapak tangan. rawan tertular. because kita gak tau abis pegang apa dan gak sadar pegang wajah. noooo....


mari doakan virus corona makin gak menyebar. be savety guys**....