
Pingsan tidak membuat Yoon Seohyun bebas dari hukuman. Besok pagi dia akan disikat habis oleh ketua asrama. Seperti biasa, pelanggar aturan akan dihukum setiap pagi. Berjemur di bawah pancaran ganas mentari selama tiga jam. Berdiri tegak menghormat bendera Korea Selatan yang berkibar riang diterpa angin musim semi.
Dihukum seperti itu sebenarnya tak susah-susah amat. Namun sebuah kalung karton berlabel jenis pelanggaranlah yang memberatkan kepala untuk tegak sempurna. Siapapun pelanggar akan menunduk malu. Kecuali tentunya Cha Aeri yang pamer gusi, bangga karena melakukan pelanggaran. Jangan lupakan pacar Eunbi. Dia akan melambaikan tangan ke sembarang gadis. Tebar pesona.
Membayangkan hukuman untuk esok hari, jelas merupakan sebuah penderitaan untuk Seohyun. Gadis itu tersaruk-saruk menuju gedung asrama di lantai tiga. Dia mengekori jejak Eunbi dan Aeri yang asyik mengobrol, tentunya membicarakan gadis yang sudah pindah ke Jerman. Bagaimana pun juga, sulit bagi Aeri untuk mencari tahu alasan utama Sooji pergi dari kampus.
“Sudahlah, cepat masuk kamarmu, Aeri-ya!” sergah Eunbi enggan menjawab.
Dari cara bicaranya, Seohyun meraba ada yang salah. Persis saat Sooji mengajaknya bicara selama pertemuan keluarga Yoon. Kedua gadis itu seperti saling menghindari topik tertentu. Padahal Seohyun sangat tahu, ke mana-mana, Sooji dan Eunbi erat bersama, diekori Aeri yang berisik.
“Kata Sunggyu Oppa, kau kesulitan tidur. Bagaimana kalau malam ini kau tidur di kamarku saja?” tawar Eunbi sedikit bersahabat.
Mata Seohyun jatuh ke lutut Eunbi yang masih ditambal kain kasa. Entah mengapa Seohyun merasa nyeri membayangkan luka itu. Andaikan mereka tidak terlibat cinta segitiga, tentu akan sangat menyenangkan bagi Seohyun berteman dengan Eunbi. Sayangnya sulit bagi Seohyun membuka hati untuk senior yang berjiwa tsundure itu. Cuek di luar, tetapi peduli luar biasa dari dalam.
“Aniyeyo. Aku bisa jaga diri,” tepis Seohyun seketika. Dia melanjutkan langkah menuju kamarnya yang ada di ujung lorong.
Bodoh!
Seohyun memaki dirinya sendiri. Dia semakin takut berada di kamar yang dia tempati sekarang.
“Aish... Aku benar-benar sendirian sekarang,” gumamnya lekas meringkuk di kasur.
Berbagai pose dia lakukan, namun tak kunjung membuatnya terpejam sampai pagi tiba. Saat alarm yang disetel di seluruh kamar asrama terdengar kencang, Seohyun ikut terbangun. Badannya terasa lelah. Namun dia harus ikut apel pagi sebelum menjalani hukuman bersama Cha Aeri.
Waduh sudah penakut, gengsian pula. Terus gimana dong nasib Seohyun kalo malam-malamnya dibayangi mimpi buruk?
Oh ya, mau ingetin aja. Cerita ini berakar dari kisah keroyokan nulis estafet Inspirit Author di wattpad. Yang punya watty, kepoin aja Insa University. Ada sedikit benang merahnya dari sana tentang Seohyun dan Nana (Eunbi).
Cuma sengaja kita ganti ke cast, karena cuma kolab berdua.
Terus kepoin juga ya wattpad Ravenura buat bucinnya Eunbi. Sama bucinnya Nam Woohyun di wattpad @Aurelia_nwh91.
Ada banyak ff kece punya Aurelia. Gak nyesel deh baca ff dia. Keren kok.
Terus jangan lupa baca Virtual Friend, work aku satunya. Masih di MT. Kalo yang baca rame, moga² saja bisa crazy up. Makanya komen don. Hehehehehe.
Terus sekalian gengs, yang punya Cabaca, kepoin juga Idol's Secret Life. Itu FF cast Kim Yohan. Seru ceritanya loh.
Sekian short story kali ini. Kepoin kebaperan Seohyun di part selanjutnya.
Byeeee :)