
Srek...
Srek....
Malam merangkak naik semakin ke atas. Membuat sunyi terasa mencekam.
Seohyun malam ini kesulitan untuk tidur. Hatinya masih belum tenang demi membiasakan tidur sendirian di kamar sempit yang dingin. Menurut rumor, kamar ini berpenghuni tak kasat mata. Tak ada yang bertahan lebih dua bulan. Seohyun untungnya bisa mendiami kamar itu hampir setahun lamanya bersama Yura. Tetapi Yura sudah tidak melanjutkan pendidikan di Universitas Haneul lagi. Yura mengalami cedera parah pada tulang punggungnya, yang menyebabkan harus merelakan kesempatan menjadi atlet selamanya.
Rasanya menakutkan. Biasanya, dia akan sepuas hati memeluk Yura ketika tengah tertidur pulas. Namun sekarang, segalanya terasa hampa.
"Aishhh, aku tidak bisa tidur tenang jika seperti ini!" serunya gusar. Menendang jauh-jauh selimutnya, lalu merangkak turun dari atas ranjang. Dia keluar dari dalam kamar yang terasa begitu mengerikan, lalu menghirup lepas aroma malam yang sungguh menyegarkan. Dia eratkan sweater-nya, lalu berjalan menuju gerbang batas asrama.
Krek krek...
Ada seseorang di sana. Seohyun buru-buru menyembunyikan tubuhnya di balik dinding. Dia memanjangkan lehernya, untuk melihat siapa dan mau apa orang itu di sana, namun hoodie-nya menghalangi pandangan Seohyun.
Dengan langkah pelan, dia berjalan mendekati orang tersebut. "Nuguseyo (Siapa)?"
Orang itu diam. Menghentikan aktivitasnya, lalu memutar kepalanya ke belakang. Melihat keberadaan Seohyun. "Ya! Neo—?!" (kamu?) teriaknya keras. Terkejut karena melihat keberadaan Seohyun di sana. Sedang Seohyun hanya bisa membungkam mulutnya sendiri.
"Ya! Siapa di sana?!"
Sial.
Kepala asrama sepertinya sedang melakukan pengecekan malam. Membuat Seohyun dan orang itu, yang ternyata adalah seorang gadis, kelabakan bukan main.
"Pabo!"
"Arggh, michingetta (gila)!"
"Ya! Berhenti di sana!" teriak ketua asrama putra memergoki mereka berdua.
Seohyun dan gadis itu seketika terdiam. Tidak berani melanjutkan aksi kabur-kaburannya. Bisa putus urat lehernya, jika masih ngotot melarikan diri.
Plak
Plak
Sunggyu memukul keras kepala Seohyun dan gadis itu dengan ujung senter. "Kalian sedang apa di sana tadi?" tanyanya garang. Membuat Seohyun dan gadis itu ketakutan setengah mati.
"Kami hanya sedang cari angin!" ujar gadis itu tiba-tiba. "Kami berdua tidak bisa tidur, makanya keliling sebentar, bukan begitu?" Gadis itu menyenggol bahu Seohyun, sambil manatapnya horor. Membuat Seohyun mengangguk seketika.
"Ya! Yoon Seohyun, Cha Aeri, ke perpustakaan, sekarang!" teriak Sunggyu keras. Membuat Seohyun dan gadis bernama Aeri, menutup telinga kuat-kuat.
Tamatlah riwayat mereka.
Keduanya segera melangkah mengikuti Sunggyu dari belakang menuju perpustakaan. Seohyun hanya bisa menatap Aeri kesal. Gadis itu adalah rivalnya untuk mendapatkan perhatian Daniel. Bahkan sedetik pun, Seohyun tak ingin kalah dari gadis menyebalkan yang juga balas menatapnya garang.
"Kalian berdua!"
Duk
Karena terlalu fokus satu sama lain, Seohyun dan Aeri sampai tidak menyadari kalau Sunggyu sudah berhenti melangkah di depan sana, sampai akhirnya keduanya menubruk tubuh berlemak Sunggyu.
"Aigo—"
"Eomo—"
Keduanya terkejut bukan main saat kepala mereka terantuk dada Sunggyu.
Sunggyu membuang napasnya kesal. "Kalian berdua, cepat bereskan perpustakaan ini! Sekarang!" tekannya.
Seohyun dan Aeri segera berlari masuk. Meninggalkan Sunggyu di depan sebuah ruangan.
"Menjauhlah! Jangan dekat-dekat. Kau bau!" tukas Seohyun, sambil menutup hidungnya karena tubuh Aeri menguarkan aroma tak sedap.
Sudah menjadi rahasia umum, bagaimana baunya aroma tubuh Aeri. Gadis itu benar-benar luar biasa. Dia gemar mengoleskan parfum menyengat.
Aeri menatap kesal ke arah Seohyun. "Jangan menghinaku! Ini wewangian khusus untuk memikat Daniel Oppa, kalau kau mau tahu," ujarnya, sambil sibuk merapikan buku yang tergeletak di atas meja ke dalam rak. Kemudian Aeri mengibaskan aroma susu yang menyengat. Aeri pernah dengar Daniel juga minum susu, jadi dia berharap Daniel akan menyukainya.
Seohyun hanya bisa mendengus geli. Penuturan gadis aneh itu membuat perutnya sakit. "Kau kira Daniel Oppa akan suka? Memalukan!" balas Seohyun mengejek.
******
Hayo hayoooo......
Ada apa ya di perpustakaan? Kepoin bab selanjutnya ya.