HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 9



*KENCAN PERTAMAKU_


Hari yang cerah,aku berolahraga berlari perlahan menyusuri jalan setapak yang berada dekat rumahku liburan baru berjalan beberapa hari tapi aku mulai bosan,


karena teman-temanku sibuk dengan agendanya masing-masing jadi aku hanya sibuk dengan diriku sendiri, sedangan mbak yani selalu sibuk dengan pekerjaannya,


Aku menatap ke arah jam yang sedang aku kenakan,baru jam delapan pagi


Hari ini rasanya aku ingin berolahraga seharian karena tidak ada tempat yang aku tuju,


Samar-samar terlitas wajah vio yang sesaat membuatku tersenyum "sedang apa ya,aku rindu"tanyaku dalam hati,


Aku berlari sambil mendengarkan lagu yang diberikan vio di mp3 milikku, sambil terus berlari aku melihat ada bangku kecil yang hanya cukup untuk diduduki dua orang saja, lalu aku duduk untuk menikmati lagu itu" lobow-kau cantik hari ini" lagu yang sedang aku dengarkan,


sudah hampir satu jam aku duduk dibangku ini  dan sudah beberapa lagu yang aku dengarkan lalu aku memutuskan untuk pulang karena perutku yang belum diisi apa-apa sedari tadi merasa lapar


aku berjalan pulang,sesampainya dirumah aku membuka pintu dan melihat kesekeliling ternyata mbakku sudah pergi kekantornya,


lalu aku mandi dan sarapan dengan nasi goreng dan telur goreng mata sapi yang telah dimasak mbak yani,


Aku melihat hpku yang sedari tadi pagi dicas,


ada lima sms masuk dan itu semua sms dari vio"Lagi apa sayang"[pesan vio]


Itu saja yang aku baca dari kelima pesan singkatnya,


Lalu aku membalas pesan dari nya,


"Baru pulang lari pagi sayang"[pesanku]


Tak lama hpku bergetar lalu ada sms masuk dari vio


"pantesan lama balesnya, mau ikut aku ngak"[pesan vio]


"Kemana,ngapain,berdua aja" [pesanku]


"Artinya mau ya, satu jam lagi aku jemput ya" [pesan vio]


"Oke" [pesanku]


Aku yang tadinya santai-santai makan tiba-tiba mempercepat kunyahanku,


Selesai makan aku sibuk memilih baju yang akan aku kenakan,


akhirnya aku memilih baju kaos berwarna hitam yang bertuliskan "pink" dibagian depannya dan memakai celana jens berwarna biru, lalu memakai tas ransel kecil berwarna hitam ,jam tangan dan sendal sepatu berwarna hitam.


Aku berdandan sedikit menggunakan bedak secara tipis dan lipstik pink natural, akhirnya aku siap juga


Setelah menghabiskan waktu sekitar 55 menit tak lama terdengar suara ketukan pintu dan aku membukanya,


"Jadi mau ikut,Mana mbakmu biar aku pamitkan dulu”,ucap vio sambil berdiri didepan pintu


"Ngak usah,udah kekantor dari pagi


Mau kemana", ucapku karena penasaran


"Ikut ajalah,orang tuamu tinggal dimana”, tanya vio


"Mereka tinggal dilampung, karena ayahku dinas disana", ucapku sambil mengunci pintu


"Oh.. Oia nanti sore mau ikut


Kerumahku orang tuaku mau lihat menantunya”,ucap vio sambil tersenyum


"Menantu baru juga kelas satu smk, ngawur kamu, tapi bolehlah", ucapku sambil tersenyum juga


”Sipa kamu tau ngak,aku bahagia banget udah kenal sama cewek yang manis,lucu dan baik kayak kamu", ucap vio


”Maunya sih langsung ku nikahi,


Sayangnya aku belum mampu dn mapan", ucap vio dengan Tertawa kecil


"Kayak setia aja cowokku nih", ucapku


kami masih didepan pintu,Lalu vio berjalan kearahku dan memcium pipiku sambil berbisik "ayo pergi ngak takut apa nanti ada setan"aku terkejut padahal aku tadi hanya main-main, pipiku memerah, vio tersenyum setelah menggodaku


Ayolah katanya mau pergi ucap vio


Aku yang sambil merasa panikpun berjalan keluar setelah mengunci pintu aku naik motor honda milik vio." mau kemana kita" ucapku dalam hati",


Aku memegang erat pinggang vio sambil menyandarkan kepalaku dipundaknya ,melilat sekeliling jalan raya yang sepi karena kami pergi bukan dijam orang pulang atau berangkat kekantor,


aku melihat banyak toko pakaian,


buah, makanan dan supernir, dipinggir jalan terdapat banyak pohon mainan dengan lampu yang berbentuk daun  dengan banyak warna,


Banyak pedagang asongan di setiap lampu merah yang kami singgahi, aku melihat vio selalu memberi uang receh kepada anak-anak pengamen yang bernyayi di samping kami, kata vio mereka udah payah nyanyi masa ngak dibayar, artis aja udah kaya masih dibayar,


Padahal aku tau dia hanya kasian.


Setelah kurang lebih satu jam kami dijalan akhirnya sampai juga, ternyata vio mengajakku ketempat wisata danau , disini sepi karena banyak orang yang belum tau, wisata ini termasuk baru kala itu,


Vio memarkirkan motornya dan mengajakku melewati jembatan besi yang hanya butuh sepuluh langkah saja untuk melewatinya,vio terus berjalan dan menggandeng tanganku


Kita duduk disitu ya,


dibawah pohon yang rindang dengan bangku yang muat diduduki empat orang, ada mejanya juga


"Sebentarya aku mau beli makanan dulu kamu istirahat saja",ucap vio


Aku hanya menagguk lalu tak lama vio datang dengan membawa makan kecil dan minuman,Kami menghabiskan waktu berdua saja,aku bayak bertanya tentang hidupnya temannya dan diapun banyak bertanya tentangku,


aku melihat pemandangan danau yang begitu indah dan menyegarkan banyak perahu kecil yang disenderkan dipinggir danau


"Coba tebak kenapa aku ajak kamu kesini", ucap vio


"Apaya,mungkin kamunya kangen", ucapku sambil tertawa


"Coba tutup matamu dulu deh,jangan ngintip ya", ucap vio akupun menutup mata


"Apasih vio kok pakek tutup mata segala, jangan macem-macem ya", ucapku


"Bukalah", ucap vio


Vio memberikan kalung yang bertuliskan namanya "sanvio prastyo"


Dan dia memakaikannya dileherku, mukaku memerah, karena senang aku memeluk vio sambil mengucapkan terimakasih,


"Dan ini gelang tagan yang terbuat dari tali berwarna hitam bertuliskan namaku"sipa zanna kirania" Yang jelas pipiku merah merona tanpa blas'on sedikitpun,


"Vio bukakan minuman ini, susah sekali aku haus", ucapku sambil menyodorkan minuman kaleng


"Makan juga snaknya itu, bukankah kamu suka makanan manis", kata vio


Aku bertanya kepada vio sudah berapa banyak wanita yang dia gombali tapi dia hanya tersenyum dengan santai dia menjawab hanya aku wanita pertama yang ada dihatinya,


Mendengar pernyataan itu jelas aku merasa ingin terbang rasanya,


Banyak hal yang masih menggangu fikiranku tentangnya, banyak hal yang belum aku ketahui tentangnya,


Mungkin waktu akan menjawab rasa penasaranku, makanya aku engan bertanya kepadanya.