HE IS MY LOVE

HE IS MY LOVE
BAB 30



*LIA DAN LIO KESAYANGANKU_


✴✴✴


Lima tahun berlalu...


Tak terasa kini lio dan lia sudah berumur lima tahun,mereka sedang lincah-lincahnya serta begitu banyak pertanyaan yang mereka lontarkan kepadaku,


Sudah dua tahun ini aku bekerja sebagai guru disalah satu smp swasta dikota ini, setiap harinya aku hanya bekerja dan menjaga lia serta lio walaupun tetap dibantu rina,


Orang tuaku selalu menelvon dan memintaku pulang dan aku hanya bisa menangis sendiri sambil berkata,


"maaf bu yah sipa bakalan pulang kok secepat mungkin, nanti jika sipa pulang jangan kaget ya dengan keadaan sipa sekarang",


Setiap aku mengatakannya pasti ibu selalu melontarkan banyak pertanyaan karena khawatir,


Minggu depan tekatku sudah sangat bulat aku akan pulang membawa lio dan lia keluargaku harus tau jika aku sudah melahirkan cucu mereka walaupun banyak kongsekuensi yang harus aku terima,


Mungkin aku akan diterima atau kemungkinan terburuknya aku akan diusir keluar rumah untuk selamanya,


"maafkan mama nak", ucapku dalam hati,


Seminggu ini aku dan rina membereskan semua pakaian yang akan kami bawa dan tak lupa aku mulai merapikan rumah mungkin kami akan lama meninggalkan tempat ini,


Erika dan maya sudah wisuda tahun lalu dan mereka kembali kerumah orang tua mereka, kami hanya ngobrol lewat via telvon saja,


Kami berempat pergi mencari oleh-oleh untuk kami bawa nanti, lia dan lio sangat senang karena aku berkata bila kita akan pergi untuk mengunjungi nenek dan kakek mereka,


"Ma,nenek sama kakek gimana sih orangnya, kenapa kita ngak pernah ketemu", ucap lio


"Emp..mereka orangnya baik banget,mungkin mama yang belum siap bertemu mereka", ucapku sambil mengajak yang lain makan dulu,


Kami memilih makanan berat karena hari sudah siang, telvonku berbunyi aku berdiri dan menuju pintu luar restoran,


"Kamu jadi pulang lusa", ucap ibu dengan sedikit antusias


"Iya bu, sekalian ada yang mau sipa kenalin sama ibu, jangan kaget ya bu kalo sipa sampek lusa", ucapku sambil melirik lia dan lio


"Apaan sih nak,kamu mah ada-ada aja",ucap ibuku


"Sipa lagi makan nih bu, nanti sipa telvon ya,da bu miss u", ucapku sebelum menutup telvon


Aku melanjutkan makan bersama yang lain, sambil memegang hamdphone ku aku mengirim pesan kepada mbak yani,


"Mbak aku pulang lusa", pesanku


Tak lama berselang mbak yani membasalas pesan dariku,


"Iya udah ibu kasih tau, emang kamu mau ajak siapa", balasnya


"Kalo aku kasih tau mbak yani bisa terima ngak dan mbak yani bisa ngak diem dulu jangan kasih tau ibu", pesanku


"Janji",balas mbak yani


"Kita vidcall aja ya mbak tapi jangan marah dan jangan kaget", pesanku


"Lio lia ini tante kalian ucapin salam dulu ya", ucapku sambil mengganti kamera belakang


"Salam kenal tate saya lia dan saya lio kami anak yang baik dan nurut kok kami selalu jagain mama disini", ucap manis mereka berdua ya mereka memang anak yang pintar


Mbak yani menangis tanpa mengatakan apa-apa, aku hanya meminta maaf mbak yani menanyakan perihal siapa ayah kandung mereka dengan terbata-bata aku berjalan menuju toilet,


Sambil sedikit menangis aku menceritakan hampir semua cerita hidupku dari awal aku kehilangan keperawananku sampai vio berselingkuh hingga insiden sampai aku lari darinya


Mbak yani mendengarnya antara sedih atau marah namun itulah kekuatan keluarga dia hanya mampu menangis dan tak bisa berkata apa-apa dia hanya menasehatiku supaya lebih tabah untuk menjalani hidup kedepannya,


Aku mematikan handphone dan lanjut makan bersama yang lain, setelah makan kami menghabiskan wakti untuk berbelanja dan bermain serta nonton bersama,


Rina sangat baik dia menganggap lia dan lio layaknya sebagai adik kandungnya,  kasih sayang yang dia berikanpun tak dibuat-buat walau dia hanya seorang pengasuh


Mungkin dia mengasuh lia dan lio mulai dari lahir hingga kini mereka bisa bicara dan berlari,


"Mbak nanti kita pergi kerumah ortu mbak naik apa", kata rina sambil mengandeng lia


"Naik pesawat aja rin, biar ngak capek-capek bener dijalan”,ucapku sambil berjalan menuju parkiran mobil


Kami pulang untuk istirahat karena besok kita masih berberes karena lusa kita sudah pergi,


Hatiku entah bingung mau memikirkan apa,rasanya kacau balau mau melakukan apa, fikiranku pun tak memikirkan apa yang ada dihadapanku,


Tiba-tiba aku ingat vio bagaimana kabarnya apakah dia sudah menikah atau apakah dia masih mencariku,


"Ya allah sudah lewat enam tahun lebih sejak aku menghindari mereka semua", ucapku dalam hati


Aku melihat lia dan lio sudah tidur , aku melihat lampu kamar rina pun sudah padam, aku masuk kamar dan duduk dipinggir ranjang,


Aku membuka laci sebelah ranjangku ku ambil fhoto vio, orang yang tak kucintai lagi namun aku tak mampu untuk melupakannya,


Orang yang mampu membuat goncangan dahsyat dihatiku namun dia juga mampu memporak-porandakan hatiku,


Aku menangis namun tak mampu aku mengeluarkan suara aku takut anak-anakku mendengar betapa rapuhnya mama mereka,


Aku takut mereka tau betapa takutnya mamannya saat sedang sendiri, aku hanya ingin mereka tau betapa bahagianya mama mereka, aku tak mampu menahan cucuran air mata ini,


Hingga berjam-jam aku menagis mbak yani menelvon,


"Lagi apa kamu dek", ucap mbak yani


"Lagi duduk aja mbak", ucapku sambil cepat-cepat menghapus air mata


"Itu beneran anakmu, anak vio kenapa ngak pulang aja dari awal dek", ucap mbak yani sambil sedikit mengintrograsi


"Aku cuma butuh waktu aja mbak, kalo vio ngak mau tangung jawab juga ngak apa-apa mbak,aku juga ngak bisa buang mereka,karena mereka ngak salah", ucapku sambil berdiri mengambil air didapur


"Yang penting kamu pulang aja dulu ya dek, sisanya nanti mabk yang urus, jangan takut diusir atau jangan takut dibuang sama kita dek kamu lebih berharga dari semua harta yang kita punya dek, kalo dimarah itu wajar karena kamu salah", ucap mbak yani


"Iya makasih ya mbak,udah dulu ya mbak aku ngantuk", ucapku sambil mematikan handphone


Aku kembali kekamar setelah minum aku berbaring dan berusaha memejamkan mata yang tak mengantuk sama sekali,