HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 3



*BERTEMU DAN MENGHILANG_


Randi adalah pacarku sewaktu aku duduk dibangku sekolah menengah pertama [smp], awalnya hubungan kami baik-baik saja sampai aku masuk smk karena dia tidak melanjutkan kejenjang sma makanya kami jadi semakin jauh,


diawal sekolah aku masih sering ngobrol via telvon dengan randi namun lama kelamaan kami menjadi semakin jauh dan tak pernah ada komunikasi lagi,


Siang itu sepulang sekolah aku memberanikan diri pergi menemui randi ditempat kerjanya dia membantu berjualan diwarung sate,


Sesampainya aku disana aku melihat randi sedang melayani beberapa pelanggan yang lumayan ramailah, randi melihatku dan matanya melihat kesana kemari seakan sedang takut jika ada yang melihat,


Lalu randi menghampiriku kami duduk berhadapan tapi saling diam,


"Kamu ngak suka ya ran kalo aku dateng nemui kamu kayak gini", ucapku dengan nada sedih


"Ngak gitu sipa, aku kan lagi kerja mau makan ngak", ucap randi


"Ngak ah udah kenyang perutku dengan rindu", ucapku lagi


"Gini aja hari minggu aku main kerumahmu", ucap randi


"Boleh, lagian banyak hal yang ingin aku sampaikan kekamu", ucapku dengan intonasi tinggi


"Aku kerja lagi ya kamu duduk disini aja sebentar nanti aku anter", ucap randi


Karena pelanggan semakin banyak aku melihat randi semakin repot dan tak bisa diganggu lagi, jadi aku pergi tanpa mengucapkan" aku pulang randi",


Aku berjalan keluar perlahan tanpa randi tau aku mencari angkot menuju rumahku, tak butuh waktu lama ada satu angkot yang berhenti dihadapanku,


Sepanjang perjalanan aku memakai earphone dan mendengarkan lagu lewat mp3 milikku, lagu galau yang sudah hampir berbulan-bulan menyibak telingku,


Tak begitu lama aku sampai dirumah, aku berjalan masuk lalu aku membuka tudung saji hanya ada selembar uang untuk aku membeli makan siang dan malam,


Aku masuk kamar dan hanya membaringkan badanku seharian dikasur tanpa makan, aku ingin makan berdua dengan mbak yani saja jika nanti malam dia pulang,


✴✴


Beberapa hari berlalu hari ini tepat dihari minggu, hari randi menjanjikan akan pergi menemuiku, aku yang sudah sedari pagi bangun dan mencuci semua perlengkapan sekolahku, setelah itu aku mandi dan bersiap,


Jam sepuluh kira-kira randi datang kerumahku, mbak yani sudah pergi dari pagi karena ada liputan dia seorang wartawan,


"Kita pergi aja yuk ran ngak ada orang nih", ucapku


"Ya udah kita kerumahku aja", ucap randi


"Sini sipa masuk dulu, kenapa kamu muran saja", ucap randi


"enggak kok mungkin cuma banyak fikiran saja", ucapku sambil duduk dikursi depan


"Mau minum apa", ucap randi lagi


"Ngak usah,kamu kemana aja sih rando beberapa bulan ini, ngak pernah dateng ngak pernah nelvon juga", ucapku dengan pelan


"Ada kok, aku cuma takut sekolahmu keganggu", ucap randi


"Seenggaknya kasih kabarlah ran, jadi aku tau kamu ada buat aku, bukannya malah diam saja, kalo kamu emang ngak sukak lagi ya bilang jadi ngak bikin hatiku sakit terus", ucapku sambil menangis


"Jangan bilang gitu sipa, aku akan terus sayang sama kamu, aku cuma ngak mau ganggu kamu fokuslah untuk sekolahmu", ucap randi sambil mengusap air mataku


Kami banyak mengobrol randi mulai seperti biasa namun kali ini sedikit berbeda seakan dia banyak menasehatiku dan seakan ingin bilang kalo dia akan pergi namun tak igin melepasku juga,


Sore harinya aku pulang ternyata hari ini hari terakhir aku melihat randi, setelah itu selama sebulan aku tak bisa menghubunginya apa lagi dia dan keluarga sudah pindah,


Seakan diiris sembilu, kenapa juga dia tak bilang jujur saja jika ingin meninggalkanku, brengsek


✴✴


Beberapa bulan berlalu aku yang sering duduk dibawah pohon rindang depan kelas sambil mendengarkan mp3 degan sejuta lagu galau yang menckupi telingaku,


Nana banyak menasehatiku jika masih banyak laki-laki baik diluar sana namanya juga cinta monyet ya ngak akan awet,


Aku jadi sering disekolah ketimbang bolos dengan yiya, kami kali ini belajar dengan sungguh-sungguh, aku harus merubah prilakuku,


Beberapa waktu ini aku sering main kerumah nana walaupun rumahku dengan rumah nana terhitung cukup jauh,


Namun aku senang jika pergi kerumah nana orang tua nana begitu ramah dan baik, seakan mempunyai keluarga baru aku jadi lumayan betah jika bermain kerumah nana,


Sekalian menghilangkan galau yang aku rasakan beberapa bulan ini, karena seringnya aku bermain dengan nana makanya aku jadi mengenal kiki pacar lima langkah nana, karena rumahnya berhadapan dengan rumah kiki,


Setiap kali aku main apalagi jika hari minggu aku sering sekali bertemu dengan kiki yang setahun lebih tua dari pada aku,


Keesokan harinya nana mengajakaku pergi bermain kerumahnya dia ingin aku berkenalan dengan teman baik kiki, kata nana orangnya baik dan ramah jadi lumayanlah untuk nambah-nambah list daftar pertemanan,


Walaupun aku tau jika nana hanya ngak ingin melihat aku galau terus, setidaknya jika aku mengenal orang baru aku mampu melupakan masa laluku,